Duel Maut, Kakek Aniaya Tetangga hingga Tewas di Banjarmasin Terancam Hukuman Berat Ke Kalsel, Jokowi Tak Hanya Resmikan Jembatan Sei Alalak Prokes Dilonggarkan, Arab Saudi Hapus Aturan Jaga Jarak di Masjidil Haram Geger! Warga Hilir Kotabaru Temukan Mayat Bayi dalam Kardus Setelah Kakak, Sang Adik yang Hilang di Hampang Kotabaru Ditemukan Meninggal

Tersandung Kasus Korupsi, Eks Kades Kersik Tanbu Sampaikan Pembelaan Pribadi

- Apahabar.com     Senin, 5 Juli 2021 - 19:51 WITA

Tersandung Kasus Korupsi, Eks Kades Kersik Tanbu Sampaikan Pembelaan Pribadi

Rahmatullah duduk di kursi pesakitan. Mantan Kepala Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, didakwa atas kasus dugaan korupsi dana desa senilai Rp 822.360.732. Foto-apahabar.com/Muhammad Syahbani

apahabar.com, BANJARMASIN – Rahmatullah duduk di kursi pesakitan. Mantan Kepala Desa Kersik Putih, Kecamatan Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, didakwa atas kasus dugaan korupsi dana desa senilai Rp 822.360.732.

Tadi siang, Senin (5/7) sidang beragendakan pembelaan digelar di Pengadilan Tipikor Banjarmasin. Mengenakan kemeja merah tua, Rahmatullah dihadirkan langsung di persidangan.

Selain pembacaan pembelaan dari penasehat hukum, Rahmatullah menyampaikan pembelaan secara yang disampaikan secara pribadi.

Dalam pembelaannya, dia menyatakan sejumlah poin. Diantaranya soal logika dan mekanisme pencairan dana desa.

Rahmatullah bilang, dalam proses pencairan diperlukan adanya sejumlah syarat. Salah satunya rekomendasi dan verifikasi dari sejumlah pihak, termasuk dari tim verifikasi kecamatan, tim verifikasi Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Inspektorat Daerah.

“Yang menjadi pertanyaan bagaimana saya mencari dana desa di 2018/2019 jika di 2016/2017 bermasalah,” ucapnya sambil membacakan nota pembelian yang ditulis dengan tulisan tangan.

Adapun penasihat terdakwa, Diankorona Riadi menyatakan, dalam poin pembelaan pihaknya meminta Majelis Hakim untuk membebaskan kliennya dari dakwaan Jaksa Penuntut Umum.

“Intinya sebagai kuasa hukum terdakwa, kami inginkan untuk minta bebas,” kata Diankorona.

Dian menyebut, mengacu pada dakwaan, kliennya didakwa menimbulkan kerugian negara karena diduga menyelewengkan dana kurang lebih Rp 820 juta dari proyek pekerjaan yang nilainya kurang lebih Rp 1 miliar.

Padahal kata dia, jika sesuai dakwaan, artinya hanya tersisa dana kurang lebih Rp 180 juta untuk merealisasikan proyek tersebut.

“Tuduhan Rp 800 juta, akan tetapi nilai proyek itu kurang lebih Rp 1 miliar. Kalau tuduhan Rp 800 juta, itu seakan-akan tidak dilaksanakan, tidak ada proyek. Tapi saat kita periksa ke lapangan, barangnya pun ada. Karena itu, tuduhan jaksa itu sangat kabur sekali,” Imbuh Dian.

Apalagi kata dia, kasus tersebut menyangkut proyek pengerjaan jalan di periode Tahun 2016/2017.

Artinya kata penasihat hukum, jika pun dilakukan pemeriksaan saat ini tentu telah terjadi penurunan kualitas jalan.

“Tuduhan itu di 2016/2017, memang kondisi jalan sekarang itu kalau diperiksa sekarang otomatis nilainya berkurang, tebalnya berkurang, semua sudah berkurang, tidak bisa lagi jadi acuan. Jadi kami minta bebas karena kabur persoalannya,” kata Diankorona.

Sedangkan Tim Jaksa Penuntut menyatakan akan menyampaikan tanggapan atas pembelaan terdakwa dan penasihat hukumnya.

Majelis Hakim pun memberikan waktu satu minggu dan menjadwalkan sidang lanjutan dengan agenda pembacaan tanggapan dari Jaksa Penuntut Umum pada Senin (12/7).

Sebelumnya, Tim Jaksa Penuntut Umum yang dikomandoi Kasi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Tanbu, Wendra Setiawan telah membacakan tuntutannya dalam perkara ini.

Yaitu terdakwa dituntut hukuman kurungan 3 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta, subsider 3 bulan kurungan penjara.

Terdakwa juga dituntut mengembalikan uang pengganti Rp 822.360.732 dan apabila tidak dapat mengganti, maka digantikan dengan kurungan penjara selama 2 tahun.

Editor: Aprianoor - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hukum

Warga Teluk Sari HSU Diciduk, Sisa Sabu di Pipet Jadi Barbuk
apahabar.com

Hukum

Polisi Kotabaru Nyamar Jadi Pembeli, 2 Budak Sabu Asal Batulicin Terjaring
apahabar.com

Hukum

Dalam 2 Jam, John Lee CS Berhasil Bekuk 2 Budak Sabu di HST
apahabar.com

Hukum

Sempat Kabur, Pelaku Penusukan di Puntik Luar Batola Ditangkap di Kalteng
apahabar.com

Hukum

Soal Kabel PJU di Batulicin, Dinas PUPR Sebut Dicuri, Dishub Bilang Tidak
apahabar.com

Hukum

Istri Ali Kalora Ditangkap, Apa Perannya di MIT?
Iming-imingi Pinjaman Uang Hingga Mobil, Koperasi di Anjir Muara Diduga Menipu Ratusan Warga

Hukum

Iming-imingi Pinjaman Uang Hingga Mobil, Koperasi di Anjir Muara Diduga Menipu Ratusan Warga
apahabar.com

Hukum

Satu Warga Desa Kedapatan Kuasai Sabu
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com