Kucurkan Miliaran Rupiah, PPKM Level IV Banjarmasin Tanpa Jam Malam Tok! Banjarmasin Esok PPKM Level IV, Berikut Ketentuannya Meninggal di Rumah, Guru Khalil Sempat Tak Sadarkan Diri Sejak Kamis Dikenal Karismatik, Alumni Ponpes Darussalam Sukses Jadi Bupati Banjar Kini Telah Tiada Ibnu Sina Ingin Penerapan PPKM Level IV Banjarmasin Lebih Humanis

Trik Petani Melon Banjarbaru Sukses Raih Cuan di Tengah Pandemi

- Apahabar.com     Senin, 12 Juli 2021 - 20:01 WITA

Trik Petani Melon Banjarbaru Sukses Raih Cuan di Tengah Pandemi

Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Sagim saat ditemui apahabar.com di lahan cabainya. Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Kelompok Tani Ngudi Rahayu di Banjarbaru sukses meraup jutaan rupiah lewat budidaya melon selama pandemi Covid-19.

Kelompok tani yang berlokasi di Jalan Tambak Tarap Kelurahan Syamsudin Noor ini memasarkan hasil taninya dengan cara kreatif. Tempat penjualan melon mereka kemas menjadi lokasi agrowisata.

Selain dapat memetik melon secara langsung, pengunjung juga bisa berselfie ria.

Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu, Saqim, bercerita ide itu awalnya muncul saat harga melon sedang turun drastis dari Rp 8 ribu ke Rp 4 ribu. Bahkan, saat itu ada banyak melon yang busuk dan pada akhirnya harus dibuang.

“Gara – gara corona, harga melon anjlok. Terus pedagang nggak mau ambil karena susah jualnya. Nah, melon kami numpuk, bahkan banyak yang dibuang. Lalu, kami posting di Facebook dan grup WhatsApp, terus viral. Banyak orang datang. Pemkot Banjarbaru datang. Ibu wakil Gubernur juga. Jadi ramai yang datang,” ucap Saqim kepada apahabar.com, Senin (12/7).

Dalam satu hari, Kelompok Tani Ngudi Rahayu mampu menjual 1 ton melon dengan harga Rp 8 ribu per kilogram.

“Terjual banyak sekali. Satu hari satu ton. Tapi itu kalau pas Sabtu Minggu mencapai segitu. Kami jual harga ecer, bukan harga ke pedagang. Jadi lumayan untungnya 100 persen,” terangnya.

Dia menyebut jika 1 ton melon berhasil dijual, keuntungan yang diperoleh mencapai Rp 8 juta. Keuntungan ini belum ditambah dengan hasil penjualan produk lainnya seperti cabai, jagung, kembang kol, dan tomat.

“Tanaman lainnya ikut kebawa. Kayak cabai, tomat, kembang kol, buncis, jagung, kacang, kemarin laku semua. Dalam sehari untuk tomat bisa terjual satu sampai dua kuintal. Lalu cabai bisa 60 kg. Jadinya petani di sini terbantu. Padahal tujuan awalnya ‘kan jual melon itu saja,” ungkapnya.

Kelompok Tani Ngudi Rahayu memiliki lahan seluas 30 hektare yang dikelola 25 orang dan terbagi menjadi 6 blok. Satu bloknya dapat menghasilkan empat hingga lima ton melon.

Namun karena hujan kerap mengguyur wilayah tersebut, antusiasme pengunjung cenderung menurun. Dia memperkirakan dalam dua bulan ke depan, melon sudah siap dipanen.

Agar agrowisata petik melon ini dapat terus bertahan, Sagim meminta Pemerintah Kota Banjarbaru dapat membantu pembangunan akses jalan menuju lokasi.

“Kalau hujan itu kan jalannya berlubang jadi tergenang air, becek. Jadi orang nggak mau ke sini. Kemarin sudah bilang ke pemerintah. Direspons tapi belum ada realisasi. Kami minta pengerasan jalan, biar akses ke sini mudah,” tuntasnya.

Editor: Puja Mandela - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

ULM

Kalsel

Mahasiswi Kalsel Diduga Terpapar Radikalisme Ternyata dari ULM
apahabar.com

Kalsel

Pikap Terbakar di SPBU Anjir, Warga yang Antre Lari Berhamburan
Banjir

Kalsel

Banjir di Haruyan HST, Ratusan KK di 6 Desa Terdampak
apahabar.com

Kalsel

Sistem Zonasi BPJS Jangan Rugikan Pasien
apahabar.com

Kalsel

China Dominasi WNA di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Terkuak Penyebab Tewasnya Salah Satu Penghuni Hotel di Banjarmasin
PDAM

HST

Kejari HST Tetapkan 4 Tersangka Kasus Korupsi di PDAM, Bagaimana Doktrin BJR?
apahabar.com

Kalsel

Lihat Polisi Ploting Pagi, Puluhan Warga Martapura Tak Bermasker Putar Arah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com