BREAKING! Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik…. LEGAWA! Tim H2D Ucapkan Terima Kasih ke Warga Kalsel MK Jelaskan Insiden Cegat Mobil di Gugatan Jilid II Denny Indrayana

Operasi PPKM Darurat di Surabaya Ricuh, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

- Apahabar.com     Minggu, 11 Juli 2021 - 23:53 WITA

Operasi PPKM Darurat di Surabaya Ricuh, Polisi Tetapkan 1 Tersangka

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya AKBP Ganis Setyaningrum (tengah) memberikan keterangan pers saat pengumuman penetapan tersangka yang menyebabkan perlawanan massa terhadap petugas PPKM darurat di Surabaya, Minggu (11/7/2021). Foto-Antara/Hanif Nashrullah

apahabar.com, SURABAYA – Polres Pelabuhan Tanjung Perak menetapkan tersangka kasus kericuhan saat operasi penertiban pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat di Jalan Bhineka Raya, perbatasan Suropati dan Bulak Banteng Baru, Sabtu (10/7) malam.

“Setelah dimintai keterangan, seorang pemilik warung berinisial E ditetapkan sebagai tersangka keributan saat patroli PPKM darurat di daerah Bulak Banteng Surabaya,” ujar Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Gatot Repli Handoko di Surabaya, seperti dilansir Antara, Minggu (11/7).

Kombes Gatot menjelaskan peristiwa kericuhan berawal dari patroli yang dilakukan Satgas PPKM darurat, yakni Camat dibantu Polsek Kenjeran dan Koramil di daerah Bulak Banteng pada Sabtu (10/7) malam.

Petugas mendapati warung kopi yang belum tutup sehingga meminta KTP pemilik warung untuk didata.

Saat didata, kata Gatot, pemilik warkop tidak terima dengan penindakan oleh petugas.

“Pemilik warung ini melakukan provokasi sehingga mengundang banyak massa, dan terjadilah perusakan mobil patroli milik Polsek Kenjeran,” ucapnya.

Meski tak ada korban dari peristiwa ini, Gatot menyesalkan masih ada masyarakat yang belum paham tugas aparat untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Tim gabungan dari Jatanras Polda Jatim dan Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak melakukan pendalaman kasus ini dan segera menangkap tersangka lainnya,” katanya.

Sementara itu, Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Ganis Setyaningrum, mengatakan bahwa tersangka E dikenai Pasal 212 KUHP lantaran melakukan perlawanan terhadap petugas yang sedang melakukan operasi yustisi dengan ancaman hukuman 4 bulan pidana penjara.

“Kami imbau masyarakat ikuti anjuran pemerintah untuk ikuti PPKM darurat. Jika memang dianjurkan tutup pukul 20.00 WIB, ya, tutup. Kami hindari adanya kerumunan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa pihaknya masih mengembangkan penyelidikan untuk memburu perusak mobil petugas, termasuk mencari pelaku yang diduga provokator kericuhan.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Bandara Wamena Siap Didarati Boeing
apahabar.com

Nasional

Amerika Serikat Laporkan Lebih dari 1,1 Juta Kasus Covid-19

Nasional

Vaksin Covid-19 Tahap Delapan Tiba, Indonesia Total Terima 62,5 Juta Sinovac
apahabar.com

Nasional

Miliarder Ciputra Tutup Usia, Kediaman Dijaga Ketat
apahabar.com

Nasional

Banyak Nama Baru, Jokowi Perkenalkan Menteri Kabinet Besok
Michael Yukinobu de Fretes

Nasional

Hari Ini, Gisel dan MYD Diperiksa Polisi Sebagai Tersangka Kasus Video Syur
apahabar.com

Nasional

Menag Minta Masyarakat Tak Tergiur Haji Ilegal
apahabar.com

Nasional

Akhirnya, Jokowi Putuskan Tiadakan UN 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com