Kalsel Tidak Izinkan Tenaga Kerja Asing Masuk Berhasil ke Antariksa, Miliarder Dunia Jeff Bezos Disebut Titisan Alien Demang Lehman Sosok Panglima Perang Banjar, Penelusuran Misteri Kematian dan Makamnya Hari Ini, Belasan Pasien Covid-19 Tanah Bumbu Sembuh! Khawatir Ada Korban, Warga Kotabaru Ramai-Ramai Tangkap Buaya Liar

MUI Imbau Masyarakat Patuhi Larangan Salat Iduladha di Zona Merah dan Oranye

- Apahabar.com     Selasa, 13 Juli 2021 - 10:01 WITA

MUI Imbau Masyarakat Patuhi Larangan Salat Iduladha di Zona Merah dan Oranye

Salat Iduladha. Foto: Dok. Sindonews

apahabar.com, JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau masyarakat agar mematuhi larangan pelaksanaan Salat Iduladha berjemaah di masjid dan lapangan di zona merah serta oranye.

Sekretaris Jenderal MUI, Amirsyah Tambunan, mengatakan pemerintah membuat kebijakan itu untuk menekan laju penularan Covid-19.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan Taushiyah Nomor Kep-1440/DP-MUI/VII/2021 tentang pelaksanaan ibadah, Salat Iduladha dan penyelenggaraan kurban saat pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.

“Pelaksanaan Salat Iduladha mengacu pada Fatwa Nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban saat wabah Covid-19. Implementasinya diserahkan kepada pemerintah atas dasar upaya mewujudkan maslahat [jalb al-mashlahah] dan mencegah terjadinya mafsadat [daf’u al-mafsadah],” kata Amirsyah Tambunan dalam keterangannya diterima di Jakarta, seperti dilansir Antara, Selasa (13/7).

Pemerintah menutup aktivitas di semua rumah ibadah selama pelaksanaan PPKM Darurat, 3-20 Juli. Meski demikian, Amirsyah menjelaskan azan tetap bisa dikumandangkan oleh petugas khusus yang memang rutin melakukan itu.

Selain itu, pengurus dapat mengoptimalkan masjid dan tempat ibadah lainnya sebagai sarana edukasi dan rehabilitasi Covid-19, penyuluhan, serta pertolongan bagi masyarakat yang menjadi korban Covid-19.

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah juga meminta masyarakat tidak melaksanakan Salat Iduladha berjemaah di masjid dan lapangan di zona merah dan oranye.

“Salat Iduladha di lapangan atau masjid atau di fasilitas umum sebaiknya ditiadakan,” bunyi salah satu poin imbauan PP Muhammadiyah melalui Surat Edaran Nomor 05/EDR/I.0/E/2021.

Dalam surat edaran, PP Muhammadiyah juga menyampaikan bahwa salat Iduladha bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti salat Idulfitri di lapangan.

Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengkritisi beredarnya pesan di media sosial yang menuding pemerintah komunis karena melarang salat Iduladha di masjid.

Abdul Mu’ti mengatakan, masyarakat hendaknya kritis menyikapi berita-berita hoaks, disinformasi, dan mengadu domba.

“Saat jutaan orang menderita sakit dan wafat karena Covid-19 masih ada pihak yang membuat dan menyebarkan berita sampah yang tidak bermanfaat,” kata Abdul Mu’ti.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Nasional

Terungkap Viral Penganiayaan Pelajar di Banjarbaru Hanya karena Salah Paham
apahabar.com

Nasional

Nadiem Ungkap 3 Alasan Penunjukannya sebagai Mendikbud

Nasional

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas Sejauh 1.500 Meter
apahabar.com

Nasional

18 Pasien Positif Covid-19 di Bali Sembuh
apahabar.com

Nasional

Dalam 24 Jam Brazil Catat 16.324 Kasus Baru Covid-19
apahabar.com

Nasional

Panglima Tentara Pembebasan Papua Barat: Kalau Mau Tembak Mati, Datang ke Markas
rokok

Nasional

Dear Perokok! Cukai Naik Per 1 Februari
apahabar.com

Nasional

Keluarga Angkat Bicara, Putri Pariwisata yang Tersandung Prostitusi Hilang Dua Hari
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com