Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Bio Farma Diminta Produksi 40 Juta Dosis Vaksin Covid-19 per Bulan

- Apahabar.com     Selasa, 13 Juli 2021 - 09:07 WITA

Bio Farma Diminta Produksi 40 Juta Dosis Vaksin Covid-19 per Bulan

Pemerintah mendorong PT Bio Farma (Persero) untuk meningkatkan produksi vaksin covid-19 sebagai upaya untuk mempercepat vaksinasi kepada masyarakat. Foto-Antara/M Agung Rajasa

apahabar.com, JAKARTA – Pemerintah meminta BUMN PT Bio Farma (Persero) meningkatkan produksi 40 juta dosis vaksin Covid-19 per bulan.

Hal itu guna mengejar target dua juta penyuntikan per hari pada Agustus 2021.

“Pemerintah menargetkan penyuntikan dua juta dosis vaksin per hari pada Agustus nanti. Menteri BUMN sudah meminta Bio Farma meningkatkan produksi vaksin dari bahan baku menjadi vaksin jadi di tengah PPKM darurat ini,” kata Juru Bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi, dalam keterangan pers harian PPKM Darurat seperti dilansir dari Antara, Selasa (13/7).

Sebelumnya, produksi vaksin Bio Farma mencapai 12 juta dosis per bulan, namun kini holding BUMN farmasi itu mampu memproduksi sampai 20 juta dosis vaksin per bulan.

“Ke depan, Bio Farma didorong untuk terus menaikkan produksi hingga dua kali lipat atau 40 juta dosis per bulan,” katanya.

Dedy juga menuturkan saat ini pemerintah mempercepat suntikan dengan vaksinasi berjalan atau mobile vaccine dengan mendatangi masyarakat secara langsung, khususnya di wilayah-wilayah yang tidak terjangkau.

“Pemerintah daerah, TNI, dan Polri akan memaksimalkan vaksinasi berjalan atau mobile vaccine,” katanya.

Di sisi lain, lanjut Dedy, pemerintah tetap meningkatkan protokol kesehatan dan pengetatan aktivitas melalui PPKM darurat dan mikro, serta penguatan testing, tracing dan treatment (3T).

“Ini adalah jurus lengkap untuk mengendalikan loncatan kasus yang terjadi saat ini,” imbuhnya.

Kementerian Kesehatan mencatat pada Senin (12/7) hingga pukul 12.00 WIB, tambahan kasus harian mencapai rekor baru yakni sebanyak 40.427 orang, sehingga total kasus Covid-19 mencapai 2,567 juta orang.

Sementara itu, sebanyak 34.754 orang dinyatakan sembuh pada Senin ini atau juga rekor baru, sehingga total pasien yang sembuh menjadi 2,119 juta orang.

Namun, kasus kematian tercatat masih bertambah cukup banyak yakni 891 orang pada Senin sehingga total kasus meninggal akibat Covid-19 mencapai 67.355 orang.

Dengan demikian, jumlah kasus aktif atau pasien yang membutuhkan perawatan mencapai total 380.797 orang.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kementerian Koperasi dan UKM Perpanjang Masa Pemberian BLT
apahabar.com

Nasional

Stafsus Presiden, Aminuddin Ma’ruf: Anak Petani yang Ingin Inspirasi Santri
apahabar.com

Nasional

Gubernur Kaltim Dinilai Gagal Paham, Sebut Bukit Soeharto Bukan Hutan Lindung
apahabar.com

Nasional

Hore, Besok Kemenaker Salurkan Subsidi Gaji Tahap V
apahabar.com

Nasional

Jokowi Janji Ibu Kota Baru Bebas Macet dan Banjir
apahabar.com

Nasional

Adik Gus Dur KH Hasyim Wahid Wafat, Dimakamkan di Jombang
apahabar.com

Nasional

Patroli Siber, Kominfo Temukan 185 Hoaks UU Cipta Kerja
apahabar.com

Nasional

Gibran-Kaesang Masuk Bursa Pemilihan Wali Kota Surakarta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com