Jokowi Tiba di Kalsel, Panggung Alalak Jadi Tontonan Warga BREAKING! Presiden Jokowi Tiba di Kalsel Jelang Peresmian, Jembatan Sei Alalak Belum Ditutup Total Kunjungi Tanbu, Warga Berharap Jokowi Ikut Tanam Mangrove di Pulau Burung Truk Terbalik di Balangan Belum Dievakuasi, 8 Jam Listrik Padam

Terimbas PPKM Darurat Jawa-Bali, Penjual Sapi Kurban Banjarmasin Curhat Kesedihan

- Apahabar.com     Selasa, 6 Juli 2021 - 17:44 WITA

Terimbas PPKM Darurat Jawa-Bali, Penjual Sapi Kurban Banjarmasin Curhat Kesedihan

Pandi, penjual hewan kurban di Banjarmasin keluhkan pengiriman sapi ke Kalsel lantaran pemberlakuan PPKM Darurat Jawa-Bali. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat Jawa dan Bali berdampak kepada melonjaknya harga penjualan sapi kurban di Kalimantan Selatan (Kalsel).

PPKM darurat dilaksanakan sejak 3 Juli 2021 hingga 20 Juli 2021.

Penjual sapi kurban di Banjarmasin, Pandi, mengaku terpaksa menaikkan harga jual sapi, lantaran biaya pengiriman membengkak.

“Setiap wilayah yang dilalui, orang yang mengantarnya harus mengeluarkan biaya rapid test antigen. Belum lagi pemeriksaan di pelabuhan,” keluh pedagang di kawasan RK Ilir ini kepada apahabar.com, Selasa (6/7).

Kenaikan jarga jual sapi miliknya sekitar Rp 2 juta per ekor. Untuk harga jual sapi sendiri, paling mahal sekitar Rp 24 juta, Rp 18 juta, Rp 18,5 juta, Rp 17 juta sampai Rp 15 juta.

“Harga yang tadi sudah termasuk yang naik. Tergantung dari bobot dan kondisi sapinya seperti apa,” jelas Pandi.

Selain itu, Pandi juga mengeluhkan adanya keterlambatan dalam proses pengiriman sapi dari Madura.

Apalagi jika ada orang yang mengantarkan sapi tersebut yang mengalami demam.

Terpaksa pengiriman yang seharusnya dilakukan pada hari itu juga terpaksa ditunda selama satu bahkan dua minggu berikutnya.

Sebab yang mengantarkan sapi harus dipastikan negatif Covid-19 melalui pemeriksaan lendir saluran pernafasan manusia tersebut.

“Pengiriman sapi yang ada ini aja sudah lebih seminggu tertundanya. Gara-gara itu juga lebih 30 pelanggan saya pindah ke tempat lain,” keluhnya lagi.

Kemudian, ia juga memperkirakan penjualan hewan kurban di tahun ini lebih sepi dibandingkan tahun sebelumnya.

Sehingga ia mengaku sedikit was-was ketika ingin menambah stok sapi.

“Soalnya di tahun kemarin, 250 ekor sapi laku pada H-15 Hari Raya Iduladha. Sekarang baru sekitar 50 ekor yang dipesan orang. Makanya kami berpikir dua kali untuk menyetok lebih banyak sapi,” imbuhnya.

Keraguan itu muncul lantaran sapi yang tidak bisa terjual sampai lewat dari momen lebaran haji harganya menurun drastis. Sehingga terjadi banyak kerugian.

“Malah kerugian bisa lebih Rp 2 Juta per ekornya,” tukasnya.

Menurut Pandi, penurunan permintaan sapi yang terjadi saat ini kemungkinan dikarenakan adanya larangan berkumpul oleh pemerintah setempat.

“Jadi tak sedikit pelanggan kami ragu untuk membeli sapi untuk kurban. Mereka (calon pembeli sapi kurban) takut kalau ada kebijakan yang melarang untuk berkumpul. Sedangkan pelaksanaan kurban mau tidak mau pasti berkerumun dalam pelaksanaannya,” pungkasnya.

Editor: Ahmad Zainal Muttaqin - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jauh Sebelum Covid-19, Flu Spanyol Pernah Menyerang 1.424 Warga Banjarmasin

Kalsel

PSU Pilgub Kalsel, Pemprov Siapkan Skema Libur Pegawai
apahabar.com

Kalsel

Masa Jabatan Berakhir, Bupati Banjar Ogah Perpanjang Masa Jabatan Teguh Imanullah Sebagai Dirut PD Baramarta
apahabar.com

Kalsel

Gelar Salat Hajat, Mitra TNI-POLRI Harapkan Pemilu Damai
KRI Nanggala

Kalsel

Breaking! Serpihan KRI Nanggala 402 Ditemukan
apahabar.com

Kalsel

15 Pasien Covid-19 Tertahan di IGD RSUD Ulin, Satu Penderita Sempat Kabur
apahabar.com

Kalsel

ASN di Banjarbaru Hina Adian Napitupulu, Legislator Senayan yang Kolaps karena Jantung
apahabar.com

Kalsel

Prosesi Cium Kaki Ibu di SMADA Penuh Haru
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com