Sssttt.. Catcalling Mahasiswi di Banjarmasin Cuma Satu dari Sekian Banyak Kasus KPK Rilis Hasil Penggeledahan Kedua di Amuntai HSU Kritik Pedas Pengamat Soal Komunitas Moge Lintasi Jembatan Alalak Baru Dua Hari Menghilang, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Bawah Kolong Rumah Banjarmasin Utara Nekat Buka Lahan, Dua Penambang Ilegal di Kukar Kaltim Ditangkap

Perjuangan Penyintas di Banjarmasin, Jadi Pendonor untuk Selamatkan Pasien Covid-19

- Apahabar.com     Senin, 26 Juli 2021 - 15:55 WITA

Perjuangan Penyintas di Banjarmasin, Jadi Pendonor untuk Selamatkan Pasien Covid-19

Lima bulan pasca-terinveksi virus Corona, Muhammad Suriani, warga Banjarmasin, rutin melakukan donor konvalesen pada pasien Covid-19. Foto-TIm apahabar

apahabar.com, BANJARMASIN – Lima bulan pasca-terinveksi virus Corona, Muhammad Suriani, warga Banjarmasin, rutin melakukan donor konvalesen pada pasien Covid-19.

Pria 48 tahun ini memiliki jadwal rutin dalam mengecek anti bodi serta mendonorkan darahnya. Setiap Jumat, dua pekan sekali, Suriani datang ke kantor Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarmasin.

“Sudah yang ketujuh mendonorkan plasma konvalesen. Dapat lah dua kantong usai mendonor,” ujarnya ketika dihubungi apahabar.com, Senin (26/7).

Suriani terpapar Covid-19 sejak Februari 2021. Saat itu dirinya mengalami sakit lambung dan flu yang disertai demam tinggi.

Ia pun langsung ke rumah sakit (RS) terdekat untuk memeriksa kesehatannya tubuhnya. Dia kemudian disarankan untuk mengikuti rapid test atau swab.

“Karena demam tinggi, saya ke PMI untuk diswab. Ternyata positif dan karantina mandiri selama 10 hari habis itu swab hasilnya negatif,” ungkap karyawan percetakan advertising ini.

Setelah menjalani perawatan, dia berhasil sembuh. Sebelumnya Suriani memang sudah memiliki nazar, jika sembuh dari Covid-19, dia akan menjadi pendonor.

“Emang berniat pas aku sembuh, kalau aku sehat aku donorkan,” ucapnya.

Karena sudah bertekad menjadi pendonor, dia rela untuk tidak divaksin. Seusai aturan orang yang menerima program vaksinasi dilarang untuk mendonorkan darah plasmanya. Namun dia tidak menutup diri untuk tetap mengikuti vaksinasi.

“Kalau antibody habis dan tidak bisa disumbangkan lagi, mungkin vaksin,” tutur ayah dua anak ini.

Kepada teman dan kerabatnya yang pernah terinveksi Covid-19, ia menyarankan agar segera mendonorkan plasma konvalesennya.

“Apabila ada warga yang terkena Covid-19, kalau bisa segera mendonorkan darah plasmanya untuk membantu orang,” harapnya.

Ia juga meminta masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan, mulai dari jaga jarak, cuci tangan hingga memakai masker.

“Karena kita tidak tau kena itu dimana, apalagi yang sekarang ini tanpa gejala yang parah,” katanya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

TASPEN

Kalsel

TASPEN Berikan Perlindungan JKK-JKM Bagi Non-ASN di Pemkab Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Imbau Warga Pelaihari, Polisi Bentangkan Spanduk Larangan Bakar Lahan
apahabar.com

Kalsel

Penjual Rujak Keliling Ditemukam Tewas Mengambang
apahabar.com

Kalsel

Rentan Longsor, Tambang Emas Kotabaru Pernah Tewaskan Puluhan Jiwa

Kalsel

Begini Patroli Srikandi Banjar Bungas Saban Jumat
apahabar.com

Kalsel

Sambut Hangat Kebijakan New Normal, Warga Muslim di Kotabaru Rindu Salat Jumat
apahabar.com

Kalsel

HUT PDIP ke-47, Bang Ipul: Kesenian Daerah Harus Tetap Eksis
apahabar.com

Kalsel

Pancasila Vs Paham Radikal, 23 Persen Mahasiswa Terpapar
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com