3 Profesor Bertarung di Pilrek UIN Antasari, DEMA-Senat Beri Sederet Catatan Kritis Arab Saudi Izinkan Wisatawan Asing Masuk Mulai 1 Agustus, Intip Syaratnya Siap-siap! Sejumlah Kawasan Banjarmasin Timur Bakal Alami Gangguan Air Bersih Jokowi: Lompatan Kasus Covid-19 Bisa Direm karena PPKM DITANGKAP! Pengeroyok-Penusuk Remaja di Warung Miras Banjarmasin

Demokrat Setuju Parlemen Jadi RS Covid, 1 Partai Menolak

- Apahabar.com     Senin, 12 Juli 2021 - 20:44 WITA

Demokrat Setuju Parlemen Jadi RS Covid, 1 Partai Menolak

Gedung DPR RI. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Dua pimpinan MPR dari fraksi Demokrat dan PKB beda suara soal usulan kompleks parlemen dijadikan rumah sakit darurat virus Covid-19 di tengah lonjakan kasus saat ini. Demokrat mendukung, sementara PKB menilai tidak tepat.

Wakil Ketua MPR dari Demokrat Syarief Hasan mendukung parlemen dijadikan rumah sakit darurat karena masyarakat semakin sulit mendapat perawatan. Kegiatan rapat DPR dan MPR pun bisa dilakukan via internet.

“Akibat membludaknya kenaikan kasus Covid-19 membuat RS-RS semakin kesulitan menampung, sementara masyarakat butuh tempat perawatan. Karena itu, kami mengusulkan dalam kondisi kedaruratan ini untuk menggunakan Gedung DPR/MPR RI sebagai RS darurat,” kata Syarief mengutip Antara, Minggu (11/7).

Syarief mengatakan partainya kerap mendapat keluhan dari masyarakat yang positif Covid-19 namun sulit mendapat perawatan di rumah sakit. Itu terjadi karena tak sedikit rumah sakit yang telah penuh di berbagai daerah.

“Bahkan, ada beberapa kasus pasien gejala berat yang meninggal dunia, karena terlambat tertolong disebabkan kapasitas RS yang sudah penuh,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua MPR fraksi PKB Jazilul Fawaid menilai tidak tepat jika kompleks parlemen dijadikan rumah sakit darurat Covid-19. Dia menyebut kompleks parlemen merupakan perkantoran, sehingga tidak cocok dijadikan rumah sakit.

“Usulan itu kurang tepat karena Gedung DPR itu perkantoran, masih ada yang bekerja dan fasilitasnya kurang layak dan memadai,” kata Jazilul, di Jakarta, Minggu.

Dia menghargai usulan halaman Kompleks Parlemen menjadi RS Darurat Covid-19. Namun, masih banyak cara yang bisa dilakukan parlemen dalam mendukung upaya Pemerintah menanggulangi pandemi Covid-19.

Jazilul lebih setuju jika Gelora Bung Karno yang dijadikan rumah sakit darurat.

“Namun hemat kami lebih cocok kalau Gelora Bung Karno saja yang disulap jadi RS Darurat Covid-19. Selain karena lahannya lebih luas, juga lebih steril dari lalu lintas orang bekerja,” ujarnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar,.com

Kalsel

Lepas Atlet Futsal SMADA ke Thailand, Ibnu Sina Beri Uang Saku Tambahan
apahabar.com

Kalsel

Hadapi Pilkada Serentak 2020, Kapolda Kalsel Bersama KPU dan Bawaslu Kalsel Ikuti Vicon Kesiapan Penyelenggaraan
apahabar.com

Kalsel

Seleksi Pendidikan Regional di Polda Kalsel Resmi Dimulai, Kapolda Kalsel: Tunjukkan Kualitas Terbaik
apahabar.com

Kalsel

Daftar CPNS, Pelamar Disabilitas Harus Sertakan Surat Rumah Sakit
apahabar.com

Kalsel

Puluhan Rumah di Kelurahan Selat Utara Kapuas Kalteng Dapat Bantuan Perbaikan
apahabar.com

Kalsel

Harga Bahan Pokok di Pasar Kemakmuran Kotabaru Stabil
apahabar.com

Kalsel

Takut Sial, Pedagang Lakukan Siraman Air Kembang di Lokasi Temuan Mayat
apahabar.com

Kalsel

Dua Kali Swab Mandiri, Paslon Pilbup Banjar 2020 Andin-Guru Oton Negatif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com