Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

KDRT Tak Harus Terjadi, Aktivis Tabalong: Kalau Tidak Cocok Lebih Baik Cerai

- Apahabar.com     Kamis, 15 Juli 2021 - 14:38 WITA

KDRT Tak Harus Terjadi, Aktivis Tabalong: Kalau Tidak Cocok Lebih Baik Cerai

Faktanya, MI diam-diam merencanakan pembunuhan terhadap istrinya. Foto-Istimewa

apahabar.com, TANJUNG – Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) menimpa Widyanti (22) hingga berujung maut mendapat sorotan aktivitas perempuan Tabalong.

Seperti diketahui, Widyanti meninggal dunia usai dibunuh suaminya sendiri berinisial MI (26).

Kasus itu terjadi di Desa Takulat RT 02 Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kalsel, belum lama ini.

Aktivis perempuan Tabalong Erlina Effendi Ilas merasa sangat prihatin atas kejadian tersebut.

Kepada media ini ia mengatakan, kejadian tersebut hendaknya menjadi pelajaran semua pihak, khususnya yang sudah membina rumah tangga.

KDRT sejatinya bisa dihindari jika setiap anggota keluarga tetap dalam komitmen dari esensi biduk rumah tangganya.

Untuk apa dulu memutuskan menikah? Siapa yang ingin kita bahagiakan? Dengan cara bagaimana tujuan-tujuan itu diwujudkan?

“Pertanyaan-pertanyaan itu dapat membawa kita pada koridor tujuan awal ketika mengambil keputusan hidup bersama dalam ikatan suci pernikahan,” jelas Ketua KS2 Yayasan Sayangi Sesama Aktivis Sosial Tabalong ini kepada apahabar.com, Kamis (15/7).

Menurut Erlina, KDRT terjadi karena kita gagal merawat komitmen dan gagal menghadirkan solusi dalam menghadapi dinamika rumah tangga yang kerap mengalami perubahan karena berbagai faktor.

Karena itu, jika komitmen adalah bahan bakarnya, maka komunikasi adalah skil mengendarainya.

“Kebaikan, mulai dari bahasa, respon dan perilaku harus hadir sebagai hikmah, bukan malah kebencian,” tuturnya.

Erlina bilang, setiap masalah pasti akan selesai dengan baik jika cara kita menyelesaikannya dengan mengedepankan hikmah dan Akhlakul Karimah.

“Selesai dengan baik itu bukan saja kemampuan kita mempertahankan keluarga, tapi juga kemampuan kita mengakhiri hubungan pernikahan secara mulia,” ucapnya.

Perempuan berkaca mata ini juga mengatakan, perceraian dibolehkan bahkan hukumnya wajib jika berdampak negatif atau bisa terjadi penganiayaan, baik dilakukan suami atau juga istri bila diteruskan.

“Jadi jika sudah menjurus ke hal negatif dan tidak cocok lagi dalam biduk rumah tangga, lebih baik bercerai. Tentu ini juga harus dipikirkan dengan kepala dingin, apalagi sudah ada anak-anak,” kata Erlina.

Tinggalkan Anak, Suami Pembunuh Istri di Takulat Tabalong Labil

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

PDAM Kabupaten Tabalong

Tabalong

Rapat Kerja Teknis, PDAM Kabupaten Tabalong Soroti Penanganan 3 Masalah Utama
Kafilah Tabalong

Kalsel

Duh, 4 Kafilah Tabalong Gagal Berlaga di MTQ Kalsel karena Positif Covid-19

Tabalong

Tindak Lanjuti Arahan BPK, Pemkab Tabalong Hibahkan 4 Kantor Desa di Pugaan
apahabar.com

Tabalong

4 Hari Bebas Covid-19, Kini Ada Lagi Warga Tabalong Terkonfirmasi Positif

Tabalong

Dirawat di Sambang Lihum, Wahyu Warga Tabalong Sudah Stabil
PT Buma

Tabalong

Cegah Sebaran Covid-19, PT Buma Serahkan Puluhan Ribu Masker ke Satgas Tabalong
PPPK

Tabalong

Buruan Cek, Berikut Daftar Formasi Penerimaan CPNS dan PPPK 2021 di Tabalong
apahabar.com

Tabalong

Alih Fungsi, Sejumlah Penyewa Toko di Tabalong Diberi SP 1
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com