BREAKING! Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik…. LEGAWA! Tim H2D Ucapkan Terima Kasih ke Warga Kalsel MK Jelaskan Insiden Cegat Mobil di Gugatan Jilid II Denny Indrayana

Pandemi, Orang Miskin di Kalsel Bertambah Puluhan Ribu

- Apahabar.com     Senin, 19 Juli 2021 - 11:58 WITA

Pandemi, Orang Miskin di Kalsel Bertambah Puluhan Ribu

BPS Kalsel mencatat penduduk miskin di Banua pada periode Maret 2021 mencapai 208,11 ribu atau bertambah 20,24 ribu dibandingkan Maret 2020. Foto ilustrasi: Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Angka kemiskinan di Kalimantan Selatan membubung beberapa bulan belakangan. Hal itu berdasar data Badan Pusat Statistik (BPS) Kalsel.

Data BPS Kalsel, penduduk miskin di Banua pada periode Maret 2021 mencapai 208,11 ribu. Angka ini bertambah 20,24 ribu dibandingkan Maret 2020.

Kepala BPS Kalsel Kepala BPS Kalsel, Yos Rusdiansyah menjelaskan jika dibanding September 2020 lalu, penduduk miskin juga bertambah. Dari 206,92 ribu, menjadi 208,11 ribu orang.

Berdasar tempat tinggal pada periode September 2020 – Maret 2021, kata dia, jumlah penduduk miskin di perkotaan meningkat 2,28 ribu.

“Adapun di perdesaan mengalami penurunan penduduk miskin, yakni sebanyak 1,09 ribu,” ucapnya kepada apahabar.com Senin (19/7).

Meski meningkat, tutur Yos, namun secara umum selama 2016 – 2021 tingkat kemiskinan di Kalsel terus menurun.

“Karena Maret 2016 silam, angka kemiskinan sempat mencapai 195,70 ribu. Sedang Maret 2020 turun menjadi 187,87 ribu. Setahun terakhir kembali naik,” terangnya.

Yos bilang tingkat kemiskinan Kalsel pada September 2020 sampai Maret 2021 mengalami peningkatan.

“Secara tak langsung karena pandemi Covid-19 yang mewabah sejak awal 2020,” imbuhnya.

Untuk mengukur angka kemiskinan, ujar Yos, BPS Kalsel melihat dari pemenuhan kebutuhan dasar penduduk.

“Kemiskinan dilihat dari ketidakmampuan sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan. Bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran,” ujarnya.

Jika penduduk memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan, Yos menuturkan, maka dikategorikan sebagai warga miskin.

“Garis kemiskinan Kalsel pada Maret 2021 mencapai Rp503.686 per kapita per bulan,” tandasnya.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Baragam Dampak Kabut Asap, Warga Sekitar Syamsudin Noor Resah
apahabar.com

Kalsel

Ngamuk Ditegur Tak Pakai Masker, Warga Pasar Lima Ini Diduga ODGJ!
apahabar.com

Kalsel

Razia Masker di Banjarmasin, Mengapa Sanksi Push Up Dicabut?
apahabar.com

Kalsel

Covid-19 Belum Usai, Banjarmasin Perpanjang Liburan Sekolah

Kalsel

Sederet Alasan Gakkumdu Setop Dugaan Politik Uang Paman Birin di Pilgub Kalsel 2020
Kotabaru

Kalsel

Update Covid-19 Kotabaru: Sembuh 14, Positif 6
apahabar.com

Kalsel

Seruan Ketua DPRD Kotabaru Pasca-Putusan MK
apahabar.com

Kalsel

H-4 Haul ke-14 Abah Guru Sekumpul, Jumlah 893 Relawan Kebersihan Diyakini Terus Bertambah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com