3 Profesor Bertarung di Pilrek UIN Antasari, DEMA-Senat Beri Sederet Catatan Kritis Arab Saudi Izinkan Wisatawan Asing Masuk Mulai 1 Agustus, Intip Syaratnya Siap-siap! Sejumlah Kawasan Banjarmasin Timur Bakal Alami Gangguan Air Bersih Jokowi: Lompatan Kasus Covid-19 Bisa Direm karena PPKM DITANGKAP! Pengeroyok-Penusuk Remaja di Warung Miras Banjarmasin

Kisah Pedagang Buah Keliling di Tala, Berjuang di Tengah Ekonomi Sulit Karena Covid-19

- Apahabar.com     Senin, 19 Juli 2021 - 21:20 WITA

Kisah Pedagang Buah Keliling di Tala, Berjuang di Tengah Ekonomi Sulit Karena Covid-19

Karyono ( 57), penjual jagung kacang rebus di kota Pelaihari . Foto-Istimewa

apahabar.com, PELAIHARI – Karyono ( 57) sibuk mengupas buah nanas di bawah pohon besar di Jalan Kolonel Soepirman, Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut. Warga Kelurahan Pabahanan RT 2 itu mengaku sudah gonta-ganti usaha untuk mempertahankan hidup.

Bapak empat anak ini, hampir tiap hari keliling kota untuk menjajakan dagangannya, seperti kacang rebus, jagung rebus, buah pisang, dan nanas.

“Saya tidak bisa kerja yang lain. Sebelum jualan seperti ini saya jualan gorengan dan pencok tapi hasilnya tidak memuaskan,” cerita Karyono.

Kemudian, katanya, pernah juga dirinya berjualan soto mangkal di RTH Kijang Mas Permai. Sebelum Covid-19 penghasilannya cukup memuaskan.

“Ya kadang dapat saja sehari bersihnya Rp 200- 300 ribu. Namun sayangnya tidak bisa diteruskan karena ada kendala yang lain,” katanya

Karyono pun kemudian terpaksa menjadi penjual buah keliling menggunakan sepeda motor sambil membawa gerobak, isinya aneka macam buah-buahan ditambah kacang dan jagung rebus.

“Covid-19 ini sangat berdampak sekali ke pedagang seperti saya. Memang ada saja lebihnya untuk bawa ke rumah, tapi tidak sebesar dulu paling ada lebihnya Rp30-50 ribu sehari,” katanya

Karyono bilang, sudah pernah satu kali mendapat bantuan Pemerintah program bantuan sosial (Bansos) selama masa pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat darurat PPKM darurat.

Salah satu program bansos yang disalurkan pemerintah adalah Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) UMKM.

“Tapi bantuan itu saya cuma dapat satu kali yang pertama dicairkan sebesar R 2,4 juta. Kalau pencairan kedua kalinya saya tidak tau lagi dapat atau tidaknya, karena saya tidak paham cara mengetahuinya seperti apa,” tandasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Tanah Laut

Bahas Kawasan Industri Jorong, Pemkab Tala Agendakan Pertemuan dengan PT Jababeka
Musik Panting

Tanah Laut

Dispusip Wadahi Pemuda Tala Belajar Musik Panting
THR

Tanah Laut

Jelang Lebaran, Wakil Bupati Tala Ingatkan Perusahaan Bayar THR
MTQ XIII

Tanah Laut

Buka MTQ XIII di Takisung, Bupati Tala Minta Peserta Tampilkan yang Terbaik

Tanah Laut

Kapal Diduga Pembom Ikan Beroperasi di Tanah Laut, Nelayan Lokal Resah
apahabar.com

Tanah Laut

14 LSM di Tala Demo Tuntut Aturan Perizinan Ditaati
Pemotongan Hewan Kurban

Tanah Laut

Minimalisir Covid-19, Pemotongan Hewan Kurban Hanya Diperbolehkan di RPH dan Lapangan

Tanah Laut

Polres Tanah Laut Luncurkan Perpanjangan SIM Online
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com