Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Bursa Saham Global Terkoreksi, IHSG Diprediksi Melemah

- Apahabar.com     Rabu, 28 Juli 2021 - 11:40 WITA

Bursa Saham Global Terkoreksi, IHSG Diprediksi Melemah

Ilustrasi - Karyawan melintas di dekat layar pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Foto-Antara/Rivan Awal Lingga/foc

apahabar.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diprediksi melemah pada Rabu (28/7).

Pelemahan IHSG diprediksi mengikuti terkoreksinya bursa saham global.

IHSG dibuka melemah 2,51 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.094,54. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 0,96 poin atau 0,11 persen ke posisi 836,86.

“Dibayangi oleh pelemahan mayoritas indeks global pada perdagangan Selasa, IHSG diperkirakan melemah, terutama di awal perdagangan hari ini. Rentang support-resistance diperkirakan pada 6.050-6.130,” kata Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Valdy Kurniawan dalam kajiannya di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu.

Masih dari eksternal, pergerakan IHSG pada hari ini akan dipengaruhi oleh fluktuasi nilai tukar rupiah jelang pengumuman hasil pertemuan The Fed pada Kamis (29/7) dini hari.

The Fed diperkirakan kembali mempertahankan suku bunga acuan di level 0,25 persen. Akan tetapi, kenaikan inflasi Juni 2021, tren positif dari data klaim pengangguran awal, dan realisasi U.S. Consumer Confidence (pada Juli 2021 yang jauh diatas ekspektasi, berpotensi meningkatkan ekspektasi pelaku pasar terhadap pandangan hawkish oleh The Fed pada pertemuan kali ini.

Sementara dari dalam negeri, fokus utama saat ini adalah laporan kinerja keuangan kuartal II 2021 dari emiten-emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang secara keseluruhan diperkirakan membaik, seiring dengan tren pemulihan ekonomi pada kuartal II 2021.

Oleh sebab itu, menurut Valdy, saham-saham bank, dapat kembali diperhatikan oleh investor pada perdagangan Rabu ini. Saham-saham konsumer non siklikal dan barang baku yang terkoreksi dalam pada Selasa (27/7) juga dapat diperhatikan.

Terkait pandemi, kasus baru Covid-19 kembali meningkat setelah sehari sebelumnya menurun di mana terjadi penambahan 45.203 kasus baru pada Selasa (27/7) sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 3,24 juta kasus.

Jumlah kasus meninggal akibat terpapar Covid-19 pun bertambah 2.069 kasus sehingga totalnya mencapai 86.835 kasus.

Meski demikian, sebanyak 2,59 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif Covid-19 sehingga total kasus aktif mencapai 556.281 kasus.

Bursa saham regional Asia pagi ini antara lain indeks Nikkei melemah 287,13 poin atau 1,03 persen ke 27.683,09, indeks Hang Seng naik 169,34 poin atau 0,68 persen ke 25.255,77, dan indeks Straits Times meningkat 3,34 poin atau 0,11 persen ke 3.142,15.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Apple Hapus Puluhan Ribu Aplikasi China
apahabar.com

Ekbis

Waskita Raih Rp2,5 Triliun dari Divestasi Dua Ruas Tol Trans Jawa
apahabar.com

Ekbis

Darurat Covid-19, Pertamina Suntik UMKM Rp 33,7 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Hari Ini, Mata Uang Garuda Terancam Melemah
Harga Batu Bara

Ekbis

Pekan Ini, Harga Batu Bara Melesat
apahabar.com

Ekbis

Transaksi Sementara ISEF 2020 Capai Rp 5,30 Triliun
apahabar.com

Ekbis

Kemajuan Vaksin Covid-19, Picu Harga Minyak Dunia Naik lebih dari 2 Persen
apahabar.com

Ekbis

Renault Kenalkan Mobil Listrik Murah Dacia Spring, Harganya Segini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com