Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

Sektor Pertanian di Kalsel Janjikan Masa Depan Cerah

- Apahabar.com     Senin, 19 Juli 2021 - 13:31 WITA

Sektor Pertanian di Kalsel Janjikan Masa Depan Cerah

Ilustrasi pertanian jagung. Foto: Antara

apahabar.com, BANJARBARU – Kalsel punya masa depan cerah dari sektor pertanian.

Sebab, tercatat hingga kini lebih dari 3.600 pemuda di rentang usia 17 hingga 35 tahun berkecimpung di dunia pertanian.

“Yang terdaftar di Sistem Informasi Penyuluh Pertanian [Simluhtan] sudah lebih dari 3.600 petani muda,” beber Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel, Syamsir Rahman, Senin (19/7).

Data ini, kata dia, masuk dalam program Youth Enterpreneur and Employment Support Services (YESS) yang mana leading sektornya ada di Sekolah Menengah Kejuruan-Pertanian Pembangunan (SMK-PP).

“Dari program itu, hanya Kalsel yang masuk di luar pulau Jawa,” imbuhnya.

Meningkatnya minat kaum milenial di sektor pertanian, Syamsir menuturkan bukan tanpa sebab, namun karena diberikan pemahaman bahwa sektor ini begitu menjanjikan.

“Terlebih holtikultura dan jagung. Sedangkan untuk padi, bagi pemuda, hanya orang tua yang melakukannya,” timpalnya.

Saymsir bilang, hal ini karena masih adanya keengganan untuk berkotor-kotor di lumpur. Tapi lebih kepada hal yang kering.

“Terlebih untuk jagung dan Porang, karena harga yang tinggi, cepat tumbuh, serta mudah dalam proses penanaman,” ujarnya.

“Kelebihan petani muda ini juga punya jaringan yang cukup luas, apalagi sering buka internet, sehingga dapat mengetahui harga di luar negeri seperti Jepang dan China,” sambungnya.

Selain membuka jaringan pasar, Syamsir menuturkan, juga bakal meminta kepada program YESS agar nantinya petani muda diajarkan memperbaiki mesin tani, sehingga mandiri.

“Makanya banyak Hand Traktor yang tidak terpakai, karena rusak, tetapi tidak mampu memperbaiki. Ingin diperbaiki di bengkel, keterbatasan dana,” tandasnya.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Alumnus SMAVEN Banjarmasin Jabat Kapolsek Banteng
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19 di Tanbu 23 Orang, Berikut Sebarannya
apahabar.com

Kalsel

Jurnalis Kalsel Galang Solidaritas, Ajukan Penangguhan Diananta
apahabar.com

Kalsel

DPRD-Pemko Banjarbaru Sepakati KUA-PPAS 2020

Kalsel

Fakta Baru Mayat Bersimbah Darah di Gambut: Motor Raib, Luka Tusuk di Leher
apahabar.com

Kalsel

Kebakaran Kuin Utara, Diduga Akibat Lilin yang Nyala Saat Listrik Padam
apahabar.com

Kalsel

Tak Cuma Perwira, PHL Kebersihan Polres Batola Juga Dapat Penghargaan
apahabar.com

Kalsel

Lihat Ramalan Cuaca Kalsel Hari Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com