Pak Jokowi! Siswa Peserta Vaksinasi Banjarmasin Tak Mau Sepeda Jokowi Tiba di Kalsel, Panggung Alalak Jadi Tontonan Warga BREAKING! Presiden Jokowi Tiba di Kalsel Jelang Peresmian, Jembatan Sei Alalak Belum Ditutup Total Kunjungi Tanbu, Warga Berharap Jokowi Ikut Tanam Mangrove di Pulau Burung

Rupiah ‘Demam’ PPKM Darurat ke Rp14.503 per Dolar AS

- Apahabar.com     Jumat, 2 Juli 2021 - 10:26 WITA

Rupiah ‘Demam’ PPKM Darurat ke Rp14.503 per Dolar AS

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.503 per dolar AS pada perdagangan pasar spot, Jumat (2/7). Mata uang Indonesia itu melemah 3 poin atau 0,02 persen dibanding Rp14.500 per dolar AS, Kamis (1/7) kemarin.

Di kawasan Asia, rupiah melemah bersama peso Filipina minus 011 persen, ringgit Malaysia minus 0,17 persen, yuan China minus 0,08 persen, dolar Singapura minus 0,09 persen, baht Thailand minus 0,26 persen, dan yen Jepang minus 0,05 persen. Sementara, dolar Hong Kong bergerak stagnan.

Begitu juga dengan mata uang utama negara maju yang melemah terhadap dolar AS. Poundsterling Inggris minus 0,02 persen, dolar Australia minus 0,07 persen, dolar Kanada minus 0,01 persen, dan franc Swiss minus 0,06 persen.

Analis Pasar Uang Ariston Tjendra memproyeksi rupiah masih bergerak di zona merah hari ini. PPKM darurat yang akan diterapkan pada 3 Juli-20 Juli 2021 memberikan sentimen negatif terhadap mata uang dalam negeri.

“Perlambatan ekonomi lebih berpeluang terjadi karena pembatasan ekonomi yang lebih ketat ini,” ungkap Ariston, kutip dari CNNIndonesia.com.

Selain itu, deflasi yang terjadi pada Juni 2021 juga menambah sentimen negatif untuk rupiah. Deflasi mengindikasikan perlambatan ekonomi karena konsumsi masyarakat menurun.

Dari eksternal, pasar masih menunggu data tenaga kerja AS versi pemerintah yang akan dirilis malam nanti. Data tersebut akan menjadi acuan bagi The Fed untuk menentukan kebijakan moneternya.
“Data tenaga kerja yang membaik bisa menaikkan ekspektasi pasar terhadap kemungkinan perubahan kebijakan moneter AS ke arah yang lebih ketat,” jelas Ariston.

Hari ini, Ariston memprediksi rupiah bergerak di level support US$14.470 per dolar AS dan resistance Rp14.550 per dolar AS.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Temui Djoko Tjandra di Malaysia, Kejagung Copot Jaksa Pinangki
apahabar.com

Nasional

Hipmi Dukung Kebijakan Jual Beli Nikel dengan Dasar Harga Patokan Mineral
apahabar.com

Nasional

Taliban Culik 6 Wartawan Afganistan
Amandemen UUD 1945

Nasional

Wacana Amandemen UUD 1945 Mencuat, Pakar: Apa Urgensinya!
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Buka Peluang Peserta yang Tak Lolos SKD CPNS Ikut SKB
Bom

Nasional

Pelaku Bom Bunuh Diri Makassar, Kapolri: Anggota Kelompok JAD

Nasional

Awal Tahun, Garuda Terbang dari Halim
Bakso Goreng

Nasional

Viral! Pria Ini Nikahi Sang Kekasih dengan Mahar Bakso Goreng
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com