Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

PHRI Balikpapan Keluhkan Kebijakan PPKM Darurat

- Apahabar.com     Minggu, 18 Juli 2021 - 13:22 WITA

PHRI Balikpapan Keluhkan Kebijakan PPKM Darurat

Ilustrasi PPKM Darurat. Foto-Istimewa

apahabar.com, BALIKPAPAN – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan menyoroti kebijakan yang dikeluarkan selama pandemi Covid-19. Yakni telah banyak restoran yang tutup akibat sejumlah kebijakan yang dikeluarkan, salah satunya ialah PPKM Darurat.

Terlebih di Balikpapan sendiri masih menunggu keputusan lanjutan apakah PPKM Darurat ini diperpanjang atau tidak. PHRI berharap pemerintah turut memperhatikan sektor UMKM khususnya restoran agar bisa tetap bertahan di tengah pandemi ini.

Ketua PHRI Balikpapan, Sahmal Ruhip mengatakan sejumlah restoran harus tutup sementara lantaran tidak ada pemasukan. Meski beberapa di antaranya tetap buka di waktu yang ditentukan, tetap saja pemasukannya turun drastis dari biasanya.

“Banyak sektor ekonomi yang terdampak. Ini memang berpengaruh sekali kepada income anggota kita hotel dan restaurant. Banyak yang tutup sementara karena mereka harus buka jam 5. Ada yang buka tapi omsetnya jauh, bisa 10 sampai 5 persen aja khususnya restaurant,” katanya.

Sahmal mengatakan selama ini kebijakan yang dikeluarkan tidak ada yang menguntungkan restoran dan hotel. Sehingga sektor ini dirasa sangat terdampak hingga membuat sejumlah restoran terpaksa tutup dan memberhentikan karyawannya.

“Memang setiap kebijakan itu ada yang dirugikan, tidak ada kebijakan selama Covid ini menguntungkan pihak hotel dan restaurant. Misalnya pengetatan jam malam, program penutupan jalan, di satu sisi mall dibuka terus,” ujarnya.

Sahmal juga menyayangkan Tim Satgas Covid-19 yang lemah dalam pengawasan. Sebab pihaknya kerap kali menemukan retail yang masih berkerumun hingga restoran yang tetap buka di atas jam yang telah ditentukan.

“Seperti tadi saya ke salah satu retail modern itu nggak berani masuk karena penuh parkiran kayak orang mau lebaran. Ini memang tidak dilarang walaupun ditutup jam 5. Nah ini nggak terpantau oleh Tim Gugus Tugas, saya jadi langsung pergi dari situ karena nggak berani masuk saking ramenya. Ini pantauannya lengah,” bebernya.

Sahmal berharap semua sektor melakukan kerjasama untuk menekan kasus Covid-19, yakni menghindari kerumunan serta mentaati aturan pemerintah. Satgas pun diminta agar tidak tebang pilih dan tidak lalai dalam pengawasan.

“Kita sama-sama ingin menghilangkan Covid-19, minimal mengurangi, semua sektor harus kerjasama bagaimana mengaturnya. Bukan masalah PHRI iri atau apa, tapi ini ada kelengahan. Hal-hal seperti ini harus diperhatikan,” pungkasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kaltim

Bioskop dan Wahana Permainan Anak di Balikpapan Boleh Beroperasi
apahabar.com

Kaltim

Gagal Paham soal Parsel, Wagub Hadi Beri Klarifikasi
apahabar.com

Kaltim

Tiga Warga Penajam Meninggal Gara-Gara HIV/AIDS
apahabar.com

Kaltim

Berangsur Surut, Pemkot Perpanjang Status Darurat Banjir Samarinda

Kaltim

Rentan Tertular, Ratusan Driver Ojol di Balikpapan Disuntik Vaksin

Kaltim

Waspada! Marak Paket Misterius via COD Nyasar di Balikpapan, Ternyata Isinya Ini

Kaltim

Baru Bebas, Lansia Kembali Masuk Bui Lantaran Sabu
apahabar.com

Kaltim

Darurat Covid-19, Perbatasan Kaltim-Kalsel Diperketat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com