BREAKING! Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas

Kabar Duka! Setelah 9 Tahun Melawan Kanker Agus Sumarsono Asal Tala Meninggal

- Apahabar.com     Minggu, 18 Juli 2021 - 13:19 WITA

Kabar Duka! Setelah 9 Tahun Melawan Kanker Agus Sumarsono Asal Tala Meninggal

Agus Sumarsono divonis menderita kanker Nasofaring. Foto-Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Kabar duka datang dari penderita kanker Nasofaring (kanker tenggorokan) Agus Sumarsono Asal RT.45 Desa Sungai Riam Kecamatan Pelaihari Tanah Laut. Ia meninggal dunia, Minggu (18/7) siang sekitar pukul 11.15 Wita.

Agus Sumarsono divonis oleh dokter menderita kanker Nasofaring sejak 2012 (9 tahun), Jenis kanker tenggorokan pada lapisan luar nasofaring. Salah satu bagian pada tenggorokan bagian atas terletak di belakang hidung dan di balik langit-langit rongga mulut.

Kabar duka itu disampaikan Relawan R2T Tanah Laut. “Sidin (beliau) meninggal barusan dapat kabar dari istri almarhum,” ujar Hervina Russanti.

Rekanan R2T saat ini masih di Rumah Almarhum Agus Sumarsono. Rencananya akan dikebumikan hari ini juga di Sungai Riam.

“Istri almarhum sangat terpukul kepergian suaminya. Tadi rekanan disana berusaha menenangkan, belum bisa diajak bicara istri almarhum,” kata Nazwa sebutan Hervina Rissanti.

“Tadi malam baru diantar pulang ke rumah habis dari rumah sakit Sakit Borneo Citra Medika (RSBCM) untuk melakukan rontgen. Di paru-paru ada bercak darah. Harapan kami beliau bisa sembuh,” katanya.

Awalnya setelah dari Rumah RSBCM dirujuk ke Rumah Sakit Hadji Boejasin Pelaihari, namun oleh Keluarga mereka tidak mau. “Takut kalau dibilang terpapar covid-19, apalagi sudah kena kanker lalu dibawa ke rumah kembali,” tutupnya.

Namun ternyata Tuhan punya rencana lain, beliau meninggal hari ini.
Ibu satu anak ini menguraikan suaminya itu sakit 9 tahun lewat, dikira sakit kepala biasa terus minum obat anti nyeri selama setahun kok tetap sakit.

Terus lama-lama keluar benjolan di leher sebesar jempol, lalu kontrol ke Rumah Sakit Boejasin Pelaihari.

Ia disuruh operasi pengambilan benjolan buat di lab sekalinya hasilnya kanker sudah stadium 1B.

Kemudian awal tahun 2013 sampai tahun 2014, dilakukan kemoterapi. Sampai 6 kali dilakukan kemoterapi waktu itu belum juga ada perubahan. Kemudian akhir 2016 sampai 2017 kemo lagi sampai 9 kali kemoterapi. Namun belum juga menunjukkan tanda sembuh.

“Rasanya sakit kepala terlebih mata kaya mau copot. Bahkan tiap hari mengkonsumsi obat anti nyeri buat mengurangi sakit di bagian kepalanya. Sampai tidak mendengar lagi mungkin karena efek kankernya itu,” sebutnya.

Waktu itu, kalau mau kemo itu tiap hari ulun (saya) pulang pergi ke Banjarmasin buat persiapan kemoterapi. “Sidin (suaminya) tidak mau menginap minta nya pulang pergi tiap hari habis kemo dan berobat,” paparnya.

Hingga kini lanjut dia, penyakitnya itu sudah stadium akhir (4). “Sudah tidak bisa diapa apain kata dokternya. Bahkan paru-paru sebelah kanan kiri sudah kena efek kankernya makanya sidin sesak,” ucapnya.

Saat rawat inap kemarin udah dibilang dokter nya sewaktu-waktu pak Agus bisa drop kaya sekarang ini. ” Rasanya sudah cukup kami berusaha hujan panas kami lalui setiap hari buat perjuangan kemo biar sembuh. Kami berharap keajaiban itu datang untuk kesembuhan suami,” harapnya.

Bahkan, lanjut dia suaminya sejak divonis sakit kanker sudah 6 tahun tidak bekerja “Fisik sudah tidak kuat lagi bekerja berat termasuk saya sebab pernah terjatuh” katanya.

Kondisi membuat Relawan Remaja Tanah Laut, (R2T) bersama relawan lainnya melakukan pendampingan terhadap keluarga penderita kanker tersebut.

Relawan R2T Hervina Russanti mengatakan saat ini keduanya dampingi dalam setiap mau berobat ke rumah sakit. Sebab bekas kecelakaan kakinya remuk tidak bisa jalan normal sehingga harus pakai tongkat.

Selama ini beber Nazwa sebut karib Hervina Russanti, makan bapak Agus Sumarsono dan keluarga sehari hari bantuan keluarga terdekat sebab tak bisa lagi bekerja pun dengan istri tak bisa masak lantaran kedua kaki sakit.

“Tadi malam baru diantar pulang ke rumah habis dari rumah sakit Sakit Borneo Citra Medika (RSBCM) untuk melakukan ronsen. Di paru-paru ada bercak darah. Harapan kami beliau bisa sembuh,” katanya.

Awalnya setelah dari Rumah RSBCM dirujuk ke Rumah Sakit Hadji Boejasin Pelaihari, namun oleh keluarga mereka tidak mau. “Takut kalau dibilang terpapar covid-19, apalagi sudah kena kanker lalu dibawa ke rumah kembali,” tutupnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Mencopet di Pasar Sungai Gampa, Pria Pendatang Nyaris Digebuki Warga
apahabar.com

Kalsel

Perwali Atur Pemulasaraan Jenazah Covid-19 di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

“Jhonlin Ride” Diikuti 6 Ribu Pesepeda, 1.600 Goweser Pilih Jalur Extreme
apahabar.com

Kalsel

Stok Masker dan Obat-obatan di Tanbu Aman
apahabar.com

Kalsel

Percepat Transformasi Pendidikan di Kalsel, HAFECS Gelar Training Akbar
apahabar.com

Kalsel

Paripurna di HST Ditunda, Simak Penjelasan Wabup Berry
apahabar.com

Kalsel

Kunjungi Dewan Kalsel, Duta Besar AS Tertarik Perpolitikan di Banua
vaksin covid-19

Kalsel

Tiba Lagi di HST, 180 Vial Vaksin Siap Disuntik ke Aparat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com