3 Profesor Bertarung di Pilrek UIN Antasari, DEMA-Senat Beri Sederet Catatan Kritis Arab Saudi Izinkan Wisatawan Asing Masuk Mulai 1 Agustus, Intip Syaratnya Siap-siap! Sejumlah Kawasan Banjarmasin Timur Bakal Alami Gangguan Air Bersih Jokowi: Lompatan Kasus Covid-19 Bisa Direm karena PPKM DITANGKAP! Pengeroyok-Penusuk Remaja di Warung Miras Banjarmasin

Kabar Gembira! Kalsel Peringkat 5 Terendah Kasus Covid-19 di Indonesia

- Apahabar.com     Selasa, 13 Juli 2021 - 20:34 WITA

Kabar Gembira! Kalsel Peringkat 5 Terendah Kasus Covid-19 di Indonesia

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Kebijakan dan aturan yang ketat serta kekuatan kolaborasi segenap komponen masyarakat terbukti mampu menekan angka penyebaran Covid-19 di Banua.

Saat ini Kalsel berada di peringkat lima terbawah dalam kasus penularan Covid-19 secara nasional.

“Kalsel saat ini statusnya zona kuning. Namun peraturan yang diterapkan seperti zona oranye,” kata Pj Gubernur Kalsel, Safrizal, dalam Focus Group Discussion yang digelar di Banjarmasin, Selasa (13/7)

Dia mengingatkan kolaborasi seluruh elemen menjadi hal terpenting yang harus ditingkatkan.

Dalam posisi lima terendah di Indonesia, kata dia, menjadi bukti Kalsel serius dan siap dalam mengantisipasi meledaknya penyebaran Corona.

“Boleh saya katakan ini merupakan rahmat dan karunia dari Allah serta usaha kita semua terutama masyarakat Kalsel. Kita sekarang berada di peringkat lima terbawah se-Indonesia dalam kasus penularan Covid-19. Namun semua itu jangan sampai membuat kita lengah dan kendor,” tuturnya.

Sedangkan mengenai pembelajaran tatap muka di Kalsel, Safrizal mengungkapkan perlu adanya aturan-aturan serta ilmu pengetahuan mengenai apa itu Covid-19.

“Seperti aturan yang sudah kita terapkan dan patuhi bersama, diharapkan begitu juga pada dunia pendidikan. Kita harus teliti dan cermat dalam mengambil keputusan. Seperti guru harus sudah divaksin, pengetahuan tentang SOP serta pengetahuan tentang Covid-19. Begitu juga dengan para murid. Harus tahu SOP-nya serta dibarengi dengan kepatuhan. Nah, kepatuhan ini yang harus diperkuat, jangan sampai nantinya muncul klaster sekolah,” terangnya.

Safrizal berharap Focus Group Discussion yang digelar bisa bermanfaat bagi masyarakat Kalsel.

“Ini merupakan kolaborasi yang sangat baik antara pemerintah daerah, aparat dan pemerhati dunia pendidikan. Semuanya harus berpartisipasi untuk mewujudkan pembelajaran tatap muka yang aman serta terlaksana dengan baik,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolda Kalsel, Rikwanto, mengatakan upaya-upaya terus dilakukan untuk menciptakan situasi yang kondusif di Kalsel dan berharap FGD ini bisa membuka tabir atau pemikiran agar bisa menghasilkan keputusan yang tepat.

“Di Indonesia ada kebiasaan ngumpul yang sulit untuk dihilangkan, maka dari itu peran serta masyarakat dinilai sangat penting dalam menekan angka penularan covid-19 di Kalsel,” tandasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hujan Lokal Diprakirakan Guyur Kalsel Hari Ini
Ramadan

Kalsel

Kompak, Komunitas ZAZG Polres Kotabaru Turun ke Jalan Bagikan Paket Ramadan
apahabar.com

Kalsel

Aksi Solidaritas Bantu Rahimah, Penderita Lumpuh di Alalak Selatan
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kotabaru: 1 Lagi Meninggal, 3 Positif dan 10 Sembuh
apahabar.com

Kalsel

Beda Banjarmasin dengan Jakarta, Daerah Berkualitas Udara Terburuk Se-Indonesia
apahabar.com

Kalsel

Hampir 200 Positif Covid-19 di Kalsel, Setengahnya dari Klaster Gowa
apahabar.com

Kalsel

Debu PT Talenta Digugat Warga Marabahan
apahabar.com

Kalsel

Haul Guru Sekumpul, Polresta Banjarmasin Kerahkan Ratusan Personel
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com