Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Blak-blakan, DLH Kalsel Ungkap Ada Daerah Abai Laporkan Limbah Medis Covid-19

- Apahabar.com     Jumat, 9 Juli 2021 - 09:42 WITA

Blak-blakan, DLH Kalsel Ungkap Ada Daerah Abai Laporkan Limbah Medis Covid-19

FOTO: Ilustrasi limbah medis Covid-19. Foto-Antara

apahabar.com, BANJARBARU – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel menyebutkan ada kabupaten-kota yang tidak melaporkan soal penanganan limbah medis Covid-19 selama ini.

Diketahui, limbah medis tergolong sampah bahan berbahaya dan beracun (B3).

Limbah itu berupa masker, sarung tangan, perban, alat suntik dan set infus bekas perawatan pasien Covid-19.

Selama ini pengelolaan limbah medis di Kalsel belum terkontrol secara maksimal, sementara kasus Covid-19 terus bertambah.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana mengatakan, pengelolaan limbah medis Covid-19 mesti dilakukan dengan pengawasan ketat.

Sebab kata dia, jika tidak, maka akan beresiko penularan.

Dia menyesalkan selama ini banyak kabupaten/kota yang tidak secara rutin melakukan pelaporan penanganan limbah medis ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalsel.

“Misalnya Banjarbaru, tidak pernah melaporkan ke DLH provinsi soal penanganan limbah medis sejak awal pandemi Covid-19 hingga sekarang,” ungkapnya, Kamis (8/7).

“Tugas kami sebagai bagian dari Satgas Covid-19 adalah memantau dan mengevaluasi pelaksanaan pengelolaan limbah infeksius atau sampa medis di Kalsel,” sambungnya.

Hanifah mengaku, selama ini pihaknya rutin menyurati kabupaten-kota agar menyampaikan laporan terkait limbah Covid-19.

“Tapi tidak semua kabupaten/kota memberikan pelaporan,” ujarnya.

Hanifah bilang, meski begitu, ada juga kabupaten/kota yang rutin mengirimkan laporan ke DLH Kalsel.

“Yakni Kota Banjarmasin, meski masih perlu verifikasi,” imbuhnya.

Sebagai informasi, kewajiban melaporkan penanganan limbah Covid-19 sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri LHK Tanggal 12 Maret 2021 revisi dari SE.2/MENLHK/PSLB3/PLB.3/3/2020 tentang Pengelolaan Limbah Infeksius (Limbah B3) dan Sampah Rumah Tangga dari Penanganan Covid-19, 24 Maret 2020.

Lalu Pemprov Kalsel menindaklanjuti dengan SE Gubernur Kalsel yang tertuang dalam Nomor 440/824/DLH/2021 tentang Pengelolaan Limbah B3 dan Sampah Dari Penanganan Covid-19, 5 Mei 2021.

Terakhir, pada 4 Juni 2021 lalu, kabupaten/kota juga telah disurati melalui Surat Gubernur Kalsel bernomor 660/00798/DLH/2021 Perihal Permohonan Data Timbulan Limbah B3 Covid-19.

Dari data DLH Kalsel, tahun 2020 lalu total volume limbah infeksius di Banua tercatat 182.821,3 kilogram.
Sedangkan tahuni ni hingga bulan Mei 2021, totalnya mecapai 68.983 kilogram.

Namun, karena tidak semua kabupaten/kota melaporkan, maka data itu belum refresentatif.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Lewat Musik, Musisi Banjarmasin Galang Dana untuk Penderita Tumor
apahabar.com

Kalsel

Gelar Sidang Pertama, DPRD Balangan Bahas Evaluasi Kinerja dan Pencapaian
Bupati Banjar

Kalsel

Bupati Banjar Izinkan Pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid
apahabar.com

Kalsel

Persiapan Cek Kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin, Begini Cara Ansharuddin-Iswan Tetap Bugar
apahabar.com

Kalsel

Sungai Tanggul Makan Tumbal, ABG Warga Bati-Bati Tewas Tenggelam
apahabar.com

Kalsel

Laksanakan Salat Ied, Warga Harapkan Daerah Bersih dari Virus
apahabar.com

Kalsel

Bakti Sosial Pramuka Kwarda Kalsel, Paman Birin Titip 5.000 Paket Sembako

Kalsel

Makin Nekat, Ekstasi dan Sabu Hendak Diselundupkan ke Lapas Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com