Canggih, Banjarmasin Kini Punya ADM, Sanggup Cetak 100 e-KTP Sehari Evakuasi Korban Erupsi Semeru, Dua Helikopter-Tiga Kompi TNI Dikerahkan Empat Program Bank Indonesia Majukan UMKM Busyet! Buaya Masuk Rumah Warga Saat Banjir di Kaltim Lama Buron, Mantan Kades di Katingan Tilap Dana Desa Rp 1,1 M Berhasil Diringkus di Kapuas

Dinkes Banjar dan Manis Bapanting Selaras Perangi Stunting

- Apahabar.com     Kamis, 15 Juli 2021 - 17:20 WITA

Dinkes Banjar dan Manis Bapanting Selaras Perangi Stunting

Ilustrasi stunting. Foto-Antara

apahabar.com, MARTAPURA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Banjar miliki program selaras dengan Manis Bapanting untuk memerangi anak gizi buruk dan stunting di Kabupaten Banjar.

Program Manis Bapanting dari Bupati Banjar H Saidi Mansyur ini merupakan singkatan dari Maju, Mandiri, Agamis Bersama Pantau dan Peduli Stunting.

Dijelaskan Kepala Dinkes Banjar dr Diauddin, program tersebut bernama Kelompok Relawan Menuju Anak Indonesia Sehat Bebas Stunting (Kawan Manis Best).

Dimana program ini sebagai pelopor di setiap wilayah Kecamatan dan Desa yang ada di Kabupaten Banjar, untuk mensosialisasikan pencegahan stunting kepada masyarakat.

Kepala Dinkes Banjar dr Diauddin. Foto-Istimewa

“Intinya inovasi yang kita akan bentuk yaitu Kawan Manis Best ini untuk men-support dan mempercepat penanganan stunting,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr Dia mengatakan, karena jika dari satu pihak saja yang bergerak maka akan lambat dalam penanganan stunting dan juga masalah gizi di Kabupaten Banjar.

Selain itu, dari sisi kesehatan, Dinkes Banar hanya bisa menyumbangkan sebanyak 30 persen sedangkan untuk 70 persen lainnya, perlu dari dukungan lini sektor lain.

Dr Dia juga menjelaskan, terkait angka stunting di Kabupaten Banjar pada tahun 2020 lalu berada pada posisi ke 11 di antara 13 kabupaten kota yang ada di Kalimantan Selatan (Kalsel).

“Jika dari tingkat jumlah angka stunting daerah kita berada di 11 terendah, dan kalau dari presentasi berada di angka 20 persen, masin di bawah standar tingkat nasional yang mana standarnya 24 persen,” ungkapnya.

Namun, permasalahan stunting ini menurutnya harus lebih ditekan lagi, jika berdasarkan target 2024 nanti, maka Kabupaten Banjar harus bisa mencapai 14 persen angka stunting di Kabupaten Banjar.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Misteri Pembunuhan Pria di Kelayan B Terungkap: Pelaku Menuntut Balas Luka Lama
apahabar.com

Kalsel

Laksanakan Salat Ied, Warga Harapkan Daerah Bersih dari Virus
apahabar.com

Kalsel

Epidemiologi Kalsel Butuh 2,5 Bulan Lagi untuk Konfirmasi Kasus Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Memprihatinkan, Bayi 6 Bulan PDP Covid-19 di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Jelang Idul Adha, Pemkot Banjarmasin Awasi Kesehatan Hewan Kurban
Apahabar.com

Kalsel

Sekretariat DPRD Kalsel Usul Test Swab
apahabar.com

Kalsel

Meriahnya Hari Tari Dunia di Taman Budaya Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Waspada Potensi Kebakaran Hutan di 11 Wilayah Kalsel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com