Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

Resmi! Kalsel Bentuk Satgas Oksigen, 56 Ton Tiba di Banua

- Apahabar.com     Senin, 26 Juli 2021 - 00:15 WITA

Resmi! Kalsel Bentuk Satgas Oksigen, 56 Ton Tiba di Banua

Kapal yang mengangkut isoteng oksigen liquid tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARBARU – Saat Kalsel darurat oksigen, 56 ton liquid oksigen tiba di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, Minggu (25/7) malam.

Pj Gubernur Kalsel, Safrizal mengatakan, yang dapat melakukan pengisian oksigen hanya salah satu perusahaan dan didatangkan dari Surabaya dalam bentuk likuid.

“Dengan syarat 1×24 jam harus 600 tabung, nah ini yang kita jaga. Makanya dibentuk satgas untuk mengawasinya,” ucapnya, Minggu (25/7).

Hal ini dilakukan, kata dia, agar pendistribusian oksigen antara tabung yang kosong dan berisi tidak terputus. “Supaya terus berputar,” timpalnya.

Setelah itu, Safrizal menuturkan, diatur prioritasnya. Siapa yang lebih memerlukan, itu yang didahulukan.

Jika tabung sudah datang, Safrizal bilang harus langsung disalin, agar setelah kosong dapat dikembalikan lagi ke Surabaya untuk diisi kembali.

“Misalnya sekarang ini, ada 3 isoteng dengan isi oksigen seberat 56 ton yang datang dari Surabaya di Pelabuhan Banjarmasin. Ini langsung disalin dan jangan disimpan, sehingga besok tabung yang kosong ini nantinya bisa sudah diantar lagi ke Pulau Jawa,” kata dia.

“Saya juga harus memastikan komunikasi di lapangan, antara Kemenhub, KSOP, pihak Polda, Pelayaran dan perusahaan yang mengisinya. Agar distribusi oksigen ini berjalan lancar dan tidak ada hambatan,” sambungnya.

Menurutnya, oksigen yang datang ini biasanya bisa bertahan selama sepekan. “Namun karena kebutuhan sangat banyak, maka diperkirakan ini cukup untuk 3 hari,” katanya.

Selain itu, turut Safrizal, Kalsel juga nanti bakal dapat kiriman oksigen dari Bontang, Kalimantan Timur.

“Termasuk hasil produksi Kalsel sendiri yang 600 tabung,” bebernya.

Sementara ini, kata dia, masyarakat tidak bisa membeli oksigen secara perseorangan, kecuali ada rekomendasi dari dokter.

“Yang bisa membeli yakni rumah sakit dan yang dapat rekomendasi dokter,” imbuhnya.

Dirinya juga meminta pendistribusian oksigen sekarang ini jangan diperlambat dan harus diprioritaskan. “Jangan ada hambatan administrasi dan sebagainya,” tambahnya.

“Kami juga meminta ke pihak armada, setiap isoteng kosong maupun berisi agar diprioritaskan untuk naik,” sambung dia.

Jika kapal penuh, Safrizal menuturkan, pihak satgas dan armada bisa mencarikan solusi, sehingga isoteng dapat dimuat dan dilayarkan.

“Hal ini agar tidak terputusnya pengiriman oksigen dari luar Kalsel,” tandasnya.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Rezeki Anak Kos, Warga Kalsel-Teng Sudah Bisa Klaim Token Gratis Via WA
apahabar.com

Kalsel

Kenang Jasa Mantan Wali Kota Banjarbaru, Pemkot Beri Nama Jalan Baru Nadjmi Adhani
Gasak Jutaan Rupiah

Kalsel

Gasak Jutaan Rupiah dan Puluhan Slop Rokok, Warga Landasan Ulin Akhirnya Diciduk
apahabar.com

Kalsel

Melangkah Menuju Pilgub Kalsel 2020, Paman Birin Pamit dengan ASN
apahabar.com

Kalsel

Diberi Tim Denny Indrayana Tolak Angin, Apa Kata Bawaslu Kalsel?

Balangan

Kisah Perjuangan Veteran Perang asal Balangan, Bertugas Merekrut Pasukan Kemerdekaan

Kalsel

Instruksi Kemensos: Data Anak Ditinggal Meninggal Ortu Covid-19 di Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Sempat Diselidiki Polisi, Intip Progres Jembatan HKSN 1 Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com