Tok! Banjarmasin Esok PPKM Level IV, Berikut Ketentuannya Meninggal di Rumah, Guru Khalil Sempat Tak Sadarkan Diri Sejak Kamis Dikenal Karismatik, Alumni Ponpes Darussalam Sukses Jadi Bupati Banjar Kini Telah Tiada Ibnu Sina Ingin Penerapan PPKM Level IV Banjarmasin Lebih Humanis Perkelahian di Lapo S Parman Banjarmasin, Seorang Pemuda Tertusuk

JPT Pratama di HST Bergeser Lagi, 11 Pejabat Tempati Posisi Baru

- Apahabar.com     Jumat, 16 Juli 2021 - 11:37 WITA

JPT Pratama di HST Bergeser Lagi, 11 Pejabat Tempati Posisi Baru

Upacara pelantikan pejabat eselon II di Pendopo Bupati HST, Jumat (16/7)./Foto: apahabar.com/Lazuardi.

apahabar.com, BARABAI – Kursi para pejabat struktural di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kembali bergeser.

Mereka yang dimutasi yakni pejabat eselon II. Ada 11 pejabat yang bergeser di SKPD dan Sekretariat Daerah HST.

Mereka secara resmi dilantik oleh Bupati HST, Aulia Oktafiandi. Pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan di Pendopo Bupati HST, Jumat (16/7).

Mutasi atau rotasi jabatan pimpinan tinggi (JPT) pratama ini berdasarkan Surat Keputusan Bupati HST Nomor 821/05-MKHP/BKPSDMD/2021.

Pola pergeseran JPT pratama di lingkungan Pemkab HST untuk ketiga kalinya ini sama dengan pelantikan sebelumnya. Mereka hanya menempati posisi baru pada SKPD dan Setda di HST alias tidak turun dari jabatan struktural atau eselonnya.

Misalnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP), M Yani yang dilantik menjadi Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Parwisata (Disporapar) yang sebelumnya diduduki Wahyudi Rahmad.

Sementara Wahyudi Rahmad sendiri menempati posisi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BKPSDMD). Dia menggantikan posisi A Fathoni yang juga dilantik dan dipercayakan untuk memimpin di Dinas Perpustakaan.

Adalagi H Ahmad Syahriani Effendi dan H Zamhasari. Keduanya bertukar posisi. Syahriani yang sebelumnya menjabat Kepala Bapelitbangda menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja.

Yang menarik, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan, Sunar Wiwarni yang ditarik ke Setda HST. Dia menempati kursi Staf Ahli Bupati Bidang Perekonomian dan Pembangunan.

Sedangkan HM Yuserani yang sebelumnya menjabat sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan menggantikan posisi Sunar Wiwarni.

Saat ini ada beberapa JPT dinas yang masih diisi pelaksana tugas (Plt). Di antaranya, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan DLHP. Selain itu Kursi Kasatpol PP juga masih kosong seiring pengunduran diri Abdul Razak.

Sebelumnya, ada 13 PNS yang telah mengikuti assessment atau uji kompetensi untuk mengisi JPT di dinas, badan maupun kantor di HST.

Kepala BKPSDMD HST, Ahmad Fathoni menyebutkan, dari 30 orang dengan pangkat jabatan eselon II hanya 13 orang yang mengikuti assessment.

Saat ini ada 6 SKPD yang belum memiliki kepala atau pejabat tertingginya. Masih diisi oleh pelaksana tugas (Plt).

Fathoni tidak gamblang menyebutkan nama-nama yang mengikuti uji kompetensi itu. Yang jelas mereka adalah kepala dinas, badan dan kantor atau dari pangkat jabatan Eselon III.

Informasi dari sumber apahabar.com, mereka yang mengikuti assessment itu di antaranya, Wahyudi Ramhad, M Yani, A Fathoni, Sunar Wiwarni, Jamhasari dan M Pajarudin.

“Pejabat yang mengikuti assesment ini hanya bergeser tidak ada penurunan (tetap pada pangkat jabatannya-red),” kata Fathoni, saat dikunjungi apahabar.com di ruang kerjanya, Selasa (8/7).)

Prihal mutasi jabatan tersebut, kata Fathoni, merupakan kewenangan bupati. Yang pasti dalam waktu dekat ini, bupati akan mengumumkannya.

“Berkasnya besok (Rabu 9 Juni) kami serahkan ke KASN dan Kemendagri,” kata Fathoni.

Mengenai posisi jabatan administrator dan pengawas yang kosong pasca pelantikan 4 Juni lalu, Fathoni menjelaskan akan diisi plt dengan jabatan setaranya. Baik dari instansi yang sama maupun dari luar.

“Saat ini pak bupati memilih mutasi untuk mengisi jabatan, tentu setelah mendapat rekomendasi dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan Kemendagri,” ucap Fathoni.

Sementara untuk mengisi kekosongan itu, kata Fathoni, ada 3 cara. Yakni seleski terbuka, rotasi mutasi dan pengalihan.

“Yang jelas harus setingkat (pangkat jabatan),” tutup Fathoni.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

banjir hst

HST

Rumah Hilang Disapu Banjir, Warga Waki HST Pilih Tinggal di Puing-Puing

HST

Operasi Intan di HST, Petugas Gabungan Sasar Pelanggar Lalu Lintas dan Prokes
Iduladha 1442

HST

H-1 Iduladha 1442, Harga Telur Ayam Ras Naik di HST
vaksin

HST

Dilema PTM di HST, dari Tren Kasus Covid-19 Hingga Guru Menolak Divaksin
Aktivis dan pegiat lingkungan hidup, Kosim, saat ditemui apahabar.com di kebunnya di Hinas Kiri, BAT./Foto-HN Lazuardi

HST

Penambangan Andesit di HST Disoroti, Pegiat Lingkungan: Lebih Baik Penghijauan
apahabar.com

HST

Pemkab HST Peduli, Wabup Berry Turun Tangan Sosialisasikan Pencegahan Covid-19
Beasiswa

HST

Tanam ‘Bibit Unggul’ di Bumi Murakata, Puluhan Pelajar HST Dapat Beasiswa

HST

John Lee CS Ringkus 2 Pengedar Sabu di Taras HST, 1 DPO
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com