Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Mahasiswi ULM Diperiksa Polisi Akibat Kritikan, Akademisi Uhaib As’ad Bicara Soal Radikal

- Apahabar.com     Sabtu, 24 Juli 2021 - 18:37 WITA

Mahasiswi ULM Diperiksa Polisi Akibat Kritikan, Akademisi Uhaib As’ad Bicara Soal Radikal

Akademisi dari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB) Muhammad Uhaib As'ad. Foto-dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Akademisi dari Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (UNISKA MAB) Muhammad Uhaib As’ad angkat bicara menanggapi soal mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang diperiksa polisi setelah menyampaikan kritikan di media sosial.

Uhaib mengamati soal cap radikalis terhadap mahasiswi Fakultas MIPA tersebut, sehingga dianggap berbahaya terlalu berlebihan dan mengada-ada.

“Istilah radikalisme adalah diksi yang diiklankan oleh Barat yang anti Islam dan para Islam phobia,” ujar Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UNISKA ini.

Celakanya kata Uhaib, jangan sampai lembaga perguruan tinggi atau kampus menjadi lembaga pengadilan yang mengadili pikiran seseorang termasuk dalam pemahaman keagamaan. Pemahaman keagamaan bukan milik seseorang yang bisa mengklaim kebenaran (claim truth).

“Saya tidak melihat fenomena radikalisme sebagai sebuah ancaman. Sekali lagi, istilah radikalisme adalah barang jualan Barat yang dilompatkan dalam struktur komunitas muslim,” ungkapnya.

Dijelaskan Uhaib, fenomena sosiologis munculnya gerakan radikalisme dalam pemahaman agama sesungguhnya bukan gejala baru.

Fenomena seperti ini dalam konteks Indonesia muncul di era tahun 1980-an seiringan perkembangan politik ekonomi dan pembangunan yang memarjinalkan kekuatan umat Islam.

Fenomena radikalisme pemahaman agama setidaknya ada dua argumen yang dapat menjelaskan hal tersebut.

Pertama, praktik pemahaman agama mainstream mengalami pelapukan di tengah derasnya arus modernisasi dan sekularisasi agama.

Nilai-nilai dan institusi agama termarginalisasi, tergerus oleh gelombang peradaban modern sekulistik.

Di era liberalisasi peradaban modern ini institusi agama menghadapi nilai-nilai sekularisasi sementara doktrin dan institusi agama gagap menghadapi derasnya arus sekularisasi.

“Pemahaman mainstream yang ada dianggap lambat merespon menghadapi kompleksitas kehidupan,” imbuhnya.

Fenomena radikalisme keagamaan yang berkembangan saat ini sesungguhnya sebagai respon dari kejumudan doktrin dan institusi agama dalam menghadapi gelombang modernisasi sehingga perlu diformulasi kembali doktrin dan institusi agama untuk memberikan jawaban terhadap persoalan politik, ekonomi, sosial, dan keumatan.

Fenomena radikalisme yang sering dipersepsikan sebagai bentuk sempalan dari mainstream pemahaman yang selamat dianut oleh umat sehingga secara gamblang memberikan stereotip sebagai kelompok radikalis.

“Kelompok radikalis ini ditempatkan pada wilayah yang perlu dihujat atau tersesat,” pungkasnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Serius Lindungi Hak Konsumen
haul abah guru

Kalsel

Tanpa Haul Abah Guru, Sekumpul Lengang Meski Ada Peziarah Datang
apahabar.com

Kalsel

Kuliner Siring Pagatan Loyo Diterjang Corona
apahabar.com

Kalsel

Tempo 1 Jam, Beberapa Hektar Lahan di Dua Lokasi Martapura Hangus Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Rampung, Jalan Tarjun Kotabaru Kini Sudah Bisa Digunakan
hujan

Kalsel

Blusukan ke Lokasi Banjir, Paman Birin Minta Warga Sabar dan Doakan Hujan Cepat Reda
Pelatihan Digital

Kalsel

BPSDMP Kominfo Banjarmasin dan Gojek Luncurkan Pelatihan Digital Bagi Pelaku Usaha Kuliner
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com