Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam Tok! Banjarmasin Esok PPKM Level IV, Berikut Ketentuannya Meninggal di Rumah, Guru Khalil Sempat Tak Sadarkan Diri Sejak Kamis Dikenal Karismatik, Alumni Ponpes Darussalam Sukses Jadi Bupati Banjar Kini Telah Tiada Ibnu Sina Ingin Penerapan PPKM Level IV Banjarmasin Lebih Humanis

Kejari HSS Beber Korupsi Dana Desa Hamak Utara HSS Rp840 Juta

- Apahabar.com     Kamis, 15 Juli 2021 - 20:38 WITA

Kejari HSS Beber Korupsi Dana Desa Hamak Utara HSS Rp840 Juta

Kejari HSS menggelar acara Bapandiran Lawan Media (Balada) usai kegiatan pemusnahan barang bukti. Foto-apahabar.com/Nuha

apahabar.com, KANDANGAN – Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Selatan (Kejari HSS) mengungkap kasus korupsi dana desa tahun anggaran 2017-2018 Desa Hamak Utara, Telaga Langsat, Kabupaten HSS, Kalimantan Selatan.

Kepala Kejari HSS, Agus Rujito bersama awak media dalam acara Balada ‘Bapandiran Lawan Media‘ mengungkapkan bahwa kasus korupsi dana desa tersebut terus berjalan dan memasuki tahap persidangan Tipikor.

“Kasus korupsi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD), sekarang dalam proses pemeriksaan saksi,” katanya, Kamis (15/7).

Penusukan di Banjarmasin Barat, Seorang Pria Meregang Nyawa

Ada dua tersangka. Yakni berinisial J yang menjabat sebagai Kepala Desa atau Kades. Sedangkan ZP sebagai Bendahara.

“Total kerugian negara mencapai Rp840 juta,” ungkap Agus Rujito.

Pada sidang minggu lalu di Pengadilan Tipikor Banjarmasin pihaknya mengantar saksi dari HSS karena kesulitan transportasi.

“Kita bantu, jadi kemarin berangkat bersama tim ke Pengadilan Tipikor Banjarmasin,” jelasnya.

Kemudian, Agus Rujito melanjutkan, Rabu (14/7) kemarin telah masuk tahap keterangan ahli dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP).

“Agak telat menginformasikan karena sidangnya baru kemarin, tim kami juga baru tiba di Kabupaten HSS,” imbuhnya.

Selain kasus korupsi dana desa, Kejari HSS juga menyebut bahwa terdapat satu lagi kasus Tipikor yang telah memasuki tahap penyidikan.

Hasilnya, dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka pada 29 April 2021 dengan total kerugian mencapai Rp1,6 miliar.

“Tersangka inisial DRM dan WR, bukan Aparatur Sipil Negara,” ucapnya.

Kasus tersebut pertama kali diketahui Kejari HSS atas laporan masyarakat selanjutnya dilakukan penyelidikan tahun 2020 dan ditingkatkan penyidik sehingga ditetapkan tersangka.

“Sampai saat ini yang bersangkutan belum dilakukan penahanan, karena kooperatif kepada petugas,” ujar Agus Rujito.

Kejari HSS juga telah berupaya melakukan penyelamatan aset akibat kerugian yang dilakukan DRM dan WR.

“Perkembangannya nanti akan kami informasikan kembali,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

aditya-wartono

Kalsel

Bakal Dilantik 26 Februari, Intip Sepak Terjang Aditya-Wartono
jalan gubernur syarkawi

Kalsel

BPJN Kalsel Rekayasa Akses Jalan Gubernur Syarkawi
Video Puting Beliung

Kalsel

Geger, Beredar Video Puting Beliung di Kawasan Liang Anggang
apahabar.com

Kalsel

Kerugian Tembus Miliaran, Pelayanan di Puskesmas Kayutangi Dialihkan
Per Hari Ini, Kapal Surabaya Tak Boleh Angkut Penumpang ke Banjarmasin

Kalsel

Per Hari Ini, Kapal Surabaya Tak Boleh Angkut Penumpang ke Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kisruh Jemaah Travellindo, Tetap Berangkat tapi….
Kalsel

Kalsel

BREAKING NEWS: Kalsel Siapkan Status Siaga Darurat Banjir
apahabar.com

Kalsel

Pedagang Takjil Ramadan Sepi Pembeli, Bupati Kotabaru Spontan Memborong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com