Update Pemakaman Istri Guru Ijai: Sekumpul Lengang, Polisi Berjaga di Puluhan Titik Banjarmasin PPKM Berjilid-jilid: Prokes Malah Jeblok, Kematian Pecah Rekor! Ditegur Saat Minum Miras, Dua Pemuda Banjar Bacok Pria di Banjarmasin Timur Hoaks Jenazah Covid-19 di Banjarbaru Diburu Polisi, Kadinkes Doakan Pelaku Insyaf “Kalsel Lagi Sakit”, Aktivis Lingkungan Beri Catatan Kritis ke BirinMU

TKA Korban Kecelakaan Kerja PT MPP Tak Terdaftar di Disnaker Kapuas

- Apahabar.com     Jumat, 16 Juli 2021 - 00:32 WITA

TKA Korban Kecelakaan Kerja PT MPP Tak Terdaftar di Disnaker Kapuas

Ilustrasi kecelakaan kerja. Foto-Tribunnews

apahabar.com, KUALA KAPUAS – Tiga tenaga kerja asing (TKA) yang turut menjadi korban robohnya tower penampung pasir hasil galian PT Mineral Palangka Raya Prima (MPP) ternyata tidak terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Kapuas, Kalteng.

“Iya, tidak terdaftar,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Kapuas, saat dihubungi apahabar.com, Kamis (15/7) malam.

Menurut Raison, PT MPP tidak pernah melaporkan keberadaannya ke Disnaker Kapuas, termasuk tenaga kerjanya juga tidak pernah dilaporkan.

“Dari pengecekan kami terhadap data TKA di Kapuas, tidak ada nama TKA dari perusahaan itu (PT. MPP). Termasuk juga kami cek data imigrasi per Juli 2021, juga tidak ada,” ujarnya.

Raison bilang, meskipun kewenangan izin tambang perusahaan tersebut berada di tingkat provinsi, namun setidaknya perusahaan itu melapor ke Disnaker Kapuas terkait keternagakerjaannya.

“Minimal pemberitahuan lah, sehingga kalau terjadi insiden seperti sekarang ini sulit kita untuk mengambil langkah terkait perlindungan pemerintah terhadap tenaga kerja, karena tidak ada data-datanya,” ucapnya.

Saat ini, lanjut Raison, Tim Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi Kalteng sedang melakukan investigasi terhadap kecelakaan kerja yang terjadi PT. MPP tersebut.

“Tim Pengawasan Ketenagakerjaan provinsi saat ini sedang melakukan investigasi ke lapangan. Jadi, kami di sini (Disnaker Kapuas) menunggu saja, karena kewenangan pengawas ketenagakerjaan ada di provinsi,” tutup Raison.

Insiden robohnya tower penampung pasir hasil galian milik PT. MPP yang beroperasi di wilayah Desa Lahei, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas pada, Selasa (13/7) pukul 16.00 Wib, menyebabkan 1 korban tewas dan 3 orang luka berat.

Korban meninggal diketahui bernama Albar (20) warga Desa Lahei, Kecamatan Mantangai. Sedangkan 3 korban luka berat merupakan TKA asal Tiongkok bernama Ya Hanxuan, Feng Quankun dan Chen Bibo.

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Kalsel

Hari Ini Pendaftaran PPDB Jalur Zonasi di Banjarmasin, Berikut Informasinya
Kembar

Kalsel

Alhamdulillah, Bayi Kembar Siam Asal Amuntai Berhasil Dioperasi di RSUD Ulin Banjarmasin
Rapid Antigen

Kalsel

Pemeriksaan di Posko Satui Tanbu, Dua Warga Banjarmasin Tidak Bawa Surat Rapid Antigen
apahabar.com

Kalsel

Mantap Dukung Prof Denny di Pilgub Kalsel, Demokrat Perpanjang Surat Penggalangan Koalisi
apahabar.com

Hiburan

Pesona Wisata Pagat HST, Keindahan Alam dan Kisruh Sengketa Lahan
apahabar.com

Kalsel

Kurang Fasilitas, RSUD KH Mansyur Kintap Beroperasi September
apahabar.com

Kalsel

Perusahaan Tambang Tak Jamin Reklamasi, Kalsel Perlu Standar Regulasi Sektor Perizinan
apahabar.com

Kalsel

Polres Batola Fokus Keamanan Markas, Pengamanan Tetap Humanis
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com