Fakta Baru Duel Maut di Sungai Miai Banjarmasin, Hanya Gara-Gara Rumput Laka di Kapar HST: Pengendara Vario Nyungsep ke Kolong Colt L-300 Resmikan Pabrik Bio Diesel di Tanah Bumbu, Jokowi Bakal Naik Helikopter Sisihkan 20 Peserta, 3 Barista Banjarbaru Sabet Gelar Juara Brewers Cup 2021 Terungkap, Penyebab Kematian Ibu Muda di Hotel Berbintang Banjarmasin

Diduga KDRT, Oknum Kadis di Kandangan HSS Dipolisikan Istri Sendiri!

- Apahabar.com     Kamis, 1 Juli 2021 - 15:31 WITA

Diduga KDRT, Oknum Kadis di Kandangan HSS Dipolisikan Istri Sendiri!

Sang istri datang melapor dengan membawa secarik surat laporan dokter yang menyatakan bahwa ia mengalami stres. Geram lantaran diduga ditelantarkan hingga ditalak karena keguguran, AN pun membongkar sederet kelakuan amoral terlapor. apahabar.com/Fida

apahabar.com, BANJARBARU – Diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), seorang kepala dinas di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dipolisikan istrinya sendiri ke Polres Banjarbaru.

“Benar, kita sudah lakukan penyelidikan terhadap laporan AN [pelapor] yang mana di dalam laporan itu masalah kekerasan psikis atau KDRT yang sifatnya psikis. Memang pelapor mengatakan suaminya ASN di Kabupaten HSS, memang keterangan beliau suaminya kepala dinas tertentu,” ujar Kasat Reskrim Polres Banjarbaru Iptu Martinus Ginting Kamis (1/7).

Laporan AN, kata Martinus, sudah ditindaklanjuti, dan saat ini tahap pemanggilan saksi.

“Sudah melakukan pemanggilan beberapa saksi ada paman dan adiknya. Pelapor melaporkan kejadian tersebut juga disertai dengan surat keterangan dokter yang menyatakan bahwa si pelapor ini dalam keadaan stres artinya psikisnya terganggu,” jelasnya.

Laporan keterangan dokter itupun katanya segera diselidiki, jika benar maka akan disandingkan dengan keterangan ahli psikologi.

“Ke depan kami juga akan melakukan pemeriksaan kepada dokter tersebut apakah benar mengeluarkan surat itu. Selanjutnya nanti keterangan dokter akan kita sandingkan dengan keterangan ahli psikologi. Dari sini nanti kita dapat menyimpulkan apakah benar pada korban telah terjadi KDRT berupa kekerasan psikis,” terang Martinus.

KDRT bersifat psikis kata Martinus termuat dalam UU KDRT pasal 45 dengan ancaman hukuman maksimal 3 tahun penjara.

Sementara itu, Kuasa Hukum AN, Siti Hastati Pujisari membeberkan inti dari laporan kliennya.

“Beliau ASN kepala dinas di salah satu SKPD di Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Laporan berkenaan dengan dugaan KDRT dan penelantaran sesuai UU KDRT No 23 tahun 2021. Sementara laporan kami sudah diterima dan terus berproses,” ujarnya.

Keterangan dan video selengkapnya di halaman selanjutnya: 

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Siswa Baru

Banjarmasin

SMPN di Banjarmasin Tak Dilirik, Berikut Daftar Sekolah Kekurangan Siswa Baru
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Suara Pasien Sambang Lihum Melayang
apahabar.com

Kalsel

Meriahkan Harganas, Disdukcapil Kalsel Bagikan 5000 KIA Kepada Penggalang Ceria
apahabar.com

Kalsel

Salasiah Tewas Diserang Cobra
apahabar.com

Kalsel

Rapat Terpadu Digelar, Bagaimana Nasib Sungai Satui?
apahabar.com

Kalsel

Rapid Test Tiba di Kalsel, Prioritas ODP dan Rujukan PDP
DPR RI

Kalsel

Naik Perahu Karet, Anggota DPR RI Salurkan 1000 Sembako ke Batola

Kalsel

BREAKING NEWS: Belasan Warga Tanah Bumbu Diduga Terjebak Longsor di Tambang Batu Bara
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com