Simpan Sabu di Dapur, Pemuda Kelumpang Tengah Kotabaru Ditangkap Catat Tanggalnya, BPJN Kalsel Tutup Jembatan Paringin Selama Perbaikan Jaringan Internet Telkom Down, Panitia Tes SKD CPNS HSS Tak Kehabisan Akal Ciaatt! Serunya Lomba Lawang Sakepeng Seni Bela Diri Dayak Ngaju di Kapuas Masih Berlangsung! Penggeledahan KPK di Kantor Dinas PUP HSU

“Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak

- Apahabar.com     Rabu, 28 Juli 2021 - 20:37 WITA

“Ritual Panggil Datu”, Siswa Hilang di Sungai Martapura Disebut Terjebak

Beragam upaya dilakukan untuk menemukan Samsuni, siswa yang hingga kini masih hilang di Sungai Martapura, salah satunya dengan menggelar ritual khusus. Foto: Ist

apahabar.com, BANJARMASIN – Beragam ikhtiar dilakukan guna menemukan Samsuni. Siswa asal Kertak Hanyar itu diduga tenggelam di Sungai Martapura, kawasan Siring Pierre Tendean, Pasar Lama, Banjarmasin, Selasa (27/7) sore kemarin.

Hingga kini keberadaannya masih misterius, sore tadi sejumlah warga menghelat ritual khusus. Dengan dupa yang terbakar dan sejumlah sesajen lain seperti kopi, seorang wanita muda yang tampak kesurupan membeberkan lokasi diduga keberadaan korban.

“Korban berdiam di ruang antara Siring dan jembatan, jaraknya 100 meter,” ujarnya. “Di antara besi besi merah,” ujarnya sambil menunjuk sebuah rambu angkutan air di tepi Sungai Martapura.

Namun begitu, nyatanya hingga kini pencarian masih nihil. Korban Samsuni belum juga ditemukan. Selain menggelar ritual, pencarian juga melibatkan sejumlah relawan gabungan.

Pencarian dilakukan dengan memperluas jarak penyisiran. Termasuk mengerahkan penyelam tradisional, petugas water rescue hingga menurunkan drone bawah air.

“Kita sudah berupaya, melakukan pencarian dari kemarin malam, mulai dari melakukan penyisiran di sekitaran Sungai martapura dan kurang lebih 2 kilometer ke hulu dan hilir, namun belum membuahkan hasil,” kata salah seorang relawan, Nasrul.

 

Terhitung dari malam kemarin hingga sore hari, sebanyak 4 kali pihaknya melakukan penyisiran dengan menggunakan bawah air.

“Kurang lebih 4 kali, melakukan penyisiran dibantu dengan drone bawah air tapi tidak ada tanda tanda tentang korban,” ujarnya.

Menurutnya, selain air Sungai Martapura yang keruh, arus air yang kencang saat di bagian dasar sungai jadi kendala lain dalam pencarian.

“Sementara ini, proses pencarian dihentikan sejenak dan akan dilanjutkan lagi sekitar pukul 19.00. Mudah-mudah korban bisa lekas ketemu,” katanya.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Operasi SAR, Basarnas Banjarmasin, Rangga mengatakan saat ini pihaknya hanya bisa melakukan pemantauan bergantian.

“Biasanya jasad manusia yang tenggelam akan muncul dalam 36 jam. Jadi kita akan menunggu,” katanya.

Kendala yang dihadapinya, yakni derasnya arus Sungai Martapura.

“Kalau malam juga jarak penglihatan kita terbatas,” katanya.

Jika hingga Kamis (29/7) besok, Samsuni juga masih belum ditemukan, pihaknya akan memperluas jarak penyisiran lagi.

“Kami akan memperluas penyisiran, 3 Kilometer ke hulu dan 3 Km ke hilir,” katanya.

View this post on Instagram

A post shared by apahabar.com (@apahabar)

Editor: Fariz Fadhillah - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Pungli Vaksinasi

Banjarmasin

Praktik Pungli Vaksinasi Covid-19 di Banjarmasin, Ibnu Sina Angkat Bicara

Banjarmasin

Duh, Relawan H2D Diduga Disekap & Dikeroyok Oknum Tak Dikenal
etua yayasan UNISka

Banjarmasin

Kabar Duka, Ketua Yayasan Uniska Meninggal Dunia

Banjarmasin

Pertahankan WTP 8 Kali, Subhan Noor Yaumil Sosok Calon Sekdakot Banjarmasin Terfavorit

Banjarmasin

Langgar Prokes, 5 Warga di Banjarmasin Utara Disanksi Bersihkan Fasilitas Umum

Banjarmasin

Dugaan Pencabulan Anak Bawah Umur di Banjarmasin, Keluarga Lapor Polisi

Banjarmasin

ASN Sering Terlambat, Pemkot Banjarmasin Kembali Terapkan Fingerprint

Banjarmasin

Kekerasan Seksual Anak di Kalsel Jadi Perhatian, Penyintas Sampai Alami Gangguan Jiwa
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com