BREAKING! Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas

Covid-19 di Banjarmasin Melonjak, Stok Darah Plasma Konvalesen Malah Kosong

- Apahabar.com     Sabtu, 10 Juli 2021 - 14:13 WITA

Covid-19 di Banjarmasin Melonjak, Stok Darah Plasma Konvalesen Malah Kosong

Terapi darah plasma konvalesen. Foto-jawapos

apahabar.com, BANJARMASIN – Lonjakan kasus Covid-19 di Kota Banjarmasin tidak dibarengi dengan stok plasma konvalesen.

Salah satu metode penyembuhan dari infeksi Covid-19 ini kian minim di PMI Banjarmasin.

Tercatat hanya 40 plasma konvalesen di bulan Juni lalu. Untuk Juli ini diharapkan meningkat dibandingkan bulan kemarin.

“Plasma konvalesen kan permintaannya sehari 20 antrian terus dan pendonornya telah berkurang,” ujar Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit.

Ia menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pelacakan para penyintas Covid-19 di Banjarmasin.

Mereka mempunyai antibody di tubuhnya setelah sembuh dari infeksi virus Corona. Kemudian, antibodi itu akan disimpan dalam plasma darah orang tersebut. “Yang masih ada kita ambil antibody ya,” ucapnya.

Namun, Rama mengatakan sederet kendala penyintas mendonorkan plasma konvalesen di PMI Banjarmasin. Salah satunya program vaksinasi Covid-19.

Orang baru bisa mendonorkan plasma konvalesen setelah kurun waktu 3 hari setelah disuntik vaksin. Kurun waktunya berbeda tergantung jenis vaksin.

“Untuk vaksin Sinovac 3 hari tapi kalau merk Astrazaneca bisa satu bulan,” pungkasnya.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Banjarmasin, dalam kurun waktu tiga hari tercatat ada sebanyak 37 kasus baru ditemukan.

Pada Selasa (6/7) tercatat jumlah kasus Covid-19 aktif sebanyak 113 kasus. Kemudian Rabu (7/7) kasus aktif berjumlah 133 kasus. Besoknya Kamis (8/7), jumlah kasus aktif kembali melonjak menjadi 150 kasus.

Kepala Dinkes Banjarmasin, Machli Riyadi pun membenarkan bahwa kasus Covid-19 di Banjarmasin kembali meningkat tajam.

“Memang ada peningkatan dan kita tidak memungkiri itu. Ada lonjakan yang sangat signifikan,” ujarnya Jumat (9/7).

Machli pun menerangkan kondisi ini menjadi alarm bagi warga Banjarmasin, tentang bahayanya penularan Covid-19.

“Ini jadi peringatan dini untuk masyarakat di Banjarmasin. Karena yang terpapar Covid-19 sangat tinggi,” jelasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Ayo Datang ke Masjid di Banjarmasin, Bayar Zakat Fitrah Bisa Dilakukan Sekarang!
Banjarmasin

Banjarmasin

Drama #SAVEKPK di Banjarmasin, Supian HK Dicari-cari Mahasiswa Kalsel
Banjarmasin

Banjarmasin

Kebakaran di Belda Banjarmasin, Puluhan Ayam Mati Terpanggang! 
Cuaca Kalsel Hari Ini

Banjarmasin

Cuaca Kalsel Hari Ini: Banjarmasin Cerah, 3 Wilayah Waspada Hujan Petir
Biker Banjarmasin

Banjarmasin

Salut! Biker Misterius di Banjarmasin Bagi-bagi Uang kepada Rakyat Kecil
Banjarmasin

Banjarmasin

Diduga Sengaja Dibakar, 3 Rumah Ludes di Sungai Baru Banjarmasin!
Banjarmasin

Banjarmasin

Pembunuhan Veteran Banjarmasin, Rizki Dihabisi karena Hal Sepele
apahabar.com

Banjarmasin

Pembelajaran Tatap Muka di Banjarmasin Segera Dilaksanakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com