Paman Birin Doktor Kehormatan, Mahasiswa Bergerak ‘Kuningkan’ ULM Bali-Singapura Buka Penerbangan, Kadinkes Banjarmasin Waswas Kata Para Pelaku Usaha di Banjarbaru Soal Wajib PCR Penumpang Pesawat Diadili, Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin Polemik Gelar Doktor Kehormatan untuk Paman Birin, Alumnus Tantang Uji Publik!

Hindari Penyebaran Covid-19, MK Tunda Seluruh Sidang hingga 20 Juli

- Apahabar.com     Senin, 5 Juli 2021 - 17:56 WITA

Hindari Penyebaran Covid-19, MK Tunda Seluruh Sidang hingga 20 Juli

Ilustrasi sidang di Mahkamah Konstitusi di Jakarta. Foto-JIBI/Abdullah Azzam

apahabar.com, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) RI menunda seluruh sidang yang telah terjadwal hingga 20 Juli 2021.

Penundaan guna menghindari penyebaran Covid-19 di lingkungan lembaga peradilan tersebut.

Melansir Antara, berdasarkan keterangan resmi MK yang diterima di Jakarta, Senin, (5/7), terdapat lima poin penting yang diputuskan MK berdasarkan arahan Ketua dan Wakil Ketua MK.

Pertama, MK berperan aktif dalam upaya memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Kedua, menunda seluruh persidangan MK yang sudah terjadwal sampai dengan 20 Juli 2021.

“Sidang akan dijadwalkan kembali setelah 20 Juli 2021 atau dengan melihat perkembangan terakhir serta pengumuman MK,” tulis keterangan resmi MK tersebut.

Selanjutnya, poin ketiga yaitu kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) diberlakukan penuh bagi seluruh pegawai MK. Keempat, seluruh kegiatan non-sidang seperti kunjungan tamu, audiensi dan kegiatan lainnya dilayani secara virtual.

Terakhir, pengajuan permohonan atau hal-hal lain yang berkaitan dengan perkara serta layanan umum lainnya tetap dilayani dengan menggunakan serta mengoptimalkan fasilitas elektronik atau dalam jaringan (daring).

Hal-hal tersebut diberlakukan sampai dengan kebijakan dan pemberitahuan berikutnya yang akan ditetapkan dengan memerhatikan perkembangan situasi dan kondisi teraktual.

Presiden Joko Widodo telah mengumumkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Pula Jawa dan Bali terhitung sejak 3 sampai 20 Juli 2021 menyikapi peningkatan kasus Covid-19.

Bagi sektor esensial hanya maksimal 50 persen staf yang bekerja di kantor dengan melakukan protokol kesehatan dan 100 persen bagi sektor kritikal.

Sektor esensial meliputi keuangan dan perbankan, pasar modal, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan nonpenanganan karantina Covid-19, serta industri orientasi ekspor.

Sementara, sektor kritikal adalah energi, kesehatan, keamanan, logistik, transportasi, industri makanan, minuman dan penunjangnya, petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, dan utilitas dasar seperti listrik dan air serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Erick Thohir: Setelah Vaksin Covid-19 Ditemukan, Imunisasi Massal Awal 2021

Nasional

Anies Wajibkan Kantor di Zona Merah Jakarta WFH 75 Persen
Proses Vaksinasi

Nasional

Tinjau Proses Vaksinasi di Palembang, Dirut BPJS Kesehatan Pastikan P-Care Terlaksana
Erupsi Gunung Sinabung

Nasional

Gunung Sinabung Erupsi, Luncurkan Awan Panas Sejauh 4,5 Kilometer
Gempa

Nasional

Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Pulau Sumba, Getaran hingga Labuan Bajo
apahabar.com

Nasional

Kabupaten PPU dan Kukar Jadi Ibu Kota, Isran Koordinasi dengan Wali Kota
Ridwan Kamil

Nasional

Ketum PAN Bertemu Ridwan Kamil: Kita Butuh Jalan Tengah

Nasional

Peta Ancaman Siber RI Kuartal I 2021, Ada 9 Juta Serangan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com