BREAKING! Gugatan Jilid II Denny Indrayana Rontok, MK Kuatkan Kemenangan BirinMu Coffee Shop Banjarmasin Dibobol Maling, Terekam CCTV Pelaku Telanjang Bulat PPKM Level IV, Covid-19 di Banjarmasin-Banjarbaru Malah Naik…. LEGAWA! Tim H2D Ucapkan Terima Kasih ke Warga Kalsel MK Jelaskan Insiden Cegat Mobil di Gugatan Jilid II Denny Indrayana

Penyintas di Banjarbaru Beberkan Cara Ampuh Sembuh dari Covid-19

- Apahabar.com     Senin, 12 Juli 2021 - 18:04 WITA

Penyintas di Banjarbaru Beberkan Cara Ampuh Sembuh dari Covid-19

Ilustrasi penyintas Covid-19. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Sejumlah penyintas Covid-19 di Banjarbaru berhasil sembuh melalui cara yang sederhana.

Iril, salah satu penyintas tanpa gejala, membeberkan rahasia bisa survive dari Covid-19.

“Dulu, saat dinyatakan positif Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri, tentu perasaan cemas ada. Banyak pikiran pasti. Tapi saya mendengarkan apa kata dokter. Intinya wajib positif thinking dulu untuk menghilangkan kecemasan,” ujarnya kepada apahabar.com, Senin (12/7).

Setelah berhasil berpikir positif, Iril rutin berolahraga pada pagi hari selama 10 menit. Dia juga tak pernah lupa mengonsumsi makanan bergizi.

“Diminta olahraga 10 menit, lalu berjemur pukul 10 pagi. Mengonsumsi buah – buahan. Lebih diutamakan jeruk sama alpukat dan semangka. Juga makan sayuran,” terangnya.

Dengan menerapkan pola hidup sehat seperti itu, kecemasan Iril lenyap. Dia pun mampu sembuh dalam waktu singkat.

“Dua kali di swab PCR positif. Lalu dua kali di swab PCR negatif. Itu kurang lebih dalam satu bulan,” ungkapnya.

Senada dengan Iril, penyintas tanpa gejala lainnya, Fahmi, juga mengatakan hal yang sama.

“Dulu dinyatakan reaktif rapid antigen, lalu isolasi mandiri. Saat itu, waktu gawat – gawatnya Covid-19. Saya mengalami gangguan pemikiran. Cemas. Apalagi mendekati lebaran. Gimana anak istri nanti,” ucapnya.

Lalu, dirinya berserah kepada Tuhan dan terus berkonsultasi dengan dokter yang menangani.

“Saran dokter lebih ke pikiran. Utamanya jangan berpikiran terlalu berat, tapi semangat untuk sembuh. Percuma mengkonsumi ini itu kalau pikirannya masih resah dan cemas,” jelasnya.

Dia kemudian menceritakan perihal perhatian besar keluarganya saat ia dirawat. Hal itu membuatnya mampu membuang pikiran negatif.

“Lalu keluarga itu perhatian luar biasa. Semua orang yang isolasi mandiri seperti saya, makan makanan yang disediakan rumah sakit, tapi saya tidak. Saya makan masakan istri. Masakannya sayur bening. Itu permintaan saya. Saran dari dokter juga,” ceritanya.

Ia pun mengonsumsi semua makanan yang disarankan dokter. Semua makanan itu selalu diantarkan oleh keluarganya.

“Dibawakan buah buahan seperti pepaya, pisang, sama keluarga. Juga sambil mengonsumsi vitamin. Peran keluarga sangat penting untuk menyemangati. Di situ saya jadi semangat sembuh. Intinya positif thinking,” jelasnya.

Tak lama kemudian, hasil Swab PCR-nya negatif Covid-19, sehingga ia dapat pulang lebih awal dari teman – temannya.

Sementara penyintas Covid-19 dengan gejala ringan, Nasrullah, membenarkan berpikiran positif berpengaruh dalam proses penyembuhannya.

“Selalu bahagia, berpikir positif, dan hindari stress. Itu kuncinya,” jelasnya.

Kemudian, juga harus diiringi dengan berolah raga, berjemur, dan mengkonsumsi makanan dengan gizi seimbang dan vitamin.

“Yang pasti jangan cemas, harus semangat sembuh dan bahagia,” tuntasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarbaru, Rizana Mirza, menyampaikan ketenangan pasien memang dapat berdampak positif ke psikis.

“Karena resah akan menurunkan imun, sehingga memperparah kondisi,” ujar

Setelah tenang dan dapat berpikir positif, proses pengobatan pasien akan lebih mudah. Tentunya dengan memakan makanan yang bergizi seimbang dan mengkonsumsi suplemen. Lalu beristrirahat cukup, berjemur dan olahraga.

“Secara pribadi menurut saya, kita selalu mendekatkan diri dan memohon perlindungan keselamatan kepada Tuhan. Memperkuat iman, kemudian memperkuat imun. Ini pendapat secara umum. Kalau ada gejala disebabkan penyakit bawaan itu mungkin tenaga medis yang lebih paham treatment-nya,” tuntas Rizana.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Janji Kemenpar Terhadap Pasar Wadai Ramadhan di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran di Pelaihari, Kakek Lumpuh Tewas Terpanggang
apahabar.com

Kalsel

Supiani akan Dampingi Abdul Hadi di Pilkada Balangan 2020
apahabar.com

Kalsel

Pasca-Haul Guru Sekumpul, Kalimantan Selatan Kembali Hujan
apahabar.com

Kalsel

Deretan Relawan BPK Sambut Kedatangan Jenazah Guru Zuhdi di Banjarbaru
pedagang

Kalsel

Resahkan Pedagang, Anjal dan Pengamen Nakal di Banjarmasin Siap Ditindak

Banjarbaru

Banjir Reda, BPBD Kalsel Siap Balik ke Markas
apahabar.com

Kalsel

Salat Ied di Mesjid Al Jihad Banjarmasin Ditiadakan, Benarkah?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com