BREAKING! Siswa Tenggelam di Siring Banjarmasin Akhirnya Ditemukan Selamat! bank bjb Raih Penghargaan Prestisius di Indonesia Financial Top Leader Award 2021 “Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak Detik-Detik Pembunuhan Brutal di Gambah HST, Korban Asyik Cabut Uban Mapolsek BAS HST Gempar! ODGJ Bawa Balok Ngamuk-Kejar Petugas

Misteri Paperback dari Saksi Sidang PD Baramarta, Diduga Mengalir ke Oknum Jaksa

- Apahabar.com     Senin, 12 Juli 2021 - 21:49 WITA

Misteri Paperback dari Saksi Sidang PD Baramarta, Diduga Mengalir ke Oknum Jaksa

Haris Apriadi eks Staf Umum PD Baramarta saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus dugaan korupsi PD Baramarta di Pengadilan Tipikor Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Haris Apriadi, buka-bukaan dalam persidangan kasus dugaan korupsi Perusahaan Daerah (PD) Baramarta Kabupaten Banjar, Senin (12/7) sore.

Di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Haris, eks Staf Umum PD Baramarta itu dihadirkan sebagai saksi.

Haris mengaku bahwa pernah beberapa kali ditugasi Direktur Utama PD Baramarta, Teguh Imanullah untuk mengantar paperback ke Kejaksaan.

Haris adalah satu dari tiga saksi Jaksa Penuntut Umum (JPU) di sidang lanjutan kasus dugaan korupsi PD Baramarta yang digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, sore tadi.

“Pernah saya diperintahkan mengantar paperback. Mengantar ke Kejaksaan Negeri Banjar,” ujar Haris saat ditanya majelis hakim yang diketuai Sutisna Sarasti.

Haris mengaku dia memang kerap mendapat tugas langsung dari Teguh.

Tugasnya bermacam-macam. Haris boleh disebut sebagai orang kepercayaan Teguh.

Dalam keterangannya, Haris menyebut sempat diminta Teguh untuk mengantar paperback ke pejabat Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar beberapa kali. “Dua sampai tiga kali,” akunya.

Di mana paperback itu ditujukan kepada oknum mantan Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Banjar.

“Tujuannya satu orang. Pak Tri. Saat menyerahkan langsung ke ruangan,” terangnya.

Meski mengaku tak mengetahui spesifik isi dalam paperback tersebut, namun dia bilang pernah mengintipnya. “Isinya bungkusan berlapis koran diikat karet,” bebernya.

Tak hanya Kejari Banjar yang kebagian paperback dari PD Baramarta, Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan (Kejati Kalsel) juga. Paperback itu ditujukan kepada Kepala Kejati Kalsel. “Tapi bukan yang sekarang. Dua tahun lalu,” ucapnya.

Dalam keterangannya, Haris mengaku bahwa paperback untuk Kepala Kejati Kalsel itu diantar ke daerah Bandara Syamsuddin Noor yang kemudian diterima oleh seseorang tak dikenalnya.

“Dibilang hanya ke pak Kajati. Waktu itu perintahnya memang ke bandara. Yang saya lihat cuma satu orang, saya nggak kenal. Dia langsung nunggu di depan pagar dekat pos AURI,” kata Haris.

Hakim Sutisna sempat heran meski tak kenal dengan orang yang menerima, mengapa Haris mau menyerahkan paperback tersebut. “Apakah sistem ranjau?,” tanya Sutisna.

Haris menjawab lantaran orang tersebut sudah mengenali dirinya lebih dulu sehingga dia berani menyerahkan.
“Karena waktu saya datang dia langsung nanya ‘dari Baramarta ya?’ langsung saya kasih,” jelas Haris.

Haris meyakini bahwa yang menerima langsung saat itu bukan Kepala Kejati Kalsel.

Sebab, ia tahu rupa Kejati Kalsel saat pernah bertemu. “Pernah ketemu Kajati sekali. Dalam rangka disuruh nganter duren,” terangnya.

Adapun Teguh sebagai terdakwa saat memberikan tanggapan atas keterangan Haris mengatakan ada pernyataan, menitnya yang tak sesuai.

Bahkan Teguh juga menepis bahwa jika Haris tak mengetahui isi paperback tersebut. Pasalnya, dia pernah menyampaikan bahwa isinya berupa sejumlah uang. Serta uang tersebut tak hanya pernah diminta diantar dengan paperback tapi juga dengan amplop besar.

“Tak hanya paperback, tapi juga pernah amplop besar. Dia sempat nanya, saya bilang tolong itu dana,” kata Teguh.

Dalam tanggapannya itu Teguh juga menyebutkan mana-mana orang yang pernah berhubungan dengan Haris. Adapun Pak Tri yang dimaksud Haris adalah Tri Taruna Fariadi, mantan Kejari Kabupaten Banjar.

Kemudian, dana yang diserahkan di bandara ditujukan kepada mantan Kepala Kejaksaan Tinggi Kalsel, Arie Arifin.

“Saksilah (Haris) menginisiasi pertemuan saya dengan pak Kajati, Ari Arifin. Saya bantah keras keterangan saksi yang mengatakan tak tahu menahu,” beber Teguh.

Gaya Hidup Eks Bos Baramarta Dibongkar Eks Istri, Orang Ketiga hingga Cicilan Fortuner

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Waspadai Transmisi Covid-19, Polda Kalsel Batasi Jumlah Personel di Ruang Kerja
apahabar.com

Kalsel

Untuk Warga Banjarmasin; Halangi Orang Memilih, Siap-Siap Dipenjara 2 Tahun
Pembelajaran Tatap Muka

Kalsel

Diskusi Pembelajaran Tatap Muka, Turun Tangan Banjarmasin Gandeng Komunitas Pemuda di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Kantor Desa Selaselilau, Bripka Syamsir Rizal Jalin Koordinasi
apahabar.com

Kalsel

Geger !! Kebakaran di Teluk Dalam Dipicu Generator Set
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Rumah di Gambut Tergenang, Warga Keluhkan Sungai
apahabar.com

Kalsel

Datang Ke Banjarbaru, Sandiaga Uno Puji Terminal Baru Syamsuddin Noor
apahabar.com

Kalsel

Mantapkan Konsolidasi Parpol Koalisi, AnandaMu Bertandang ke Markas Partai Nasdem Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com