Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Dapat Izin dari BPOM, Ketahui Perbedaan Vaksin Moderna dengan Sinovac

- Apahabar.com     Rabu, 7 Juli 2021 - 08:57 WITA

Dapat Izin dari BPOM, Ketahui Perbedaan Vaksin Moderna dengan Sinovac

Ilustrasi. Foto-DW

apahabar.com, JAKARTA – Vaksin Covid-19 Moderna mendapatkan izin penggunaan darurat (EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM). Ternyata, vaksin ini membutuhkan cara penyimpanan berbeda dari vaksin yang sebelumnya ada di Indonesia.

Mengutip keterangan Satgas Covid-19, Moderna merupakan vaksin yang dikembangkan dari mRNA, sehingga memerlukan teknologi penyimpanan berbeda dengan vaksin dari platform inactivated virus seperti Sinovac. Vaksin ini perlu sarana penyimpanan pada suhu minus 20 derajat celsius. Untuk menjaga kualitasnya, vaksin Moderna akan diserahkan ke Indonesia bersamaan dengan teknologi penyimpanan dan distribusinya.

Vaksin Moderna merupakan vaksin pertama dari platform mRNA yang memperoleh EUA dari Badan POM. Vaksin ini merupakan bantuan dari Pemerintah Amerika yang disalurkan melalui skema COVAX facility.

Efikasi vaksin Covid-19 Moderna untuk masyarakat berusia 65 tahun ke atas mencapai 86,4 persen. Tak hanya memiliki data yang baik untuk pengidap komorbid, Kepala Badan POM Penny K Lukito mengungkapkan vaksin Corona Moderna masih efektif melindungi tubuh dari varian baru Corona.

“Dan juga ada data yang menunjukkan bahwa efikasi yang masih melindungi orang yang tidak terinfeksi Covid-19 pada varian-varian virus Alpha, Beta, Gamma, dan saya kira kami juga menilai bahwa berkembangnya varian virus ini,” jelas Penny, kutip Detikcom.

Hal tersebut, ujar Penny, menjadi salah satu pertimbangan BPOM memberikan EUA. Vaksin COVID-19 Moderna juga sudah masuk daftar emergency use listing (EUL) Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Dewan Pers Segara Temui Kapolri Bahas Kekerasan Terhadap Wartawan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Resmi Lantik Yudian Wahyudi sebagai Kepala BPIP
Penganiayaan

Nasional

Irjen Napoleon Lumuri Wajah dan Tubuh Muhammad Kece Pakai Kotoran Manusia

Nasional

Dipanggil Polda Metro Jaya, Haikal Hassan Bersumpah Mimpi Bertemu Rasulullah
apahabar.com

Nasional

Desak Kemenag Gunakan Rupiah Untuk Haji 2019
Vanessa Angel

Nasional

Keluar Rutan, Apa Kesibukan Vanessa Angel Jalani Asimilasi di Rumah?
apahabar.com

Nasional

Terjerambab, Tiga Warga Tewas Dalam Satu Sumur
apahabar.com

Nasional

Brigjen Krishna Murti Dipersilakan Jika Ingin Jadi Ketua PSSI
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com