Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

MUI Balikpapan Kupas Peniadaan Salat Jumat Selama PPKM Darurat

- Apahabar.com     Kamis, 8 Juli 2021 - 10:40 WITA

MUI Balikpapan Kupas Peniadaan Salat Jumat Selama PPKM Darurat

Salat. Foto-Ilustrasi/Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Balikpapan menanggapi pertanyaan masyarakat terkait aturan PPKM Darurat yakni meniadakan salat Jumat berjamaah. Yakni telah diatur didalam Fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Ibadah di Masa Pandemi.

“MUI melalui Kyai Anwar Abbas beberapa waktu bilang, kalau satu daerah dinyatakan sebagai kondisi darurat maka berlaku fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah di Masa Pandemi,” kata Sekretaris MUI Balikpapan, Jailani.

Kota Balikpapan sendiri memang menjadi atensi pemerintah pusat lantaran kasus penularan Covid-19 sangat tinggi. Sehingga penerapan PPKM sangat diperlukan guna memutus rantai penularan. Pun demikian kegiatan ibadah di masjid dimaklumi oleh MUI, demi kesehatan masyarakat.

“Nah, Balikpapan ini ternyata zona merahnya banyak daripada zona oranye dan hijau, maka dinyatakan kondisi ini darurat. Maka berlaku fatwa itu, pengaturan pelaksanaan ibadah salah satunya adalah sebagian masjid tidak melaksanakan Salat Jumat,” ungkapnya.

Hal ini memang menjadi sorotan masyarakat khususnya umat muslim. Jailani mengatakan para ulama juga memiliki alasan dan pendapat masing-masing sesuai keilmuan.

“Ini kan pendapat masing-masing, di jajaran majelis ulama bisa saja berbeda pendapat. Kalau kita mengacu teman-teman MUI tentu semua punya alasan dan latar belakang keilmuan,” tuturnya.

Namun Jailani mengatakan bilamana keputusan tersebut masih menuai pro kontra, maka akan ada pertemuan dengan para ulama yang disebut ijtima ulama. Dalam pertemuan tersebut akan diambil sebuah keputusan secara musyawarah agar menghindari sesuatu yang mendatangkan mudarat untuk kemaslahatan umat.

“Andaikata ini belum ketemu, maka saran kita tadi ijtima ulama dengan mengumpulkan para ulama. Ya di NU, Muhammadiyah, pondok pesantren, dikumpulkan keputusannya apa ya itu ijtima ulama tapi bukan keputusan MUI,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Kriteria Sapi Kurban Presiden Jokowi
apahabar.com

Kaltim

Lada Khas Kaltim Dapat Pengakuan Nasional

Kaltim

Diduga Human Error, Kapolda Kaltim Kirim Tim Investigasi Banjir di Berau
lockdown weekend

Kaltim

LOCKDOWN WEEKEND Kaltim Belum Ampuh Redam Covid-19

Kaltim

Siap-Siap, Kaltim Segera Berlakukan Aturan Baru Penggolongan SIM C
apahabar.com

Kaltim

Penajam Jadi Ibu Kota Negara, Pemkab Minta Terus Dilibatkan
apahabar.com

Kaltim

Korban Terakhir Ledakan Kapal Bermuatan Elpiji Ditemukan
E-TLE

Kaltim

Uji Coba E-TLE di Balikpapan, Tukang Ojol Kaget Surat Tilang Nempel di Motor
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com