Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Menaker Tegaskan Komitmen Pemerintah Lindungi Pelaku Usaha

- Apahabar.com     Minggu, 25 Juli 2021 - 11:30 WITA

Menaker Tegaskan Komitmen Pemerintah Lindungi Pelaku Usaha

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Ketenagakerjaan berkomitmen akan terus melindungi dunia usaha dan pekerja/buruh.

Bagi Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, melindungi dunia usaha berarti perlindungan terhadap tenaga kerja, termasuk menghadapi dampak pandemi.

Ida mengatakan pemerintah, pengusaha, dan pekerja/buruh akan bekerja sama dalam mengatasi dampak pandemi.

Sejauh ini, pemerintah memberi dukungan melalui percepatan vaksinasi kepada sektor-sektor esensial, memperpanjang berbagai stimulus, hingga memberi bantuan produktif untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pemerintah sudah memberikan dukungan dalam berbagai bentuk kepada pengusaha untuk mengatasi dampak Covid-19, agar perekonomian masyarakat bergerak seiring dengan pemulihan ekonomi nasional,” kata Ida, dikutip dari detik.com.

Menurut Ida, saat ini Kemnaker tengah melakukan persiapan pemberian Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada pekerja/buruh yang terdampak pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), tepatnya dalam proses penyusunan Permenaker agar BSU segera terlaksana, sambil mematangkan koordinasi dengan semua pihak terkait,

“Kebijakan BSU dikeluarkan untuk mencegah pengusaha memutuskan hubungan kerja dengan pekerjanya, serta membantu pekerja yang dirumahkan atau berkurang gajinya karena pembatasan jam kerja. Pemberian BSU diharapkan juga mampu meningkatkan daya beli dan menjaga tingkat kesejahteraan pekerja/buruh,” katanya.

Ida menambahkan pemerintah juga akan memprioritaskan Kartu Prakerja bagi korban PHK, serta menyelenggarakan program reguler perluasan kesempatan kerja demi membantu masyarakat di masa pandemi, yakni program padat karya untuk 45 ribu orang, dan tenaga kerja mandiri melalui wirausaha produktif untuk 100 ribu orang.

Dengan kehadiran dukungan-dukungan tersebut, Ida berharap para pengusaha dapat terus mengadakan dialog secara bipartit dengan pekerja/buruh terkait untuk mencari solusi terbaik, sehingga kelangsungan usaha tetap terjaga dengan memperhatikan keberlangsungan hidup pekerja/buruh.

“Saya yakin dan percaya apabila pengusaha dan pekerja/buruh saling terbuka dan berdialog mengenai masalah yang sedang dihadapi maka akan mendapatkan solusi dan jalan keluar yang dapat diterima oleh kedua belah pihak,” ujar Ida.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kematian Tenaga Medis Indonesia Tertinggi di Dunia, IDI Terbitkan Pedoman Standar Perlindungan Dokter Tangani Covid-19
apahabar.com

Nasional

3 Fakta Baru Seputar Uang Khusus Rp 75.000
Bumil

Nasional

Cerita Bumil Setelah Divaksin Pfizer
apahabar.com

Nasional

Panas Terik Warga Nantikan Pemakaman BJ Habibie
apahabar.com

Nasional

Tingkatkan Ekspor dan Investasi, Presiden Dorong Hilirisasi Industri
vaksin covid-19

Nasional

Menkes Akui Distribusi Vaksin Terhambat, Ternyata Ini Penyebabnya
apahabar.com

Nasional

Lihat Fakta Harta Miliaran Milik Menpora Imam Nahrawi
apahabar.com

Nasional

Polri Pastikan PU Atasan Egianus Kogoya Juga Akan Diburu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com