Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam Tok! Banjarmasin Esok PPKM Level IV, Berikut Ketentuannya Meninggal di Rumah, Guru Khalil Sempat Tak Sadarkan Diri Sejak Kamis Dikenal Karismatik, Alumni Ponpes Darussalam Sukses Jadi Bupati Banjar Kini Telah Tiada Ibnu Sina Ingin Penerapan PPKM Level IV Banjarmasin Lebih Humanis

Permintaan Melonjak, Pemkot Balikpapan Bentuk Satgas Oksigen

- Apahabar.com     Sabtu, 10 Juli 2021 - 18:26 WITA

Permintaan Melonjak, Pemkot Balikpapan Bentuk Satgas Oksigen

Kebutuhan oksigen meningkat di Balikpapan. Foto-Ilustrasi/Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Kebutuhan oksigen di Balikpapan semakin tinggi setelah wabah Covid-19 meluas dan menetapkan kota minyak ini sebagai zona merah. Banyaknya pasien yang dirawat dan isolasi mandiri membuat kebutuhan oksigen ikut tinggi.

Hanya saja saat ini untuk jumlah tabung oksigen mengalami kekurangan. Sehingga Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan membentuk Satgas Oksigen. Hal ini juga instruksi dari pemerintah pusat bersama ditetapkannya Kota Balikpapan untuk menerapkan PPKM Darurat.

“Kita memang harus segera membuat Satgas Oksigen. Tadi tim satgas mulai menginventarisasi semua tabung yang ada di rumah sakit dan berapa kebutuhan rata-rata oksigen dari semua tempat. Kemudian semua akan tergabung dalam satu struktur SK Wali Kota,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty usai rapat koordinasi pada Sabtu sore (10/6).

Wanita yang akrab disapa Dio ini mengatakan bahwa produksi oksigen di PT Samator di KM 28 sejatinya masih cukup. Hanya saja jumlah tabung yang mengalami kekurangan. Tim Satgas Oksigen inilah yang akan bekerja mencari ketersediaan tabung oksigen untuk diisi kembali.

“Jadi ini diinventarisir dulu, bisa jadi ada rumah sakit yang berlebih tabungnya ada yang kurang, jadi ayo saling membantu,” tuturnya.

Dalam rapat sore tadi muncul beberapa opsi, salah satunya memanfaatkan tabung bekas di perusahaan-perusahaan yang ada di Balikpapan untuk digunakan kembali.

“Yang kedua kalau memang nggak ada tadi ada saran coba cari ke perusahaan industri itu banyak punya tabung tapi selama ini bukan untuk oksigen medis. Jadi nanti bisa dicuci dan dipakai lagi,” ujarnya.

Selain milik perusahaan, Dio mengimbau kepada masyarakat yang dulu pernah memiliki tabung oksigen agar bekerja sama dengan pemerintah untuk membantu pasien yang membutuhkan.

“Atau kita minta kepada milik masyarakat, yang dulu punya tapi sekarang nggak terpakai ayo kita pakai. Itu tabung tidak diperjualbelikan, jadi itu kami isi aja lagi,” jelasnya.

Saat ini permintaan tabung oksigen sebanyak 140 oksigen per hari. Jumlah tersebut mengalami kenaikan beberapa kali lipat dari awal Juli lalu hanya 20 oksigen saja.

“Permintaan oksigen memang saat ini sudah berkali-kali lipat. Waktu awal bulan Juli itu sekitar 20 an sekarang sudah 140 an tabung oksigen per hari,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Penajam Zona Oranye, Dua Anggota DPRD Positif Covid-19
apahabar.com

Kaltim

Pekan Depan, Rusia Dijadwalkan Tinjau Proyek KA Kaltim
apahabar.com

Kaltim

Kebutuhan BBM APT Pranoto Capai 18 Kl per Hari
Istri Gantung Diri

Kaltim

Gempar di Balikpapan, Istri Gantung Diri Usai Cekcok dengan Suami
apahabar.com

Kaltim

Resmi Jadi Wali Kota Balikpapan, Rahmad Masud Kenang Almarhum Thohari Azis
apahabar.com

Kaltim

Jalan Mentawir-Wonosari Panajam Nyaris Putus Akibat Longsor
Para atlet Balikpapan nampak menunggu antrian vaksinasi di Gedung BSCC Dome. Apahabar.com/Riyadi

Kaltim

Vaksinasi Atlet di Balikpapan Kurang Antusias

Kaltim

Ribuan Kilogram Benih Ilegal Asal 10 Negara Dimusnahkan Karantina Pertanian Balikpapan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com