Hari Ini, Belasan Pasien Covid-19 Tanah Bumbu Sembuh! Khawatir Ada Korban, Warga Kotabaru Ramai-Ramai Tangkap Buaya Liar Banjarbaru Masuk PPKM Level IV, Wali Kota Tunggu Instruksi Presiden Komisi VII DPR-RI Kunjungan Kerja ke PLN Palangka Raya Skenario Jika Kalsel Terapkan PPKM Level III: Serba Terbatas!

Polemik Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin, Kubu Juriat Angkat Bicara

- Apahabar.com     Jumat, 9 Juli 2021 - 19:15 WITA

Polemik Makam Sultan Suriansyah Banjarmasin, Kubu Juriat Angkat Bicara

Kubu zuriat Sultan Suriansyah angkat bicara terkait pengelolaan makam Raja Banjar tersebut. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Polemik pengelola Makam Sultan Suriansyah Kota Banjarmasin terus bergulir. Terbaru dari pihak kubu juriat angkat bicara, Jumat (9/7).

Gusti Nur Aina yang merupakan keturunan Sultan Suriansyah ke 15 mengakui telah mengelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin dan seluruh kubu.

Di mana rapat koordinasi tersebut berakhir dengan keputusan bersama untuk menyerahkan pengelolaan makam Sultan Suriansyah pada Pemko Banjarmasin.

“Terakhir pada 7 Juli itu kita sudah rapat setengah kamar. Hingga akhirnya kita sepakat menyerahkan ke Pemkot Banjarmasin,” ujarnya.

Nur Aina menilai aksi demo yang dilakukan kubu H Maulana adalah bentuk ketidakpuasan atas hasil kesepakatan bersama tersebut, karena masih bersikeras ingin mengelola sendiri. Aksi demo tersebut berlangsung di Balai Kota Banjarmasin pada Kamis lalu (8/7).

“Terlihat mereka masih bersikeras ingin mengelola sendiri meski kemarin sudah deal dan ditandatangani” ucapnya.

Pihaknya juga kecewa atas tuntutan dari H Maulana yang mempertanyakan silsilah keturunan zuriat Sultan Suriansyah kepada mereka.

“Tidak perlu pembuktian dengan test DNA dan lainnya. Toh sejarah juga telah dijelaskan. Mereka kurang membaca makanya kami minta mereka baca sejarah dulu,” tuturnya.

Sementara itu, Gusti Syarif menambahkan bahwa sebelumnya sempat diputuskan kepengurusan makan Sultan Suriansyah untuk dibentuk dalam sistem formatur dan sempat disepakati. Namun hasil tersebut kembali dipermasalahkan hingga kesepakatan tersebut dibatalkan.

Kemudian kembali mengelar rapat pada 7 Juli bersama Dinas kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banjarmasin.

“Dibentuk formatur itu dibatalkan karena dari kubu itu tidak terima Gusti Nur Aina sebagai Ketua kepengurusan sedangkan beliau hanya Wakil sehingga kita rapat lagi dan putuskan diserahkan saja pada Pemko,” paparanya.

Maka dari itu pihaknya sangat kecewa dengan tindakan yang dilakukan H Maulana yang kembali memperumit polemik makan Sultan Suriansyah ini.

Padahal menurutnya dengan keputusan terakhir tersebut, polemik ini bisa berakhir dengan baik dan dikelola bersama-sama.

“Dengan diserahkan ke pengelolaan ke Pemko maka permasalahan ini berakhir. Tidak ada lagi kubu-kubu tapi bersama-sama kita kelola,” tandasnya.

“Kalau diperumit seperti ini, gimana makam Sultan Suriansyah bisa dilakukan pembangunan untuk lebih baik,” lanjutnya.

Editor: Muhammad Bulkini - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Geger, Bocah Enam Tahun Tewas di Saluran Air Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Lagi, Sebernet Ulurkan Bantuan Netizen di Banjarmasin
pembobol indomaret

Kalsel

Aksi Pasutri Sindikat Pembobol Indomaret dengan Cairan Kimia di Banjarmasin Terbongkar
apahabar.com

Kalsel

Karena Sawit, Pemuda di Kotabaru Habisi Nyawa Ibunya
apahabar.com

Kalsel

Sasar Warga yang Luput Bantuan Pemerintah, Polres Tanah Bumbu Berikan Sembako
apahabar.com

Kalsel

Personil Polda Kalsel Gelar Dzikir dan Doa Bersama Malam Pergantian Tahun
apahabar.com

Kalsel

Cerita Rafi Punguti Sampah di Tengah Riuhnya Demo DPRD Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Gelar Operasi Keselamatan Intan 2020, Satlantas Banjarbaru: Di Rumah Saja
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com