Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Catat! Ciri Ahlussunnah Wal Jamaah di Akhir Zaman Versi Gus Baha

- Apahabar.com     Senin, 5 Juli 2021 - 22:09 WITA

Catat! Ciri Ahlussunnah Wal Jamaah di Akhir Zaman Versi Gus Baha

Ulama Gus Baha. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Melalui kajian ilmu, Gus Baha menyebutkan ciri-ciri Ahlussunnah Wal Jamaah di akhir zaman.

“Ciri Ahli Sunnah di akhir zaman itu, dalam akidah menganut Imam Abul Hasan Al-Asy’ari dan Imam Abu Mansur Al-Maturidi,” ucap Gus Baha dikutip apahabar.com dari kanal YouTube Pencinta Gus Baha-Pencinta Ulama, Senin (5/7).

Jika ilmu fikih, kata Gus Baha, maka mengikuti satu dari empat mazhab.

Di antaranya Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafii atau Imam Ahmad bin Hanbal.

Sedangkan dalam ilmu tasawuf, mengikuti salah satu dari dua mazhab, yakni Abul Qosim Al-Juanidi atau Imam Al-Ghozali.

“Mengapa menjadi definisi begitu? Karena, dahulu firqoh di Arab banyak yang menentang. Itu pengertian apa? Nabi tak pernah menjelaskan begitu,” jelas Gus Baha.

“Kalian jangan terjebak dengan ucapan mereka, bahwa nabi tak pernah mengeluarkan definisi tentang ciri Ahlussunnah Wal Jamaah seperti itu. Tentu nabi tak akan mengatakan seperti itu, karena di zaman nabi belum ada Imam Ghozali, belum ada Abul Qosim Al Junaidi,” sambungnya.

Namun, mengapa pada zaman sekarang umat Muslim percaya dengan definisi tersebut?

Karena menurut Gus Baha, Ahlussunnah Wal Jamaah itu seperti yang dikatakan Nabi Muhammad SAW.

“Maa ana alaihil yauma wa ashaabi.”

Artinya: Orang yg mengikuti perilaku saya dan mengikuti para sahabat saya.

“Itu teks yang disampaikan nabi. Lalu kenapa kita harus menyebut nama imam-imam kita dan sanad kita? Karena kalau kita tak menyebut sanad, akan muncul pertanyaan,” ungkap Gus Baha.

“Kamu kok bisa tahu sahabat melakukan itu kata siapa?” jawabnya “Kata guru saya.” Kita kan tak bisa langung mengatakan “kata Nabi,” lanjutnya.

“Kata Nabi itu yang meriwayatkan siapa? Contoh Imam Bukhori. Imam Bukhori itu siapa? Beliau itu muridnya Imam Syafii. Karena Imam Bukhori itu periodenya setelah Imam Syafii. Saya hafal sanadnya Imam Bukhori sampai ke Rasulullah. Dan saya punya sanad sampai Imam Bukhori,” pungkas Gus Baha.

Editor: Muhammad Robby - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Tolak Hartawan, Ulama Tabiin Ini Memilih Menantu dari Duda Miskin
apahabar.com

Hikmah

Puasa Menyehatkan Tubuh, Mencerdaskan Otak
apahabar.com

Habar

Tarawih di Masjid Nabawi Berdurasi Singkat dengan Makmum Terbatas
apahabar.com

Religi

Kisah Foto Guru Sekumpul Selamat dari Kebakaran Hebat di Mahligai Banjarmasin
Cegah Virus Corona Tersebar, Kegiatan Isra Mi'raj di Masjid Sultan Suriansyah Dibatalkan

Habar

Cegah Virus Corona Tersebar, Kegiatan Isra Mi’raj di Masjid Sultan Suriansyah Dibatalkan
apahabar.com

Habar

Gara-gara Covid-19, Kedah Batalkan Bazar Ramadan dan Idul Fitri

Habar

Menjelang Akhir Hayat, Guru Zuhdi Sempat Mendirikan Salat

Habar

3 Jemaah Umrah Indonesia Positif Covid-19, Travel Diminta Lebih Ketat Terima PCR
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com