Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

WAJIB TAHU! Panduan Lengkap Pelaksanaan Iduladha 1442 H di Kalsel

- Apahabar.com     Sabtu, 17 Juli 2021 - 09:50 WITA

WAJIB TAHU! Panduan Lengkap Pelaksanaan Iduladha 1442 H di Kalsel

Ilustrasi hewan kurban. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Menindaklanjuti edaran Menteri Agama Nomor SE 16 tahun 2021 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Malam Takbiran, Salat Iduladha, dan Pelaksanaan Kurban Tahun 1442 H, Pemprov Kalsel menerbitkan aturan.

Hal tersebut dilakukan guna mendukung kebijakan pemerintah untuk menekan angka penularan Covid-19 saat PPKM Darurat di Pulau Jawa dan Bali.

Sejumlah kegiatan yang diatur dalam surat edaran tersebut mulai dari takbiran keliling, pelaksanaan salat Iduladha hingga penyembelihan hewan kurban. Adapun rinciannya sebagai berikut:

1. Malam takbiran diselenggarakan dengan ketentuan jemaah malam takbiran wajib dalam kondisi sehat. Suhu badan di bawah 37 derajat celcius.

2. Malam takbiran hanya boleh diikuti oleh jemaah dengan usia 18 sampai dengan 59 tahun, hanya dapat diselenggarakan pada masjid/mushala dengan status zona risiko penyebaran covid-19 zona hijau dan zona kuning.

3. Masjid/mushala yang menyelenggarakan malam takbiran wajib menyediakan alat pengukur suhu tubuh, hand sanitizer, sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, masker medis, menerapkan pembatasan jarak dan memastikan tidak ada kerumunan, serta melakukan disinfeksi di tempat penyelenggaraan sebelum dan setelah penyelenggaraan malam takbiran.

4. Malam takbiran hanya dapat diikuti oleh jemaah masjid/mushala dari warga setempat, dengan ketentuan maksimal 10 persen dari kapasitas ruangan, dengan pengaturan bergantian maksimal 5 jemaah.

5. Takbir keliling, baik dengan arak-arakan berjalan kaki maupun dengan arak-arakan kendaraan, dilarang dilaksanakan di semua zona risiko penyebaran covid-19.

6. Pelaksanaan malam takbiran di masjid/mushala paling lama satu jam, dan harus diakhiri maksimal pukul 22.00 waktu setempat. Jemaah yang mengikuti takbiran wajib pulang ke rumah/kediaman masing-masing seusai penyelenggaraan malam takbiran.

7. Salat Iduladha 1442 H/2021 M ditiadakan pada kabupaten/kota dengan zona merah dan zona oranye, yang ditetapkan oleh pemerintah daerah dan satuan tugas penanganan covid-19 setempat. Meskipun tidak termasuk kabupaten/kota dengan level asesmen 3 dan 4 yang diterapkan pada PPKM Darurat.
Salat Iduladha hanya dapat diselenggarakan di luar kabupaten/kota dengan level asesmen 3 dan 4, dengan acuan sebagai berikut:

– Penyelenggaraan Salat Iduladha dapat dilakukan di masjid/mushalla/lapangan terbuka yang dikelola masyarakat, instansi pemerintah, dan perusahaan dengan jumlah jemaah 30 persen dari kapasitas.

– Penyelenggara Salat Iduladha wajib berkoordinasi dan dengan seizin,pemerintah daerah, satuan tugas penanganan covid-19 setempat, dan aparat keamanan. Penyelenggara Salat Iduladha wajib Menyediakan alat pengukur suhu tubuh.

– Menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir, menyediakan masker medis, menyediakan petugas untuk mengumumkan, menerapkan, dan mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan.

– Jemaah dengan kondisi tidak sehat dilarang untuk mengikuti Salat Iduladha, mengatur jarak antarshaf dan antarjemaah minimal satu meter dengan memberikan tanda khusus. Tidak menjalankan/mengedarkan kotak amal/infak ke jemaah.

– Memastikan tidak ada kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan Salat Iduladha, melakukan disinfeksi di tempat penyelenggaraan sebelum dan setelah Salat Iduladha.

– Lalu juga penyampaian Khutbah Iduladha wajib memenuhi ketentuan, khatib memakai masker medis dan pelindung wajah.

– Khatib menyampaikan khutbah Iduladha dengan durasi maksimal lima belas menit.

– Khatib mengingatkan jemaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.

– Jemaah Salat Iduladha wajib, berusia delapan belas sampai dengan 59 tahun, dalam kondisi sehat, tidak sedang menjalani isolasi mandiri, dan tidak baru kembali dari perjalanan luar kota.

– Disarankan tidak dalam kondisi hamil atau menyusui, berasal dari warga setempat, membawa perlengkapan salat masing-masing seperti sajadah, mukena, dan sebagainya.

– Menggunakan masker rangkap sejak keluar rumah, dan selama berada di area tempat penyelenggaraan Salat Iduladha. Menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan menggunakan sabun, atau hand sanitizer.

– Menghindari kontak fisik seperti bersalaman, serta menjaga jarak antarshaf dan antarjemaah minimal satu meter, tidak berkerumun sebelum dan setelah Salat Iduladha.

Ketentuan penyembelihan kurban, di halaman selanjutnya…

Editor: M Syarif - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Satresnarkoba

Kalsel

Simpan Sabu, Seorang Pria di Banjarmasin Ditangkap Polisi
apahabar.com

Kalsel

Jelang ‘New Normal’, Aparat Gabungan Tinjau Sejumlah Pasar Tradisional
apahabar.com

Kalsel

Kapolda Kalsel Bersama Forkopimda Sambut Kunjungan Kerja Mendagri RI

Kalsel

Free Style di Jalan Umum, 3 Pria Asal Banjarbaru Diamankan Polisi
apahabar.com

Kalsel

Meski Pandemi, Lomba Balap Perahu Katir di Pulau Laut Kotabaru Meriah
apahabar.com

Kalsel

Hari Ini, BMKG Prakirakan Cuaca di Kalsel Cerah Berawan
apahabar.com

Kalsel

Sekda Optimistis Kalsel Sukses Gelar HPN
apahabar.com

Kalsel

Lenyap di Alle-Alle Kotabaru, Nelayan Hilang Ternyata Sudah Buang Perangai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com