Banjarmasin Bebas PPKM Level IV, Tracing Covid-19 Kok Turun? Perampokan Bos Emas Banjar-Batulicin: Korban Disekap, Dibacok, Diseret Bak Binatang Obok-Obok Rutan Barabai: Petugas Dites Urine, Temukan Silet hingga Batu Resmi, PPKM Luar Jawa-Bali Diperpanjang 3 Pekan Setelah Viral Kisah Perjuangan Istri Alm Brimob Kalsel Hidupi 8 Anak

Syarat Perjalanan: Harus Divaksin & PCR-Antigen Negatif Covid

- Apahabar.com     Jumat, 2 Juli 2021 - 20:57 WITA

Syarat Perjalanan: Harus Divaksin & PCR-Antigen Negatif Covid

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi Foto-Tangkapan Layar Youtube @BNPB Indonesia

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merilis petunjuk teknis penyelenggaraan transportasi di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat.

Juknis itu merujuk kepada Surat Edaran Satuan Tugas Covid-19 Nomor 14 Tahun 2021 tentang Ketentuan Perjalanan Orang Dalam Negeri Dalam Masa Pandemi Covid-19.

Dalam konferensi pers virtual, Jumat (2/7/2021), Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memaparkan, untuk perjalanan jarak jauh dan perjalanan dari dan menuju Jawa dan Bali harus menunjukkan kartu telah vaksin minimal dosis 1, hasil RT-PCR 2×24 jam atau antigen 1 x 24 jam.

Kemudian, pengetatan mobilitas di Jawa dan Bali dilakukan dengan mengharuskan pelaku perjalanan memiliki sertifikat vaksin, RT-PCR 2×24 jam atau antigen 1 x 24 jam untuk moda laut, darat, penyeberangan, dan kereta api jarak jauh.

“Khusus untuk moda udara, syarat pelaku perjalanan wajib memiliki sertifikat vaksin dan wajib tes RT-PCR yang berlaku maksimal 2 x 24 jam di wilayah Jawa dan Bali,” kata Budi Karya, dikutip dari CNBC Indonesia.

Lebih lanjut, dia bilang sertifikat vaksin tidak menjadi mandatori untuk syarat pergerakan mobilitas di luar Jawa dan Bali. Sebagai gantinya, lanjut BKS, penumpang diwajibkan mengisi e-Hac pada perjalanan udara, laut, dan penyeberangan.

Sebelumnya, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito mengungkapkan terdapat ketentuan syarat vaksinasi untuk perjalanan selama PPKM darurat.

Pertama, pelaku perjalanan wajib menunjukkan kartu vaksin dosis pertama ditambah surat keterangan negatif RT PCR atau rapid test antigen.

Kedua, penumpang dengan kepentingan khusus yang tidak/belum divaksin dengan alasan medis berdasarkan keterangan dari dokter spesialis dapat melakukan perjalanan dengan menunjukkan surat negatif RT-PCR/rapid test antigen.

“Ketiga, syarat testing atau vaksinasi untuk transportasi perintis wilayah perbatasan, daerah 3T, dan pelayaran terbatas menyesuaikan kondisi daerah masing-masing,” kata Ganip.

Sementara untuk ketentuan wajib umum, lanjut dia, setiap individu yang melakukan perjalanan wajib menerapkan prokes 3M.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Presiden Jokowi

Nasional

Tren Covid-19 Tanah Air Alami Perbaikan, Presiden Jokowi: Tetap Hati-hati!
apahabar.com

Nasional

Polisi Cek CCTV, untuk Telusuri Pelaku Teror Bom Palsu di Rumah Ketua KPK
apahabar.com

Nasional

Puan Maharani Kepincut Cabe Rawit Hiyung Tapin

Nasional

Ustaz M Arifin Ilham Ramai Dikunjungi Tokoh, Siapa Mereka?
Sarigadung

Nasional

Akhirnya, TNI Ungkap Dalang Penembakan Maut di Tanah Bumbu
apahabar.com

Nasional

Gerhana Matahari Cicin Terlihat Sempurna di Simeulue
Abu Janda

Nasional

Sebelum Bicara Tentang Islam, Sekjen PP Muhammadiyah Minta Abu Janda Belajar Ngaji
RUU Perlindungan

Nasional

Kemenpan RB Dorong RUU Perlindungan Data Pribadi Segera Disahkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com