Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

IDI minta Masyarakat Tidak Unjuk Rasa Tolak PPKM

- Apahabar.com     Jumat, 23 Juli 2021 - 23:37 WITA

IDI minta Masyarakat Tidak Unjuk Rasa Tolak PPKM

Ilustrasi. Foto-Ist

apahabar.com, JAKARTA – Ketua Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban meminta masyarakat DKI Jakarta tak menggelar unjuk rasa menolak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Jadi amat sangat mohon jangan demo (unjuk rasa), karena datanya menunjukkan Jakarta sedang bagus. Jadi tidak ada alasan untuk demo (menolak PPKM) karena hasilnya baik,” ujar Zubairi dikutip dari Antara, Jumat (23/7).

Menurut Zubairi, unjuk rasa seperti gerak jalan (long march) akan berpotensi mengumpulkan banyak orang sehingga berisiko menyebabkan klaster baru.

Ia mengatakan masyarakat bisa menyuarakan pandangannya menggunakan cara lain apabila terjadi silang-pendapat terkait perpanjangan PPKM.

Cara menyuarakan pendapat yang tidak menimbulkan kerumunan, misalnya, melalui diskusi daring, membuat keterangan pers atau menyajikan konten penolakan melalui media sosial.

Ia mengatakan data Covid-19 di DKI Jakarta menunjukkan adanya penurunan angka “positivity rate” dalam seminggu terakhir, dari sekitar 40 persen menjadi 25,7 persen sejak adanya PPKM Darurat.

“Positivity rate” adalah perbandingan antara jumlah kasus positif Covid-19 dengan jumlah tes yang dilakukan.

“Data (positivity rate) turun (dalam sepekan terakhir) itu menunjukkan bahwa penerapan PPKM selama sepekan terakhir di DKI Jakarta mulai menunjukkan hasil,” kata Zubairi.

Karena itu, dia meminta masyarakat berpikir ulang apabila ingin menolak PPKM tersebut menggunakan cara-cara yang berpotensi menimbulkan kerumunan seperti menggelar aksi unjuk rasa.

“Karena tujuan demo (unjuk rasa) kan untuk mengatasi masalah Covid-19. Sekarang sudah mulai teratasi pelan-pelan, turun dari 40 ke 25,7 persen ‘positivity rate’ seminggu terakhir di Jakarta,” ujar Zubairi.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

RSPI Sulianti Saroso Nyatakan 73 Pasien Covid-19 Sembuh
apahabar.com

Nasional

Mengenal Garuda Indonesia yang Bawa Harley dan Brompton  
Maluku Diguncang

Nasional

Maluku Diguncang Gempa 5,1 M, Tidak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Tidak Ada Penambahan Pasien Baru Covid-19 di Jatim
Pesawat Batik Air

Nasional

Pesawat Batik Air Mendarat Darurat di Kualanamu, Ini Alasannya
CVR Sriwijaya

Nasional

Hingga Hari ke-10 Memori CVR Sriwijaya Air Belum Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Seleksi Capim KPK 2019-2023, Jaksa Agung Akan Siapkan Jaksa Terbaik
apahabar.com

Nasional

Atasi Virus Corona, PM Malaysia Umumkan Lockdown Selama Dua Pekan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com