BMKG: Kalsel Berpotensi Hujan Berpetir Teror Perampasan Motor di Banjarmasin, Pelaku Ternyata Oknum Polisi! Sentuh Ratusan Juta, Perputaran Uang di Festival Pasar Terapung 2022 Norman Marciano Apresiasi Priska Medelyn Usai Juara Tunggal dan Ganda W15K Monastir Di Tengah Situasi Krisis Global, FAO dan IRRI Puji Ketangguhan Sektor Pertanian Indonesia
agustus

Nasib Pengusaha Reklame Banjarmasin: Dulu Ikut Sumbang PAD, Sekarang Merana

Masa pandemi Covid-19 menjadi era yang kurang baik bagi sejumlah pengusaha advertising di Kota Banjarmasin.Terutama saat 10 papan reklame
- Apahabar.com     Sabtu, 17 Juli 2021 - 19:45 WITA

Nasib Pengusaha Reklame Banjarmasin: Dulu Ikut Sumbang PAD, Sekarang Merana

Foto pembongkaran reklame di Banjarmasin. Foto-Dok

apahabar.com, BANJARMASIN – Masa pandemi Covid-19 menjadi era yang kurang baik bagi sejumlah pengusaha advertising di Kota Banjarmasin.

Terutama saat 10 papan reklame di Jalan Ahmad Yani, Banjarmasin diturunkan oleh Satpol PP karena dianggap melanggar Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Undang Undang (UU) Lalu Lintas, serta Perda 2014 dan Peraturan Wali Kota 2016.

Ketua Asosiasi Pengusaha Periklanan Seluruh Indonesia (APPSI) Kalsel Winardi Setiono mengatakan kerugian yang diterima dari satu titik papan reklame yang dicabut pada saat itu kurang lebih Rp 300-400 juta.

Alhasil, penghasilan pengusaha periklanan turun hampir 50 persen.

“Yang kita harapkan dalam suasana pandemi, pemerintah mengambil kebijakan yang bagus. Karena terus terang penghasilan kita turun 50 persen,” ujarnya.

Menurutnya jika pemerintah daerah tetap ngotot mempertahankan kebijakan tersebut, potensi pengusaha gulung tikar sangat besar.

Salah satu rekan Winardi sudah mengalami hal itu. Dia telah menyewakan gudang reklame kepada orang ketiga. Padahal mereka telah mengurangi biaya operasional karyawan sekira 50 persen.

“Kasihan teman teman kita. Dulunya mereka turut menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada pemerintah,” tegasnya.

Dia memberikan analogi bahwa pengusaha reklame bak anak rajin yang disia-siakan.

“Anak itu dulu rajin membersihkan rumah, tapi sekarang mau diapakan. Makannya dikurangi,” katanya.

Di sisi lain, dia menyambut baik rencana Pemkot dan DPRD Banjarmasin merevisi Peraturan Daerah (Perda) Banjarmasin nomor 16 tahun 2014 tentang penyelenggara reklame dan Perda nomor 24 tahun 10 tentang pajak reklame.

Oleh pemerintah, Perda itu dimaksudkan untuk menata reklame dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Memang sudah lama Perda kita dan harus diperbaiki. Karena Perda yang dulu rancu dan tidak ada kepastian kepada pengusaha reklame,” ucapnya.

Perkara reklame ini sempat panas pada pertengahan 2020. Bahkan kisruh ini membuat Pelaksana tugas Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banjarmasin dicopot dari jabatannya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bina Komunitas Ojol, Aipda Rendra Diganjar Penghargaan oleh Gubernur Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Genjot PAD Kalsel, PT Bangun Banua Dirikan Perumahan di Kawasan Strategis
Vaksinasi

Kalsel

Ada Surat Kemenkes RI, Rencana Vaksin di Tabalong Tertunda ke Bulan Februari
polemik lahan

Kalsel

Warga Buka Suara Soal Polemik Lahan di Sangking Baru Kotabaru

Kalsel

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, RS Datu Sanggul Tapin Tambah Ruangan Isolasi
apahabar.com

Kalsel

Oknum Honorer Otaki Pencurian Aset Dinas Perpustakaan Banjarbaru
Veteran Perang Terakhi

Kalsel

Kisah Perjuangan Veteran Perang Terakhir Asal Banjar, Lawan Belanda hingga Jepang
Vaksinasi Anak di Tapin

Kalsel

Vaksinasi Anak di Tapin, PT BRE Berikan Hadiah untuk Siswa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com