Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

Bertahan Hidup Saat Pandemi, Lewat Kain Perca Raih Pundi-Pundi Rupiah

- Apahabar.com     Sabtu, 17 Juli 2021 - 22:11 WITA

Bertahan Hidup Saat Pandemi, Lewat Kain Perca Raih Pundi-Pundi Rupiah

Pengrajin kain perca, Lily Handayani (44), warga Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Kaltim. Foto-apahabar.com/Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Situasi pandemi Covid-19 membawa dampak besar bagi masyarakat.

Ekonomi melorot membuat sebagian besar warga mencoba berbagai cara untuk bertahan hidup.

Salah satunya yang dilakukan oleh Lily Handayani (44), warga Karang Rejo, Balikpapan Tengah, Kaltim ini.

Ia mengandalkan kain perca untuk meraup pundi-pundi rupiah di tengah pandemi.

Berbekal hobi masa mudanya, ia menyulap kain perca menjadi produk bermanfaat.

Seperti sarung kulkas, sarung televisi, dan juga sarung bantal. Bahkan dari kain perca juga bisa membuat boneka.

“Saya aktif begini dari tahun 2012 setelah melahirkan, cari kegiatan sambil menunggu kelahiran karena saat itu berhenti dari kerjaan dan sekarang fokus disini,” ungkapnya.

Usahanya pun cukup diminati masyarakat. Hanya bermodalkan media sosial, produk kain perca buatannya meraup pundi-pundi rupiah untuk bertahan hidup. Bahkan, pesanannya datang dari Pulau Jawa.

Hanya saja di tengah pandemi pesanannya sempat menurun drastis. Karena produk yang dihasilkan bukanlah kebutuhan pokok masyarakat.

Namun Lily tak patah semangat, ia membuat masker kain dari kain perca. Alhasil ia kembali banjir pesanan. Lantaran saat itu kebutuhan masker sedang dicari masyarakat. “Alhamdulillah ada aja pesanan sampai saat ini,” tuturnya.

Kerajinan yang ia buat bermodalkan uang pribadi. Namun untuk kain perca ia dapatkan secara gratis dari teman-temannya.

Perlengkapan lainnya pun ia mulai membeli sendiri seperti resleting, kancing, dan lain sebagainya.

“Kira-kira modalnya itu 30 persen dari harga jual. Untuk keuntungannya 50 sampai 70 persen. Tapi kalau pesanannya banyak harus menekan harga,” ujarnya.

Untuk harga jual produk Lily bermacam-nacam. Seperti masker dibanderol seharga Rp 10-20 ribu, sarung bantal Rp 40 ribu sampai Rp 100 ribu, tas tenun kecil mulai harga Rp 30 ribu dan tas besar seharga Rp 150 sampai 200 ribu. Sementara untuk tas rajut dibanderol seharga Rp 300 ribu dan selimut seharga Rp 500 ribu.

Untuk memesan produk Lily bisa melakukan percakapan di instagramnya @safinaquilt_new.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kaltim

Update Kasus Covid di Balikpapan, Sejumlah Klaster Bermunculan
apahabar.com

Kaltim

Duh, 225 Siswa SPN Polda Kaltim Positif Covid-19
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Sepakat Perangi Narkoba
apahabar.com

Kaltim

Dua Tahun, 14 Kasus Perdagangan Orang Terjadi di Kaltim

Kaltim

Polisi Buru Terduga Penculik Anak di Balikpapan, Nopol Motor Tak Terdeteksi
apahabar.com

Kaltim

Kaltim Pacu Produksi Budi Daya Perikanan
apahabar.com

Kaltim

Pemprov Kaltim Raih Opini WTP Keenam Berturut-turut

Kaltim

Diduga Masalah Lahan, Kawasan Batu Ampar Balikpapan Sempat Memanas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com