Update Covid RI 15 Oktober, Kalsel Sembilan Terbawah, Jakarta Teratas PDIP Pamer Jago Capres 2024: Puan, Ganjar hingga Mardani H Maming KPK Tinggalkan Markas Brimob Tabalong, Penyidikan Berlanjut Acil Pasar Terapung Siap-Siap, Siring Piere Tendean Bakal Dibuka Lagi! OTT Amuntai, Enam Mobil Tiba di Brimob Tabalong

Pengumuman PPPK di Batola Dirilis, Minus Guru IPS

- Apahabar.com     Kamis, 1 Juli 2021 - 21:38 WITA

Pengumuman PPPK di Batola Dirilis, Minus Guru IPS

Ilustrasi guru IPS yang ditiadakan Barito Kuala dalam penerimaan PPPK 2021. Foto: Berita Satu

apahabar.com, MARABAHAN – Pengumuman formasi Pegawai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Barito Kuala, justru menyisakan kekecewaan sejumlah tenaga pendidik.

Formasi PPPK untuk tenaga pendidik di Batola resmi diumumkan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Batola, Kamis (1/7).

Dalam tahun anggaran 2021, PPPK tenaga pendidik yang dibutuhkan berjumlah 1.222 orang untuk kualifikasi guru SD dan SMP.

Pelamar yang memenuhi kriteria PPPK ini adalah honorer eks kategori II sesuai database tenaga honorer Eks K-II BKN.

Kemudian guru Honorer yang mengajar di sekolah negeri di bawah kewenangan pemerintah daerah, serta terdaftar sebagai guru dalam Dapodik Kemendikbudristek.

Selanjutnya guru bukan ASN yang menagajar di sekolah swasta, tetapi terdaftar sebagai guru dalam Dapodik Kemendikbudristek.

Formas PPPK ini juga diperuntukkan lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang belum menjadi guru dan terdaftar dalam database Kemendikbudristek.

Sama seperti CPNS, pelamar formasi PPPK menyampaikan dokumen lamaran secara daring melalui Portal Nasional SSCASN https://sscasn.bkn.go.id mulai 30 Juni 2021 sampai 21 Juli 2021.

Pelamar yang dinyatakan lulus seleksi, akan diangkat menjadi PPPK di lingkungan Pemkab Batola dengan masa hubungan perjanjian kerja selama 1 tahun.

Adapun formasi PPPK yang dibutuhkan di Batola adalah guru Agama Islam, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, bimbingan konseling, dan IPA.

Kemudian matematika, Penjasorkes, PPKn, guru kelas, prakarya dan kewirausahaan, seni budaya, serta Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

Terkait ketiadaan formasi guru IPS, Kepala Dinas Pendidikan Batola, H Sumarji, menjelaskan bahwa formasi yang diusulkan sudah sesuai kebutuhan.

“Pun kebutuhan guru IPS di Batola sudah mencukupi,” papar Sumarji.

Di sisi lain, TIK sebenarnya sempat dihapus seiring pemberlakuan Kurikulum 2013. Namun kemudian diajarkan kembali mulai 2019.

Editor: Tim Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Batola

Kasus Suami Bunuh Istri di Rantau Badauh Batola, Korban Dikenal Pekerja Keras

Batola

PTM Belum Jelas, Siswa SMAN 1 Marabahan Mulai Divaksin Covid-19
apahabar.com

Batola

IGD RSUD Abdul Aziz Marabahan Ditutup, Pasien Darurat Dirujuk ke Rumah Sakit Lain

Batola

Polres Batola Ungkap Misteri Pembuang Bayi di Sungai Tabunganen

Batola

Gondol Dump Truck di Alalak Batola, Warga Basirih Digelandang Polisi
Banjir

Batola

Direndam Banjir, Ribuan Hektar Padi Unggul di Batola Mengalami Puso
apahabar.com

Batola

Angin Kencang Mengamuk di Alalak, Puluhan Rumah Rusak
apahabar.com

Batola

Belawang Dongkrak Kasus Positif Covid-19 di Batola
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com