Alasan MK Tolak Gugatan Khairil Soal Hasil Pilgub Kalsel Doktor Kehormatan Paman Birin Ditolak Usai Audiensi, Rektor Sutarto: BEM ULM ‘Maulu-ulu’ CATAT! Per Hari Ini Tarif PCR di Kalsel Wajib Rp 300 Ribu Realisasi Kompensasi Tambang Sebuku Macet, Aliansi Kotabaru Ancam Kerahkan Massa Blakblakan Ayah Pemenggal Kepala Ibu Muda di Belda Banjarmasin

Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam

- Apahabar.com     Minggu, 25 Juli 2021 - 17:11 WITA

Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam

Ketersediaan tabung oksigen di RSUD Sultan Suriansyah mulai menipis hingga Sabtu kemarin (24/7). Mulai esok, Banjarmasin resmi memberlakukan PPKM level IV atau setara darurat. apahabar.com/Bahaudin Qusairi

Dimintai pendapatnya, Anggota Tim Pakar Universitas Lambung Mangkurat, Hidayatullah Muttaqin mendukung penuh langkah KPC-PEN.

“Rumah sakit penuh, masuk antre di IGD, krisis oksigen. Kondisi Banjarmasin sudah sangat parah. Tingkat penularan tinggi dan kapasitas respons terbatas,” ujar Taqin kepada apahabar.com, Sabtu (23/7) malam.

Tingginya tingkat transmisi penularan Covid-19, serta terbatasnya kapasitas respons jadi alasan kuat KPC-PEN memasukan Banjarmasin-Banjarbaru ke dalam daftar PPKM level IV.

Jika PPKM Level 4 Berlaku, Simak Aturan Keluar Masuk Banjarmasin-Banjarbaru

Dasar penilaian situasi pandemi Covid-19 yang menjadi acuan penerapan PPKM Level 1 hingga 4 mengacu pada standar organisasi kesehatan dunia (WHO).

Merujuk pada dashboard Asesmen Situasi Covid-19 Kementerian Kesehatan RI per 22 Juli, penilaian kondisi atau situasi pandemi Covid-19 Banjarmasin dan Banjarbaru berada di level 4.

“Sedangkan daerah lainnya di Kalimantan Selatan kecuali Hulu Sungai Utara berada di level 3,” ujar dosen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, ULM itu.

Asesmen transmisi komunitas atau laju penularan virus Corona di masyarakat di Banjarmasin dan Banjarbaru berada di level 4. Artinya insidensi kasus Covid-19 yang terjadi sangat cepat dan tinggi dalam waktu 14 hari terakhir.

Kondisi tersebut menempatkan masyarakat berada dalam risiko tinggi terpapar Covid-19. Untuk Banjarmasin, insidensi kasus per minggu pada 22 Juli sebesar 125 kasus per 100 ribu penduduk. Sedangkan Banjarbaru 159 kasus per 100 ribu penduduk.

Asesmen kapasitas respons Banjarmasin dan Banjarbaru juga berada di Level 4 atau terbatas. Kapasitas respons berkaitan dengan bagaimana kapasitas sistem kesehatan yang dimiliki untuk menghadapi laju transmisi virus atau penyakit di masyarakat.

“Kapasitas respons dianggap terbatas manakala tingkat positivitas berada di atas 15%, tracing berupa rasio kontak erat di bawah 5 dan BOR di atas 90%,” ujarnya.

Tingkat positivitas per minggu Banjarmasin dan Banjarbaru masing-masing 38% dan 50% dengan rasio kontak erat hanya 0,1 dan 0,7 pada 22 Juli.

Sedangkan tingkat keterisian tempat tidur Covid-19 atau BOR ada di level 72% dan 77%. Ketiga indikator ini menggambarkan sangat terbatasnya kemampuan sistem kesehatan di kedua tersebut untuk mengatasi laju penularan Covid-19 di tengah-tengah masyarakat yang sedang tinggi.

“Berpijak pada kondisi dan asesmen tersebut, serta keputusan KPC-PEN, maka sebaiknya Banjarmasin-Banjarbaru segera mempersiapkan diri menerapkan PPKM level IV,” ujarnya.

Dengan kesiapan tersebut, diharapkan laju penularan Covid-19 di Banjarmasin dapat ditekan secepat-cepatnya. Pun, kapasitas respons sistem kesehatan meningkat.

Banjarmasin-Banjarbaru, kata Taqin, idealnya sudah memiliki rancangan strategi kebijakan untuk mengatasi dampak sosial ekonomi dari implimentasi PPKM Level 4.

“Karena ujian terberat dari restriksi tersebut adalah terhentinya sebagian besar kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat,” pungkasnya.

Lantas, konsekuensi seperti apa jika Pemkot Banjarmasin tak mau memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat level IV?

“Ini domain Kemendagri. Bisa saja diberikan sanksi jika tidak mematuhi keputusan pusat oleh Mendagri. Kemudian yang berkaitan dengan keuangan daerah, domainnya kemenkeu,” ujarnya.

Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) menggelar rapat membahas PPKM, Jumat (23/7).

Dua daerah di Kalsel; Banjarmasin dan Banjarbaru masuk level IV. Tiga hari lalu tabel berlogo KPC-PEN sudah beredar. Saat itu, Banjarmasin-Banjarbaru masih di level III.

Alasan Mengapa Banjarmasin-Banjarbaru Perlu Berlakukan PPKM Level IV

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Banjarmasin

Banjarmasin

BREAKING! Tim Macan Kalsel Tangkap Pembunuh Pemuda di Veteran Banjarmasin
Polsek Banjarmasin Utara menggelar kegiatan Dapur Kreatif Polisi, Pers, dan Kalangan Mahasiswa (PPKM). Foto-Istimewa

Banjarmasin

Bantu Warga Terdampak Covid-19, Polsek Banjarmasin Utara Gandeng Jurnalis dan Mahasiswa
Jargon BAIMAN

Banjarmasin

Punya Jargon BAIMAN, Banjarmasin Belum Merdeka dari Tumpukan Sampah
Banjarmasin

Banjarmasin

Deretan Masjid di Banjarmasin yang Gelar Salat Id Pagi Ini, Tetap Prokes Ya!

Banjarmasin

Terbukti Covid-19, Penumpang Kapal Laut Menuju Banjarmasin Harus Masuk Isolasi
Distribusi Air Bersih

Banjarmasin

Siap Siap! Distribusi Air Bersih Sejumlah Wilayah Banjarmasin Terganggu Siang ini
Banjarmasin

Banjarmasin

RDP Biaya Meteran PDAM, Pejabat Pemkot Banjarmasin Ngaret Hampir Satu Jam
Banjarmasin

Banjarmasin

RESMI! Banjarmasin Rilis Aturan Main Lomba 17 Agustus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com