Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Pengetatan Perbatasan Kalsel Bikin Bingung Warga Kalteng-Kaltim

- Apahabar.com     Kamis, 15 Juli 2021 - 07:28 WITA

Pengetatan Perbatasan Kalsel Bikin Bingung Warga Kalteng-Kaltim

Masih banyak warga di perbatasan provinsi Kalsel-Kaltim belum mengetahui adanya kebijakan pengetatan. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Kebijakan pengetatan di perbatasan Kalimantan Selatan rupanya masih kurang diketahui masyarakat luas. Imbasnya, petugas keteteran mengawasi tes PCR Covid-19 di lapangan.

“Faktanya hampir semua pengendara yang melintas di perbatasan yaitu warga dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur kebingungan atas kebijakan di Kalsel ini,” terang Kepala Biro Operasional Polda Kalsel Kombes Pol Nur Subchan di Banjarmasin, Kamis (15/7), dilansir Antara.

Solusi terdekat, Pemprov Kalsel akan melakukan komunikasi dengan pemerintah provinsi tetangga mengenai adanya pengetatan pintu masuk.

Setiap orang masuk baik lewat jalur udara, laut maupun darat wajib menunjukkan hasil negatif tes reaksi rantai polimerase (PCR) atau rapid tes antigen.

“Sebagaimana Surat Edaran Forkopimda Kalsel tanggal 9 Juli 2021 tentang Ketentuan Pemeriksaan Swab Real Time RT-PCR bagi Pelaku Perjalanan di Provinsi Kalsel,” ujarnya.

Kalsel tak memberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Darurat seperti Jawa-Bali. Sebagai gantinya, pintu masuk di perbatasan diperketat.

Untuk diketahui, wilayah Kalsel berbatasan langsung dengan Kalimantan Timur, dan Kalimantan Tengah. Di dua provinsi tadi, Covid-19 Delta, varian baru yang diyakini memiliki risiko dan daya penularan yang lebih tinggi sudah terkonfirmasi.

“Kalsel benar-benar dalam posisi waspada. Apalagi lonjakan kasus dalam dua pekan terakhir juga mengkhawatirkan. Seperti pada Rabu ada penambahan 393 orang terkonfirmasi positif dan empat meninggal dunia,” jelas Pj Gubernur Kalsel Safrizal.

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Stok Masker Kosong, Intelkam Polsek Martapura Kota Terus Pantau
apahabar.com

Kalsel

Serius Berantas Narkoba, Pegawai Permasyarakatan Dites Urine
apahabar.com

Kalsel

Kodim 1007/Banjarmasin Gelar Komsos Kreatif Pencak Silat Budaya
apahabar.com

Kalsel

Dicap Zona Merah, Gugus Tugas Covid-19 Tapin Buka Suara
apahabar.com

Kalsel

Gandeng Insan Pers Hadapi Covid-19, Dinkes Banjarmasin Gelar Pelatihan Kedaruratan
Banjir

Kalsel

Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki

Kalsel

Tidak Kantongi IUP, 266 Hektar Lahan PTPN XII Disegel Pemkab Tala
Timbun Elpiji

Kalsel

Diduga Timbun Elpiji 3 Kg, Polisi Amankan Seorang Warga Tabalong
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com