Armada Batu Bara Nebeng Fasum, Puluhan Pemuda Kotabaru Turun ke Jalan Megaproyek 4 Smelter Haji Isam, Prof Mutia Bilang Begini  Kata Pemprov Soal Megaproyek 4 Smelter Haji Isam di Kalsel Bersih-bersih Badut Jalanan di Kapuas, Satu dari Banjarmasin Terjaring Resmi Dubes, Pengganti ‘Urang Banua’ Jadi Jubir Jokowi Masih Tanda Tanya

Duh, Jenazah Covid-19 Surabaya Antre 20 Jam untuk Dimakamkan

- Apahabar.com     Kamis, 1 Juli 2021 - 09:59 WITA

Duh, Jenazah Covid-19 Surabaya Antre 20 Jam untuk Dimakamkan

Ilustrasi pemakaman Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan rumah sakit mulai kewalahan mengurus jenazah pasien Covid-19 lantaran lonjakan kasus kematian di Kota Pahlawan dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, jenazah harus mengantre hingga berjam-jam untuk disemayamkan. Bahkan, kata Eri, jenazah baru bisa dimakamkan setelah 20 jam lebih menunggu penanganan.

“Mendengar informasi itu saya kaget betul. Makanya, saya langsung ambil keputusan bahwa khusus untuk warga Surabaya, pemulasaraan jenazahnya bisa dilakukan di [TPU] Keputih ini,” kata Eri, dilansir dari CNN Indonesia, Kamis (1/7).

Eri menyebut pihaknya sudah menyiapkan berbagai kebutuhan untuk pemulasaraan jenazah, mulai dari petugas, pemandiannya, beserta kebutuhan lainnya agar proses bisa lebih cepat.

Organisasi keagamaan seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah pun sudah menyiapkan relawan yang mempunyai kemampuan untuk memulasarakan jenazah beragama Islam.

“Jadi, mulai dimandikan, disalati dan dimakamkan bisa dilakukan di sini, sehingga tidak perlu jauh-jauh nanti,” ujarnya.

Sedangkan bagi jenazah beragama lain, Eri juga sudah mempersiapkan segala kebutuhannya. Ia pun mengaku sudah menyiapkan petugas khusus untuk merawat jenazah laki-laki dan perempuan.

“Inilah yang bisa dilakukan untuk warga Kota Surabaya, karena saya tidak rela lah mau dimandikan saja antrinya sampai 20 jam. Dan pemulasaran ini nanti melayani 24 jam,” katanya.

Lebih lanjut, Eri mengatakan pihaknya juga menambah lahan pemakaman khusus Covid-19 di TPU Keputih. Meski demikan, ia berharap lahan baru tersebut tak diisi oleh warga Surabaya yang meninggal karena Covid-19.

“Jadi, ini sifatnya antisipatif, karena kemarin saja yang dimakamkan sesuai protokol kesehatan totalnya sekitar 40an,” ujarnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Pemkot Surabaya sepanjang Juni 2021, jenazah yang dimakamkan sesuai dengan protokol Covid-19 mencapai 490 orang. Eri pun meminta warganya memperketat protokol kesehatan Covid-19.

“Pemkot Surabaya mengeluarkan semua kemampuannya semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat Surabaya. Kami lakukan semuanya demi warga Surabaya,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

H2D

Nasional

Kapolda Kalsel-Danrem Antasari Gerak Cepat Respons Pembubaran FPI
apahabar.com

Nasional

Dua WNI Positif Virus Corona Tinggal di Depok
apahabar.com

Nasional

Siang Ini, Megawati Bakal Umumkan 50 Calon Kepala Daerah
Jokowi: Pemerintah Upayakan Perlindungan Bagi WNI di Wuhan

Nasional

Jokowi: Pemerintah Upayakan Perlindungan Bagi WNI di Wuhan
apahabar.com

Nasional

Jakarta PSBB Total, Gubernur Banten Tak Kenal Rem Darurat

Nasional

Waspadai Gelombang Hingga 6 Meter di Laut, Kemenhub Rilis Maklumat Pelayaran

Nasional

ESDM Siapkan Dua Skenario Genjot Produksi Energi Hijau
apahabar.com

Nasional

Kementerian Ketenagakerjaan Alokasikan Bantuan Subsidi Upah Rp 37,7 triliun
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com