Jembatan Alalak Megaproyek Terakhir Kalsel? Habib Banua: Dirjen Permalukan Presiden Gara-Gara Ratusan Ribu, Istri di Kandangan Coba Akhiri Hidup Terapkan PPKM Level II, Pasien Covid-19 Tanbu Kini Tersisa 11 Orang Detik-Detik Laka Maut Sepagar Kotabaru yang Tewaskan Reski dan Ibunya Kabar Duka, Mantan Atlet Panahan Putri Andalan Kalsel Tutup Usia

Ribut-Ribut Sewa Meteran Air Naik, Dewan Bakal Panggil PDAM-Wali Kota Banjarmasin

- Apahabar.com     Minggu, 4 Juli 2021 - 22:53 WITA

Ribut-Ribut Sewa Meteran Air Naik, Dewan Bakal Panggil PDAM-Wali Kota Banjarmasin

DPRD Banjarmasin bakal memanggil Wali Kota Ibnu Sina dan Direksi PDAM Bandaramasih terkait polemik penyesuaian tarif meteran air. Foto: Dok.apahabar.com

apahabar.com, BANJARMASIN – Rencana kenaikan tarif meter air terus menuai pro kontra. DPRD Banjarmasin meminta Pemkot tak usah menambah beban ekonomi masyarakat yang setahun belakangan terpuruk akibat pandemi Covid-19.

“Kami sarankan jangan ada perubahan tarif, di saat pandemi Pemkot jangan menambah beban rakyat, belum tepat saat ini,” ujar Wakil Ketua DPRD Banjarmasin, Matnor Ali dihubungi apahabar.com.

Karenanya, DPRD Banjarmasin bakal memanggil PDAM Bandarmasih pada Selasa 6 Juli mendatang.

“Saya langsung yang pimpin rapat,” jelas politikus Golkar tersebut. Rapat juga bakal melibatkan wakil rakyat di Komisi II.

Besar kemungkinan DPRD Banjarmasin juga bakal memanggil Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina.

“Kita akan minta penjelasan, sekaligus dengan dewan pengawas PDAM, sewa meter” ujarnya.

Untuk diketahui, penaikan tarif di PDAM tak semudah membalik telapak tangan. Harus melewati persetujuan DPRD selaku perpanjangan tangan rakyat.

Harus melalui tahapan rapat di Komisi II yang membidangi PDAM.

“Selanjutnya ditetapkan dalam rapat paripurna DPRD, kecuali memang ada mengharuskan disesuaikan dikarenakan adanya regulasi aturan harus disesuaikan. Bila tidak ada dasar hukum menaikkan, maka harus ditinjau ulang,” ujarnya.

Resmi, PDAM Bandarmasih Hapuskan Kebijakan Air 10 Kubik

Sebelumnya, PDAM Bandarmasih juga telah dipanggil oleh Ombudsman Kalsel. Pemanggilan buntut aduan sejumlah advokat dari Borneo Law Firm.

“Intinya kenapa harus naik, apakah selalu rugi PDAM? Kenapa selama ini PDAM tidak profesional dan pelayanan tidak baik?” ujar Muhammad Pazri, Direktur Borneo Law Firm.

apahabar.com sudah mencoba melontarkan pertanyaan tersebut ke Ibnu Sina. Sampai berita ini diturunkan, sang wali kota tak kunjung memberikan jawaban.

Ibnu hanya buka suara lewat unggahan di media sosialnya soal penyesuaian tarif sewa meter air tersebut.

Dalam video, Ibnu mengatakan bahwa polemik kenaikan harga sewa meter air masih bersifat usulan.

“Saya sudah ingatkan ke PDAM tidak boleh ada kenaikan tarif. Jadi ini perlu diluruskan,” ucapnya.

Dewan pengawas PDAM Bandarmasih sudah mengoreksi usulan tersebut.

“Itu belum disetujui sepenuhnya karena memang ada koreksi dari dewan pengawas,” ujar Ibnu dalam akun instagram terverifikasi miliknya.

Menurutnya, kenaikan tarif hanya mencakup biaya sewa meter air. Bukan tarif air bersih.

Ibnu mafhum pandemi saat ini kian menyusahkan masyarakat. Namun ia bilang PDAM juga merugi akibat biaya pemeliharaan meter air.

“Usulan ini mudah-mudahan bisa dipastikan lagi,” ujarnya. “Sekali lagi, ini bukan soal tarif melainkan biaya sewa meter.”

Kenaikan biaya sewa meter air tidak akan berpengaruh ke masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) sebanyak 25 ribu pelanggan. Golongan rekening 01 dan 02 tetap membayar sewa meter air seperti biasa.

Kenaikan sewa meter air menyesuaikan golongan. Mulai dari 30 persen hingga 100 persen.

“Misalnya pelanggan punya tagihan Rp50 ribu pemakaian bulan ini. Jadi sewa meter ini tambahan Rp2 ribu, mirip bayar parkir,” kata Ibnu.

View this post on Instagram

A post shared by Ibnu Sina Official (@ibnusina.official)

Naik Sejak Agustus

Pengamat Pemerintah dan Kebijakan Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Lambung Mangkurat, Arif Rahman Hakim bilang kebijakan itu tak tepat diambil ketika masyarakat kini sedang berusaha memulihkan keuangan dapur akibat pandemi Covid-19. Pemerintah, ujarnya, mestinya lebih paham dengan kondisi masyarakat saat ini.

“Kebijakan PDAM tentu kurang tepat saat kondisi pemulihan ekonomi masa pandemi Covid-19,” kata Arif.

Mestinya pemerintah justru membantu masyarakat dengan mengurangi tarif atau memberi subsidi untuk masyarakat.

Ya Agustus mendatang, biaya sewa meter air bagi ribuan pelanggan PDAM Bandarmasih bakal naik drastis.

Kebijakan tersebut berlaku setelah Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina menyetujui penyesuaian biaya sewa air.

PDAM mengatakan keputusan menyusul harga material, pemeliharaan dan jasa untuk operasional PDAM meningkat sesuai inflasi. Alasan lain, keberlangsungan peningkatan pelayanan pelanggan.

Baca selengkapnya di halaman selanjutnya:

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kebakaran di Jalan Manggis

Banjarmasin

Berharap Bantuan, Korban Kebakaran di Jalan Manggis Banjarmasin: Setidaknya Buat Tidur
YN'S Center

Banjarmasin

Laksanakan Program Ramadan Sebulan Penuh, PWI Kalsel Apresiasi YN’S Center
Pak Ogah

Banjarmasin

Bikin Resah, 5 “Pak Ogah” di Banjarmasin Selatan Diamankan Polisi
Banjarmasin

Banjarmasin

Wow, Ribuan Kilo Kepala Ayam Coba Diselundupkan dari Banjarmasin
ilustrasi. Foto-Istimewa

Banjarmasin

Penumpang Kapal Banjarmasin Harus Tunjukkan Bukti Negatif Covid-19
Jembatan Alalak Baru

Banjarmasin

Polda Kalsel Segera Panggil Penanggung Jawab Moge yang Melintas di Jembatan Alalak Baru
Banjarmasin

Banjarmasin

HAN 2021, Banjarmasin Lahirkan 55 Anak Korban Kekerasan hanya Dalam 6 Bulan!
Cuaca Kalsel Hari Ini

Banjarmasin

Cuaca Kalsel Hari Ini: Banjarmasin Cerah, 3 Wilayah Waspada Hujan Petir
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com