Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Susul Moderna, Vaksin Pfizer Sebentar Lagi Dapat Izin di RI

- Apahabar.com     Selasa, 13 Juli 2021 - 23:50 WITA

Susul Moderna, Vaksin Pfizer Sebentar Lagi Dapat Izin di RI

Ilustrasi. Foto-Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – BPOM menyebutkan sejumlah vaksin sedang dalam proses mendapatkan izin penggunaan darurat atau Emergency Use Authorization (EUA).

Salah satunya Pfizer yang masih berproses untuk finalisasi mendapatkan izin EUA.

Kepala Badan POM, Penny Lukito mengatakan proses ini cukup lama dibandingkan Moderna yang telah mendapatkan EUA beberapa waktu lalu.

Pfizer memiliki beberapa fasilitas produksi tapi yang memiliki baru 2 fasilitas yang datanya sudah lengkap dan siap mendapatkan EUA dalam waktu dekat.

“Dari 5 fasilitas 2 yang sudah lengkap data, Pfizer akan mendapatkan EUA dalam waktu dekat,” kata Penny dalam Rapat Kerja Komisi IX DPR RI, Selasa (13/7/2021).

Seperti Pfizer, Penny mengatakan vaksin Sputnik juga sedang dalam proses finalisasi mendapatkan EUA. Harus melakukan inspeksi untuk fasilitas produksinya serta dia mengakui belum ada pengalaman vaksin dari Rusia.

Menurutnya, Sputnik harus melakukan cakupan inspeksi lebih luas lagi. “Sedang dalam proses akhir beberapa data cakupan inspeksi. Mudah-mudahan Sputnik mendapatkan EUA,” kata Penny.

Sementara itu untuk Novavax sedang dalam sudah rolling subsmission dan membutuhkan uji komparabilitas, diharapkan bulan September mendatang.

Ada juga Cansino dan sudah mendapatkan data khasiat, keamanan dan mutu. Namun masih membutuhkan sejumlah data lagi dan dikatakan belum tahu kapan akan mendapatkan ijin penggunaan daruratnya.

Terakhir Covaxin dari Bharat Biotech India yang juga telah melakukan rolling submission. Namun seperti Cansino masih membutuhkan data lagi.

“Covaxin produksi Bharat biotech India dengan Amarox sudah rolling submission masih dibutuhkan data,” kata ungkapnya.

Sejauh ini sudah ada sejumlah vaksin yang mengantongi izin penggunaan dari BPOM, yakni ada Sinovac CoronaVac, AstraZeneca, Bio Farma, Sinopharm dan Moderna.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Airbus Milik Citilink Segera Masuk APT Pranoto
Cupang Digoreng

Nasional

Angkat Pamor Ikan Hias di Indonesia, Himakua Gelar Aquafest 2020
apahabar.com

Nasional

Wanita 350 Kg Takut Dioperasi
apahabar.com

Nasional

Beda Sikap Jokowi Saat Umumkan Prabowo sebagai Menteri Pertahanan
apahabar.com

Nasional

Jokowi Kunjungi Natuna, TNI Perketat Pengamanan
apahabar.com

Nasional

Dapat Nomor Urut 4 di Pemilihan Ketum BPP Hipmi, Mardani H Maming: Itu Angka Keberuntungan Saya

Nasional

PGI Kecam Pelemparan Batu Gereja Kristus di Samarinda

Nasional

5 Pengetatan Aktivitas Warga di PPKM Darurat 3-20 Juli
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com