Braakk! Pemuda “Gaduk” Tubruk Bokong Truk di Kotabaru Golkar Banjar Terbelah, Antung Aman & H Rusli Saling Klaim Kepemimpinan INNALILLAHI, Nelayan Kerumputan Kotabaru Ditemukan Tak Bernyawa Geger Api di Liang Anggang, Relawan Sulit Jangkau Titik Api Kisah Istri Alm Brimob Kalsel Jadi Sopir Travel Demi Hidupi 8 Anak, Gaji Habis Bulan Depan

Inovasi Kabah Wilda, Atasi Tanaman Gulma hingga Solusi Kekeringan Petani Daha HSS

- Apahabar.com     Selasa, 6 Juli 2021 - 21:33 WITA

Inovasi Kabah Wilda, Atasi Tanaman Gulma hingga Solusi Kekeringan Petani Daha HSS

Kelompok tani Desa Banua Hanyar Daha Selatan memanfaatkan tanaman kayapu. Foto: Istimewa

apahabar.com, KANDANGAN – Dinas Pertanian Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) mencetuskan inovasi Kayapu Membawa Berkah untuk Wilayah Daha atau Kabah Wilda.

Solusi permasalahan pertanian di kawasan rawa lebak, seperti yang ada di wilayah Kecamatan Daha Selatan, Daha Utara dan Daha Barat, Selasa (6/7).

Bupati Achmad Fikry menghadiri Ekspose Inovasi Kabah Wilda bersama Dinas Pertanian HSS. Foto: Istimewa

Pasalnya, permasalahan yang kerap dihadapi petani di daerah rawa yakni banyaknya tanaman gulma (pengganggu), lahan rentan dengan kekeringan dengan siklus pola tanaman padi dimulai pada awal musim kemarau, serta biaya produksi yang cukup tinggi.

Kepala Dinas Pertanian HSS, Muhammad Noor, menjelaskan inovasi Kabah Wilda memanfaatkan tanaman kayapu (Pistia Stratiotes L) sebagai mulsa alami dan mampu menghambat pertumbuhan gulma serta menjaga kelembaban tanah.

“Dampak inovasi pemanfaatan kayapu, beberapa kelompok tani di wilayah Daha tidak hanya mampu menekan biaya produksi hingga Rp 3 juta per hektarenya, akan tetapi juga dapat meningkatkan produktivitas,” ungkapnya saat Ekspose Inovasi Kabah Wilda.

Bupati HSS Achmad Fikry didampingi Kepala Bappelitbangda, M Arliyan Syahrial dan jajarannya nampak antusias mengikuti Ekspose Inovasi Kabah Wilda di Aula Rakat Mufakat Lantai II Setda setempat.

Bupati menyambut baik inovasi tersebut, karena pihaknya mendengar penjelasan langsung dari petani Desa Samuda, Kecamatan Daha Utara yang telah 15 tahun memanfaatkan tanaman kayapu untuk pertaniannya.

“Saya mendapat gambaran jelas mengenai esensi inovasi Kabah Wilda yang memanfaatkan potensi berlimpahnya tanaman kayapu untuk mengatasi berbagai permasalahan pertanian di Daha,” kata Achmad Fikry.

Bupati HSS berencana akan mempresentasikan inovasi Kabah Wilda dihadapan dewan juri pada penilaian tingkat nasional secara daring pada tanggal 13 mendatang.

“Pemanfaatan tanaman kayapu ini merupakan inovasi yang berasal dari kearifan lokal petani Samuda yang telah terbukti, sementara kami Pemkab HSS hanya memfasilitasi,” imbuhnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

HSS

Peringatan Harjad Kalsel, HSS Tuan Rumah ‘Gubernur Menyapa’  
apahabar.com

HSS

Dari Rakyat Untuk Rakyat, Puncak Harjad Daha Selatan ke-69 Meriah
apahabar.com

HSS

Ratusan Santri TKA/TPA Ikuti Wisuda di Masjid Agung Taqwa Kandangan
apahabar.com

HSS

Guru Udin Sedot Perhatian Umat Islam di HSS

HSS

Terlibat Laka Lantas di HSS, Warga HSU Ternyata Bawa Sabu
HSS

HSS

TP PKK Beri Ratusan Sembako Warga Terdampak Banjir di 2 Kecamatan HSS
apahabar.com

HSS

Nekat Masuk Desa Haratai, Sanksi Adat Menanti

HSS

Satgas Covid-19 Kabupaten HSS Tunda PTM Selama Sepekan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com