BREAKING! Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas

Iduladha di Niujie Tanpa Pemotongan Hewan Kurban

- Apahabar.com     Selasa, 20 Juli 2021 - 18:25 WITA

Iduladha di Niujie Tanpa Pemotongan Hewan Kurban

Sedikitnya 1.000 umat Islam dari berbagai etnis di China mendengarkan khotbah Hari Raya Iduladha di Masjid Niujie, Beijing, China, Selasa (20/7). Foto-Antara/M. Irfan Ilmie

apahabar.com, BEIJING – Perayaan Iduladha di Masjid Niujie, Beijing, China, Selasa (20/7), tanpa disertai dengan kegiatan pemotongan hewan kurban seperti tahun-tahun sebelumnya.

Ditiadakannya pemotongan hewan kurban di dalam kompleks masjid yang berdiri di atas lahan seluas 10.000 meter persegi di Distrik Xicheng itu sebagai bagian dari protokol kesehatan yang harus dijalankan untuk mencegah meluasnya wabah Covid-19.

Seusai salat Iduadha, para jemaah berangsur meninggalkan kompleks masjid terbesar dan tertua di Ibu Kota China itu.

Meskipun demikian, umat Islam dari berbagai latar belakang etnis di China itu antusias mengikuti salat Id. Diperkirakan salat Id di masjid yang pernah dikunjungi mantan Presiden Abdurrahman Wahid dan Presiden Joko Widodo itu mencapai 1.000 orang, termasuk jemaah yang berada di halaman utama masjid dan jemaah perempuan.

Bahkan Masjid Niujie sudah dipadati jemaah sejak pukul 07.00 waktu setempat (06.00 WIB). Padahal rangkaian salat Iduladha dimulai pukul 08.30.

“Saya sudah empat kali salat Iduladha di sini,” kata Ma Zhi, mahasiswa asal Provinsi Gansu, ditemui Antara di Masjid Niujie.

Sejak pagi petugas keamanan dibantu tenaga sukarelawan telah bersiaga di jalan raya depan masjid yang dibangun pada tahun 996 Masehi atau pada era Dinasti Liao.

Dua dari empat lajur jalan raya di tengah komunitas Muslim terpadat di Beijing itu diblokir untuk akses para jemaah.

Sebelum rangkaian salat Iduladha dimulai, dewan imam Masjid Niujie dan jajaran pengurus Asosiasi Islam China (CIA) menyanyikan lagu kebangsaan “Yiyongjun Jinxingqu” di halaman dekat pintu masuk.

Seorang imam menyampaikan tausiyah tentang fadilah dan hikmah Iduladha dengan menggunakan bahasa Mandarin.

Dilanjutkan dengan salat Id dua rakaat yang dirangkai dengan pembacaan dua khotbah berbahasa Arab oleh seorang khatib dan ditutup dengan doa bersama.

Pada tahun-tahun sebelum pandemi, pemotongan hewan kurban di Masjid Niujie memberikan daya tarik tersendiri. Sesuai tradisi, perayaan Iduladha di China lebih ramai daripada Idulfitri dan perayaan hari keagamaan Islam lainnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Internasional

Prancis dan Italia Diterjang Badai Mematikan: Ribuan Rumah Rusak, 2 Tewas, 30 Hilang
apahabar.com

Internasional

Ada Masjid Gunakan Teknologi Pengendali Covid-19 di Inggris
apahabar.com

Internasional

Kasus Positif Covid-19 Melonjak, Taiwan Tolak Sementara Pekerja Migran dari Indonesia
apahabar.com

Internasional

Politikus Denmark Berencana Terbitkan Ulang Kartun yang Diduga Menghina Nabi
apahabar.com

Internasional

Berhasil Lahirkan Bayi Kembar Hasil Rekayasa Genetik, Ilmuan Berurusan dengan Polisi
apahabar.com

Internasional

Sebelum di Wuhan, Jejak Virus Corona Ditemukan di Barcelona Maret 2019
apahabar.com

Internasional

Ada Undian Rp590 Miliar dari Facebook
apahabar.com

Internasional

Malaysia Akan Kembali Terapkan Lockdown
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com