Sssttt.. Catcalling Mahasiswi di Banjarmasin Cuma Satu dari Sekian Banyak Kasus KPK Rilis Hasil Penggeledahan Kedua di Amuntai HSU Kritik Pedas Pengamat Soal Komunitas Moge Lintasi Jembatan Alalak Baru Dua Hari Menghilang, Seorang Pria Ditemukan Tewas di Bawah Kolong Rumah Banjarmasin Utara Nekat Buka Lahan, Dua Penambang Ilegal di Kukar Kaltim Ditangkap

PPKM Diperpanjang, Tracing Covid-19 Dikoordinir TNI-Polri

- Apahabar.com     Minggu, 25 Juli 2021 - 23:33 WITA

PPKM Diperpanjang, Tracing Covid-19 Dikoordinir TNI-Polri

TNI-Polri. Foto-Ilustrasi/Puspen TNI

apahabar.com, JAKARTA – Aparat dari satuan TNI dan Polri akan menjadi koordinator dalam pelaksanaan tracing (pelacakan) Covid-19 dalam Pemberlakuan Pembatasan Sosial Masyarakat (PPKM) yang kembali diperpanjang hingga 2 Agustus mendatang.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan dalam jumpa pers daring terkait perpanjangan PPKM, Minggu (27/5).

“Kegiatan tracing ini akan dikoordinir oleh TNI bekerjasama dengan Polri, dan puskesmas-puskesmas di masing-masing wilayah. Untuk testing tetap dilakukan oleh tenaga kesehatan,” ujar Luhut.

Luhut menegaskan bahwa pemerintah akan melakukan testing dan tracing tersebut secara masif. Upaya itu dilakukan terutama di tujuh wilayah aglomerasi yang memberlakukan PPKM.

Tujuh wilayah aglomerasi tersebut yakni;

1. Sulawesi Selatan: Makassar, Sungguminasa, Takalar dan Maros.

2. Sumatra Utara: Medan, Binjai, Deli Serdang dan Karo.

3. Jawa Timur: Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo dan Lamongan.

4. Jawa Barat: Wilayah Bandung Raya.

5. Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi).

6. Jawa Tengah Semarang: Kendal dan Purwodadi serta yang masuk Solo Raya.

7. DI Yogyakarta: wilayah Yogyakarta Raya

“Sesuai instruksi dari Bapak Presiden, kegiatan testing dan tracing akan ditingkatkan secara massif, yang kami akan mulai pada 7 wilayah aglomerasi di Jawa dan Provinsi Bali,” kata dia.

Luhut mengaku pihaknya juga akan mendorong isolasi-isolasi terpusat, baik di tingkat, kabupaten, kecamatan, hingga desa atau kelurahan. Isolasi, lanjutnya, terutama akan didorong bagi pasien yang berisiko tinggi.

“Hal ini penting untuk mencegah penularan dan resiko kematian terutama kepada orang tua dan orang dengan komorbid,” kata dia, kutip CNNIndonesia.com.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan Cianjur Berhenti Melaut
apahabar.com

Nasional

Ke Korea Selatan, Presiden Akan Perkuat Kerja Sama Bidang Ekonomi
apahabar.com

Nasional

Usai Dilantik, Mardani Ikut Kunjungan Presiden ke Labuan Bajo
apahabar.com

Nasional

Jokowi Terbitkan Perpres Gaji dan Tunjangan PPPK, Berikut Besarannya
apahabar.com

Nasional

Janjikan Keadilan Sosial, Jokowi Umumkan Kemenangan di Kampung Deret
apahabar.com

Nasional

Teror Bom Ancam Rumah Pimpinan KPK
Idulfitri

Nasional

Idulfitri di Papua: Dilarang Mudik, Video Call pun Rebutan
Pengakuan Gembong Narkotika Banjarmasin: Tak Jadi Perawat demi Untung Berlipat

Nasional

Pengakuan Gembong Narkotika Banjarmasin: Tak Jadi Perawat demi Untung Berlipat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com